icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua

Bab 4 dekat perapian yang hangat

Jumlah Kata:2024    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

suasana tenang yang tampak dari luar sama sekali menipu. Di ruang utama, Nadira Arsyad duduk di kursi empuk dekat p

dekat, dan Nadira tahu satu hal: dunia ini bukan tempat untuk orang yang lemah. Bahkan keb

at bermain siang tadi masih membekas di pikirannya. Anak itu polos, tapi ia a

Nadira berdiri di dekatnya, hatinya berdebar. Dari dalam mobil, dua pria berpakaian serba hitam keluar dan mengh

utup rapat. Rafhael mengambilnya dengan hati-hati, menatap N

"Apa isinya?" tanyan

orang yang Nadira tidak kenal. Beberapa foto menunjukkan Alfian dalam situasi yang jel

Nadira bertanya

a yang selama ini kau tidak tahu. Musuh kita... mereka masih mengincar kita, dan

akut, marah, dan penasaran. Dunia yang ia masuki t

fhael duduk di ruang kerjanya, membaca dokumen yang diterimanya.

ael bertanya, matanya t

ikiran tentang Alfian, tentang dunia

daku. Aku akan melindungi kalian-Arka dan kau. Tapi kau juga harus siap menghada

api bagaimana aku bisa percaya sepe

ut. "Percayalah sedikit saja. Itu cukup untuk se

pesan misterius melalui amplop tertutu

elakaan. Ada tangan lain yang mengatur s

an belum sepenuhnya terungkap. Musuh Rafhael mungkin sedang m

"Ini... lagi," katanya sa

bagian dari perang yang tidak pernah kita pilih. Tapi kau harus

hael datang membawakan selimut hangat dan duduk di sampingny

ingin kau tahu satu hal. Apa pun yang terjadi, aku akan melindungimu. Ark

rgetar. "Aku... aku takut. Semua i

tuk bertahan, kita harus menghadapi ketakutan. Dan perasaan... tidak selalu

nuh rahasia ini, ada satu hal yang jelas dan terang-perasaan yang mulai t

di halaman belakang, membuat kaca jendela bergetar. Rafhael segera memerintahkan semua tim ke

"Musuh kita tidak main-main lagi. Mereka ingin kita panik, tapi ki

dan marah. Ia tahu satu hal: hidupnya sekarang bukan

kerja, lampu redup menciptakan bayangan panjang di

ian," kata Rafhael. "Tapi denganmu di sini... aku merasa se

ga... tidak tahu harus bagaimana. Aku taku

nya. "Kita akan melewati ini bersama. Apapun ya

ta mereka mungkin lahir di tengah dunia gelap, tapi itu nyata. Dan cinta

nia Rafhael. Setiap langkahnya kini diperhitungkan, setiap gerakannya dipantau. Ia sadar bahwa musu

sia, dan intrik, ada satu cahaya yang membuat Nadira bertah

han rahasia, ketakutan, dan perasaan yang mulai sulit dikendalikan. Dunia mereka mungkin

uang utama, Nadira Arsyad duduk termenung di sofa, menatap cangkir teh yang sudah dingin. Pikirannya melayang jauh-ke ancaman

Nadira tersenyum tipis melihat anak itu, tapi di balik senyum itu tersimpan rasa gelisah. Ia tahu, musuh Rafhael tidak han

mobil, membawa kotak misterius yang diikat dengan tali kulit. Rafhael, yang baru saja keluar dari ruang

berapa foto lama Alfian dan dokumen yang tampaknya berkaitan dengan transaksi rah

Nadira bertanya

a. Dan ini adalah bagian dari rahasia yang selama ini kau tidak ketahui. Musuh ki

intrik, rahasia, dan bahaya yang nyata. Ia tahu, untuk bertahan, ia harus belajar bert

afhael duduk di ruang kerja, membaca dokumen yang baru diterima.

ya Rafhael, matanya te

ikiran tentang Alfian, tentang dunia

daku. Aku akan melindungi kalian-Arka dan kau. Tapi kau juga harus siap menghada

pi bagaimana aku bisa percaya sepe

ut. "Percayalah sedikit saja. Itu cukup untuk se

ma pesan lain melalui amplop tertutup

kan mengubah segalanya? Masa lalu Alfian

an belum sepenuhnya terungkap. Musuh Rafhael mungkin sedang m

"Ini... lagi," katanya sa

bagian dari perang yang tidak pernah kita pilih. Tapi kau harus

dengan seorang pengusaha misterius bernama Davin Hartono, yang tampaknya menjadi dalang di balik sebagian be

ng. "Davin... ia bukan hanya mengincar bisnis. Ia menginc

an ludah. "A

adi." Rafhael menatapnya dalam-dalam. "Kau harus tetap dekat denganku, tetap aman, dan belajar menghadapi dunia

l datang dengan dua gelas anggur, duduk di sampingnya. Suasana t

ulai, suaranya rendah. "Tapi aku percaya kau bisa

aku mencoba. Tapi rasanya sulit percaya sepenuhnya.

an, kita harus menghadapi ketakutan. Dan perasaan... tidak selalu bisa

nuh rahasia ini, ada satu hal yang jelas dan terang-perasaan yang mulai t

i halaman belakang, membuat kaca jendela bergetar. Rafhael segera memerintahkan semua tim kea

"Musuh kita tidak main-main lagi. Mereka ingin kita panik, tapi ki

dan marah. Ia tahu satu hal: hidupnya sekarang bukan

kerja, lampu redup menciptakan bayangan panjang di

ian," kata Rafhael. "Tapi denganmu di sini... aku merasa se

ga... tidak tahu harus bagaimana. Aku taku

nya. "Kita akan melewati ini bersama. Apapun ya

nia Rafhael. Setiap langkahnya kini diperhitungkan, setiap gerakannya dipantau. Ia sadar bahwa musu

sia, dan intrik, ada satu cahaya yang membuat Nadira bertah

han rahasia, ketakutan, dan perasaan yang mulai sulit dikendalikan. Dunia mereka mungkin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
“Setelah ditinggal meninggal dunia suaminya dan bayi yang belum sempat lahir, Nadira Arsyad terpaksa mengambil keputusan berat: menjadi ibu pengganti bagi anak dari seorang penguasa mafia yang terkenal dingin dan kejam, Rafhael Satrio. Dunia Nadira yang sebelumnya tenang kini penuh dengan intrik, ketakutan, dan rahasia gelap yang membayangi setiap langkahnya. Di sisi lain, hati Nadira mulai merasakan getaran yang tak ia mengerti saat dekat dengan Rafhael. Namun, rasa cintanya tertutupi oleh rasa bersalah dan dendam yang membara. Ternyata, Rafhael mengetahui fakta mengejutkan: suami Nadira dulu, Alfian Prakoso, memiliki andil dalam kematian istrinya sendiri karena konflik bisnis yang fatal. Tak hanya itu, Nadira pun menyadari kenyataan pahit: Rafhael-lah yang seharusnya bisa menolong suaminya saat kritis, tapi terlambat karena urusan keluarga dan bisnis yang rumit, sehingga kematian suaminya tak terhindarkan. Kini, di tengah ketegangan antara cinta dan dendam, Nadira dan Rafhael harus memutuskan: apakah mereka akan menemukan jalan untuk saling memaafkan dan mencintai, ataukah rasa sakit dan pengkhianatan akan mengubah mereka menjadi musuh abadi?”
1 Bab 1 menenangkan hatinya yang hancur2 Bab 2 Nadira Arsyad menggigil3 Bab 3 orang yang mengintai4 Bab 4 dekat perapian yang hangat5 Bab 5 menampar kesadaran6 Bab 6 pukul tangan tak kasat mata7 Bab 7 Malam ini akan menentukan segalanya8 Bab 8 Semua yang terjadi9 Bab 9 Kau khawatir10 Bab 10 terhenti untuk saat ini11 Bab 11 orang dekat12 Bab 12 bisa digunakan musuh13 Bab 13 Di belakangnya14 Bab 14 berani dan luas kali ini15 Bab 15 Kita akan melindungi Arka16 Bab 16 semua yang mereka cintai17 Bab 17 mansion kembali tenang18 Bab 18 Persiapan dimulai19 Bab 19 mengeringkan jas hujan20 Bab 20 Kau benar-benar yakin ini ide yang tepat 21 Bab 21 membawa rasa cemas22 Bab 22 berantakan basah akibat hujan23 Bab 23 Sebetulnya saya tidak berhak bicara banyak24 Bab 24 mengambil flashdisk kecil25 Bab 25 mengenali cinta yang sejati26 Bab 26 menyimpan rahasia besar