icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Altair Onder de

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:1157    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

gi kemana?" sahut s

menemukan seorang pelayan wanita

renda putih dan gaun hitam dengan p

dua bahu pelayan tersebut. Pelayan yang melihat tampak

na dia sekarang, dan kenapa bentuk rumah s

t?" tanya Claretta sembari tetap mem

tu tuan?" tanya bal

yang pelayan itu sebut?"

ya dan ingin pergi menemui, terutama jika ay

ang adalah membawa ibu

? Sejak kapan rumah sakit terlihat sepert

di hadapannya mengamuk. Di sekitar mereka mu

gan kemeja putih di dalam. Semua orang t

yakin bahwa sekarang dia berada ditempat yang salah. Claretta sad

laretta melepa

ungkin dan berusaha memahami

dengan kata 'tuan'? Lalu jika kau tidak tahu rumah sakit, di

nyak kepada wanita y

keluarga Onder de." jaw

?" tanyan

gi kemana?" tanya Cla

n tuan dan akan membersihkan

ke kamar terlebih dahu

ri kamarnya. Pandangan orang-orang di sekitar tertuju kepada mereka berdua. A

ati jalan

g tinggi sehingga ketika ingin meliha

tih tulang dihiasi lukisan-lukis

ngan pasangan suami istri beser

menggunakan gaun mewah berwar

ng kepala putri mer

an terhormat dengan beberapa lencana mewah berlapis emas

endong bayi perempuan yang cantik dengan gaun putih bersih dan renda-renda kecil

aian sederhana nan rapi, seakan dirinya seperti bukan bagian dari mereka terlihat

nya dengan lukisan-lukisan yang terpajang di sana. Ada beberapa juga lukisan

tua dengan uban be

ang dia dorong tadi. Claretta menatap dengan tatapan dingin. Kepala Pelayan merasa t

n?" tanya kepala pelayan kepa

sama ke kamar sekaligus mengantarkan sarapan dan membe

begitu, tolon

epala p

tertutup kembali. Meskipun terasa asing namun, Claretta m

atas. Pelayan berjalan ke arah jendela membuka jendela yang l

suk ke dalam kamar, suara burung yang berki

amu?" tany

ang bertugas menyiapkan

laretta lihat tadi sudah na

sudku negara mana ini

ab Mary sembari membersihkan meja

ara kekaisaran dari buku yang

aretta sudah dengan keadaan pusing. Pe

iladi, tuan.

n bingung dan pusing membuat Claretta mer

dan alur cerita yang dia benci memb

stum pelayan selalu memanggil namanya dengan sebut

mengeluarkan keringat dingin. Clare

r mandi?" ta

andi terlebih dahulu

awab Cl

pat ruangan dengan sebuah bak mandi mewah yang besar cukup untuk

entuk sebuah lambang besar. Dengan bola kristal berwarna hijau keemasan yang d

dan menuangkan sabun aroma herbal. Suara ge

handuk dan pakaian untuk mengering

kan seseorang agar mau memba

jawab Claretta

erasa aneh dengan pakaian yang dia kenakan. Semua berwarna putih, dengan

dia melihat sesuatu yang bergelantung di had

ca dan bercermin. Claretta terjebak di tubuh seorang l

Claretta masuk di dalam salah satu sosok tokoh kar

ta benci. Dengan otot perut dan dada yang bidan

a, tergantikan dengan benda yang melambai-lamba

ndi. Tiba-tiba kepala pelayan dan Mary menerobos masuk.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Altair Onder de
Altair Onder de
“"Kau sudah tiba?" tanyanya. Perempuan itu adalah sosok Claretta yang sangat Altair rindukan. "Altair?" ucap Altair. Perempuan itu tertawa kecil dengan menutupi mulut dengan tangannya. "Terdengar aneh jika seseorang memanggilku dengan namaku sendiri," ujar Claretta. "Mungkin banyak pertanyaan yang akan kamu lontarkan kepadaku," ungkap Claretta, "tapi sebelum itu tolong Altair, terbiasalah dengan tubuhmu yang baru, aku sudah lelah dengan tuntutan sebagai penerus pengendali Mana, yang aku inginkan hanya bagaimana rasa memiliki seorang ibu." sambung Claretta. Claretta menengadahkan wajahnya ke langit. "Kau pasti tahu banyak informasi tentang duniaku sekarang karena kau adalah orang yang cerdas dan tangguh," ujar Claretta lagi melihat wajah Altair. Wajah mereka saling menatap Altair tidak bisa membalas perkataan Claretta Altair yang merasa tidak adil dengan pertukaran tubuh seenaknya yang dilakukan dewa kepada mereka berdua. Muncul perasaan iba di dalam benak mereka masing-masing seperti mengerti rasa sakit, penderitaan mereka dan kesedihan. Claretta mengambil kedua tangan Altair, air matanya tidak bisa dibendung. Dengan tersenyum Claretta berkata,"Mungkin karena aku sudah berada di tubuh seorang wanita jadi perasaanku menjadi lebih sedikit sensitif." "Maukah kamu merelakan hidup kita yang sekarang?" tanya Claretta dengan harap. Altair menggenggam tangan wanita kecil itu, kini hati Altair menjadi goyah karena sebelum dirinya bertemu dengan pemilik asli tubuh Altair, dia berniat untuk memukul kepala orang tersebut yang dengan sesuka hati meminta kepada dewa untuk menukarkan tubuhnya tanpa izin. Angin sejuk berhembus, menerbangkan beberapa kelopak bunga di sekitar mereka mengibaskan rambut panjang milik Claretta. "Ternyata, aku sangat cantik." batin Altair. Altair meletakkan tangannya di atas kepala Claretta dan membelai kepalanya seraya berkata, "tidak apa-apa." ucap Altair dengan tenang. Akhirnya mereka saling mengikhlaskan satu sama lain dan memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka sekarang masing-masing, mereka terpisah oleh sebuah cahaya. "Aku akan menjaga ibumu Altair sebagaimana ibuku sendiri karena aku sangat menyayanginya." ujar Claretta yang hanya terdengar suara.”