icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ayah Mertuaku, Musuhku

Bab 4 terungkap

Jumlah Kata:1932    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

rumah keluarga, tangannya memegang secangkir teh hangat, tapi pandangannya kosong menatap pepohonan yang bergoya

um yang selalu tampak tenang, mulai menimbulkan rasa cemas di hati Laras. Tidak hanya karena kehadirannya ya

l dari arah rumah, wajahnya serius. "Lar

an ludah. "

ras, menatap matanya. "Tentang Dania. Aku baru ta

ungnya berdegup kenc

bisnis yang rumit dengan keluargaku. Dan aku baru sadar, beberapa tindakannya selama ini bukan hanya formalitas. Di

Ia menatap Rizqan lama sebelum akhirnya berkata, "Aku mengerti... dan aku menghargai kejujuranmu.

adalah orang yang aku pilih. Dan aku ingin kau tahu, aku ti

Rizqan, sementara Dania seolah menaruh perhatian khusus terhadap setiap gerak-gerik mereka. Laras merasa seperti b

uk di bangku kayu yang basah oleh embun, ia melihat sosok Adriel yang sedang membersihkan daun

kabar?" tanya Adri

enenangkan pikiran," jaw

dupmu baru-baru ini penuh ketegangan. Tapi kau harus p

gan Adriel, namun hatinya tetap tertambat pada Rizqan. Ia menyadari bahwa cinta itu bukan hany

n lama yang ternyata menyimpan rahasia besar: kontrak bisnis yang belum selesai, hutang yang tersi

memilihmu, dan aku ingin kau tetap kuat bersamaku. Kita aka

cul dari keberanian Rizqan untuk jujur dan melibatkan dirinya dalam masalah besar ini. Ia sad

ik yang menenangkan sekaligus menegangkan. Laras duduk di jendela kamar

takut jika masalah ini terlalu besar, k

idak bisa membiarkan ketakutan menghentikan kita. Kita harus had

ih jelas. Ia sering muncul di kantor keluarga, berbicara dengan Rizqan dalam bahasa yang h

in terseret dalam drama persaingan, tapi ia juga tidak bisa menyingkirkan rasa cintanya pada Rizqan. Ha

ia yang tampak tegang. Ternyata, itu adalah perwakilan pihak ketiga yang ingin menuntut hak m

n mengancam. Laras merasa jantungnya berdetak cepat, takut tapi juga kagum pada keteguhan Rizqan. Ia menyadari bahwa cinta yang

u kota yang berkelap-kelip. Rizqan berdiri di sampi

ian. Tapi aku percaya, selama kita bersama, kit

a tidak mudah. Ada rahasia yang harus dijaga, godaan yang harus dihindari, dan konflik yang harus

keluarga, manuver Dania yang semakin jelas, dan ancaman dari pihak ketiga. Namun, d

kan tangan Rizqan yang hangat di tangannya. Ia sadar, meski penuh ketidakpastian, langkah mer

n cinta lain, dan dilema moral yang semakin rumit siap menguji cinta dan keteguhan hatinya. Ia haru

ebal, tetapi sinarnya yang lembut tidak mampu menembus kekhawatiran yang menghantui hatinya. Laras duduk di meja makan, menatap s

egi, tampak berusaha menancapkan pengaruhnya di sekitar Rizqan. Tidak hanya melalui kata-kata, tapi juga lewat gerakan

n masuk, wajahnya serius, matanya menatap Laras penuh arti.

an ludah. "

saja menerima laporan tentang beberapa permasalahan yang melibatkan pih

nya berdegup lebih c

k yang mencoba memanfaatkan situasi keluarga untuk keuntungan pribadi

ipada yang ia bayangkan. Setiap langkahnya kini harus diperhitungkan, bukan

na, mereka bertemu Arya, pengacara keluarga, yang tampak serius memeriksa dokumen. "Pak Rizqan, situasinya lebih rumit da

"Kita harus hadapi ini dengan tegas.

ncul dari keberanian Rizqan untuk melibatkan dirinya dalam masalah besar ini. Ia sadar, c

ang menenangkan sekaligus menegangkan. Laras duduk di jendela kamar,

takut jika masalah ini terlalu besar, k

idak bisa membiarkan ketakutan menghentikan kita. Kita harus had

Rizqan dalam bahasa yang hanya mereka berdua mengerti, dan kadang menatap Laras dengan sorot mata yang sulit dibaca. Laras merasakan tekanan yang nyata, t

ria yang tampak tegang. Ternyata, itu adalah perwakilan pihak ketiga yang ingin menuntut hak m

n mengancam. Laras merasa jantungnya berdetak cepat, takut tapi juga kagum pada keteguhan Rizqan. Ia menyadari bahwa cinta yang

alus terkait hubungannya dengan Rizqan dan rahasia keluarga yang mulai terbongkar. Laras merasa

ah, menatap lampu kota yang berkelap-kelip. Rizqan berdiri

ian. Tapi aku percaya, selama kita bersama, kit

a tidak mudah. Ada rahasia yang harus dijaga, godaan yang harus dihindari, dan konflik yang harus

keluarga, manuver Dania yang semakin licik, dan ancaman dari pihak ketiga. Namun, d

engan Rizqan. Kata-kata mereka terdengar tajam, penuh emosi dan konflik. Laras merasakan campuran takut, mar

, tapi kau harus tahu. Dania... dia mencoba bermain dengan perasaanku. Aku memili

sekaligus beban berat yang harus ia tanggung. Dunia mereka pen

an Rizqan yang hangat di tangannya. Ia sadar, meski penuh ketidakpastian, langkah mereka

inta lain, dan dilema moral yang semakin rumit siap menguji cinta dan keteguhan hatinya. Ia harus

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ayah Mertuaku, Musuhku
Ayah Mertuaku, Musuhku
“Setelah kematian tragis suaminya, Laras merasa dunianya runtuh. Namun, keluarganya, terutama mertua, memperlakukannya dengan sangat hangat. Mereka seolah ingin menutupi kesedihan Laras dengan perhatian yang tulus, membuatnya merasa sedikit tenang di tengah duka yang mencekam. Di antara mereka, Rizqan, abang iparnya, selalu hadir dengan senyum yang lembut. Laras selalu mengira itu sekadar perhatian keluarga, tapi lama-kelamaan ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda di setiap tatapan Rizqan. Ada kehangatan dan kepedulian yang tak biasa, seolah menyembunyikan perasaan yang lebih dalam. Malam itu, hujan turun deras, dan Laras duduk sendiri di ruang tamu sambil menatap hujan yang membasahi kaca jendela. Rizqan masuk, membawa dua cangkir teh hangat. "Ini, biar hangat," katanya, suaranya lembut dan nada yang lebih dalam dari biasanya. Laras menerima cangkir itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Rizqan..." suaranya nyaris tak terdengar. Percakapan mereka mengalir begitu saja, ringan tapi penuh makna terselubung. Mereka tertawa, berbagi cerita masa lalu, dan tanpa disadari jarak di antara mereka terasa semakin dekat. Saat larut malam, hujan tak kunjung berhenti, dan suasana menjadi semakin intim. Rizqan duduk lebih dekat, menatap Laras dengan tatapan yang tak bisa disembunyikan lagi. "Laras... aku... aku tidak bisa membohongi perasaanku lebih lama lagi," ucapnya, suaranya nyaris bergetar. Laras menatapnya, hatinya campur aduk antara takut dan rindu. Tanpa sadar, mereka tertarik satu sama lain, dan malam itu, dalam kesunyian rumah yang diterangi lampu redup, mereka membiarkan perasaan yang lama tertahan itu meledak-menghapus duka sejenak dengan kehangatan yang terlarang tapi nyata.”
1 Bab 1 begitu hampa2 Bab 2 membuatnya teringat3 Bab 3 menyesakkan dadanya4 Bab 4 terungkap5 Bab 5 mengancam6 Bab 6 setelah malam yang penuh ketegangan7 Bab 7 Di sisi lain rumah8 Bab 8 merasa damai9 Bab 9 muncul dari arah rumah10 Bab 10 memberikan yang terbaik11 Bab 11 membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat12 Bab 12 Suara serangga malam13 Bab 13 merasa bahagia14 Bab 14 membawa keranjang15 Bab 15 dekatnya yang menenangkan16 Bab 16 Hawa pagi17 Bab 17 sesuatu yang abadi18 Bab 18 danau kecil19 Bab 19 putus asa20 Bab 20 pemeriksaan berlangsung21 Bab 21 menyerahkan22 Bab 22 kecelakaan23 Bab 23 menandakan sesuatu24 Bab 24 Cinta mungkin telah menyatukan mereka25 Bab 25 mertuanya