icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Altair Onder de

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1352    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

reka seperti yang dia lihat di lukisan tadi pagi d

duduk seorang wanita yang juga dipanggil ibu oleh anak-anak gadi

yang sedang makan itu ada yang memegang bo

depannya. Masih berusaha berfikir dengan keras apa yang sedang menimpa di

nan enak di hadapan A

p seorang gadis paling kecil yang ten

dengan Altair dan berkata, "Untuk seseorang yang sebentar la

aki," jawab wanita yang dipanggil

n status yang selama ini diperbuat yang selalu

n pisau dan meminum segelas anggur. Altair masih tidak m

an telanjang, kepala pelayan mengatakan bahwa Duke

u untuk upacara kedew

nyakan hal itu,

iap, ayah" jawabn

ai orang asing yang duduk di sampingnya, kini

semalam masih membekas dalam ingatan me

i martabat keluarga dan k

angkan dia terlahir dari ibu seorang budak yang menjadi pelayan. Setelah

Saat dirinya masih menjadi Claretta atau sudah menempati

i. Bolehkah aku pergi d

ab singka

ereka yang masih sibuk dengan makanan mereka tidak t

rsentuh dan dia pergi m

menyadari bisa menemukan informasi tentang

i di setiap sudut ruangan mansion yang sangat besar namun, langkahnya se

r menanyakan ke beberapa

Altair yang tiba-tiba

n enggan menjawab pertanyaan Altair karena para pelayan khawatir Du

ru saja bekerja di keluarga ini, t

t berbuat baik kepada A

n sekarang dia sedang menjemur kai

ab Altair sembari k

uar dari dapur, seorang pelayan yang lain mend

kanmu berbicara dengannya kau pasti akan dis

g mau menolongnya namun, mereka bersembunyi melihatnya, ada yang tersenyum m

memberitahukan?" tanyan

ata yang berani masuk di keluarga Onder de dan be

alam lindungan dewa." ucap pegaw

emur pakaian. Altair yang menemukan sosok dengan rambut pendek sedang mem

rada di sana melihat kedata

tersebut beruntung Altair yang sigap langsung mengambil kain hingga tidak jatuh

emari?" tanya Mary

suara Mary berubah setiap kali mereka berada ditempat yang terdapat banyak

ke perpustakaan." ucap Altair yan

dia mengantarkan ke perpustakaan. Padah

yakannya lagi karena Mary melihat tata

emuran. Pandangan semua orang masih tidak l

memperkenalkan diri. Saya Mary, dan saya b

jelas keadaan disini?" tanya Alta

annya dengan ibu Altair yang adalah

erajaan. Bukan hanya Raja, para bangsawan disana hidup dengan mewah yang mengandalkan pajak

senang hati menjilati pendatang-pendatang tersebut, rakyat mereka juga bersikap sepert

a dengan terang-terangan melakukan transaksi tersebut di hadapan semu

erjalanan ke negara tersebut untuk melakukan perjanjian diplomas

i kereta kumuh dan lusuh sebelum memasuki negara tersebut

etulan melewati tempat pelelangan budak diwaktu yang be

buka dengan harga 13.000 koin emas."

lu mahal untuk seorang wanita bias

akan menyesal." terdengar kepala pelelang yang

ang itu. Ibu Altair dengan pakaian lusuh dan mulut yang diikat dengan tali kapal terli

tersebut dengan harga yang telah disepakati. Duke membawa ibu Alt

sa kehamilan Altair Ibunya sakit keras. Saintess yang berada di sa

hirkan 3 anak perempuan. Akan tetapi ibu Altair haru

onakan ibu anda,

ertidur selama 1 bulan, sehingga saya merasa khawatir dengan anda.

ntuk membantunya selama berada di keluarga ini. Di Perjalanan mereka menuju perpusta

ihan bahkan ada yang bertelanjang dada.

ra seseorang dar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Altair Onder de
Altair Onder de
“"Kau sudah tiba?" tanyanya. Perempuan itu adalah sosok Claretta yang sangat Altair rindukan. "Altair?" ucap Altair. Perempuan itu tertawa kecil dengan menutupi mulut dengan tangannya. "Terdengar aneh jika seseorang memanggilku dengan namaku sendiri," ujar Claretta. "Mungkin banyak pertanyaan yang akan kamu lontarkan kepadaku," ungkap Claretta, "tapi sebelum itu tolong Altair, terbiasalah dengan tubuhmu yang baru, aku sudah lelah dengan tuntutan sebagai penerus pengendali Mana, yang aku inginkan hanya bagaimana rasa memiliki seorang ibu." sambung Claretta. Claretta menengadahkan wajahnya ke langit. "Kau pasti tahu banyak informasi tentang duniaku sekarang karena kau adalah orang yang cerdas dan tangguh," ujar Claretta lagi melihat wajah Altair. Wajah mereka saling menatap Altair tidak bisa membalas perkataan Claretta Altair yang merasa tidak adil dengan pertukaran tubuh seenaknya yang dilakukan dewa kepada mereka berdua. Muncul perasaan iba di dalam benak mereka masing-masing seperti mengerti rasa sakit, penderitaan mereka dan kesedihan. Claretta mengambil kedua tangan Altair, air matanya tidak bisa dibendung. Dengan tersenyum Claretta berkata,"Mungkin karena aku sudah berada di tubuh seorang wanita jadi perasaanku menjadi lebih sedikit sensitif." "Maukah kamu merelakan hidup kita yang sekarang?" tanya Claretta dengan harap. Altair menggenggam tangan wanita kecil itu, kini hati Altair menjadi goyah karena sebelum dirinya bertemu dengan pemilik asli tubuh Altair, dia berniat untuk memukul kepala orang tersebut yang dengan sesuka hati meminta kepada dewa untuk menukarkan tubuhnya tanpa izin. Angin sejuk berhembus, menerbangkan beberapa kelopak bunga di sekitar mereka mengibaskan rambut panjang milik Claretta. "Ternyata, aku sangat cantik." batin Altair. Altair meletakkan tangannya di atas kepala Claretta dan membelai kepalanya seraya berkata, "tidak apa-apa." ucap Altair dengan tenang. Akhirnya mereka saling mengikhlaskan satu sama lain dan memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka sekarang masing-masing, mereka terpisah oleh sebuah cahaya. "Aku akan menjaga ibumu Altair sebagaimana ibuku sendiri karena aku sangat menyayanginya." ujar Claretta yang hanya terdengar suara.”