icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua

Bab 2 Nadira Arsyad menggigil

Jumlah Kata:2260    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

Rafhael, membuat Nadira Arsyad menggigil. Ia duduk di sofa ruang keluarga, menatap Arka yang sedang bermain dengan mainannya

marin malam-kata-kata yang seharusnya menenangkan, tapi justru membuat hatinya berputar-putar. Ia tidak bisa menahan rasa penasaran dan amarah

ira sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. "Nadira... lihat, i

netes karena haru. "Wah, hebat, Nak. Pes

tinya terasa campur aduk-kasih sayang yang perlahan muncul, rasa kehilangan yang tak pernah hilang, dan rasa bersalah yang men

keheningan. Nadira segera mengangkatnya, dan s

ar urusan anak atau keluarga. Rafhael... dia

dahi. "Siapa ini?

ripada orang lain. Jangan terlalu percaya padanya. Ada sesuatu y

a. Ia tahu, dunia Rafhael jauh lebih gelap dari yang bi

nya lewat telepon. Temui aku malam ini di kafe 'Aurora'. Tunggu aku jam dela

pi rasa ingin tahunya terlalu kuat. Rafhael sendiri tengah berada di kantor keluarga Satrio, menangani urusan bisnis yang rumit dan berbahaya.

un, menambahkan ketegangan dalam langkahnya. Kafe 'Aurora' tidak terlalu ramai, cahaya lampu

seorang wanita berambut panjang dan waj

Rafhael memiliki musuh yang bahkan kau tidak bisa bayangkan. Mereka... orang-orang yang akan memanfaatkan

rdebar. "Jadi... anaknya, Arka,

bukan sepenuhnya kebetulan. Ada pihak yang ingin membuat semua tragedi itu terja

lebih berbahaya. Rasa sakit dan duka yang ia alami bukan sekadar tragedi pribadi; i

imana?" Nadira bertanya,

pernah lupakan tujuanmu. Kau di sini bukan hanya sebagai ibu Arka. Kau ada di sini untuk bertahan

hal: ia semakin terjebak dalam dunia yang gelap, dan setiap langkahnya bisa men

ng keluarga, Arka tertidur di pangkuannya. Ia menoleh, matan

tanya. Suaranya terdengar le

takan hal-hal yang seharusnya aku denga

ngan biarkan itu mempengaruhiku. Percaya padaku atau tidak, aku tidak ak

di hatinya, tapi juga ketegangan. Ia tahu ada sesuatu yang

, menghadapi ancaman dari rivalnya yang berani. Nadira di satu sisi, berusaha menjaga Arka

a laci itu dan menemukan dokumen, foto-foto, dan catatan yang mengungkap hubungan antara suaminya Alfian dan dunia Rafhael-hubungan yang jauh lebih rumi

tu, Nadira menegak. "Apa ini

au ketahui jika ingin bertahan di sini. Tapi ingat... bukan untuk disebark

asa sakit, kehilangan, dan beban tanggung jawab membayangi sorot matanya. Nadira merasakan sesuatu ya

Arka, memahami Rafhael, dan mempelajari rahasia dunia yang baru ia masuki. Ia harus be

lkon dengan Nadira mendekat membawa selimut. Mereka duduk dalam d

ah percaya cinta akan muncul di dunia ini... tapi anehnya, aku meras

ahasia, dendam, dan luka-ada sesuatu yang mulai tumbuh di antara m

ehilangan dan harapan, keselamatan dan bahaya. Hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Dunia Rafhael g

s: ia harus bertahan. Untuk Arka, untuk dirinya sendiri, dan untu

na yang sunyi namun menekan. Di lantai atas mansion Rafhael, Nadira Arsyad duduk di tepi balkon, memandang jauh ke arah kota yang g

iri balkon. Nadira tidak menoleh, hanya merasakan kehadirannya. R

terdengar lembut, tapi ada ket

tidak bisa kupahami... tentang dunia

adanya. "Dunia ini memang tidak mudah dimengerti.

perti racun dan obat sekaligus. Ia ingin membencinya, tapi sulit. Ada sesuatu dalam

a lalu Rafhael dan keluarganya. Beberapa foto menunjukkan Rafhael muda dengan orang-orang yang Nadira tidak kenal-beberapa terlihat jelas

ada sebuah catatan tuli

t seperti yang mereka katakan. Dunia

takut. Siapa yang mengirimkannya? Apakah ini bagian dari permainan Raf

a saat ia bermain dengan balok kayu dan boneka. Nadira menyadari satu hal: di tengah kekacau

Herman Darmawan, yang berani menantangnya secara terbuka. Herman bukan hanya rival biasa; ia memiliki ja

tu. Ia menutup pintu dengan tegas dan menatap Nad

bayangkan. Aku... aku bisa melindungimu, tapi ada batasnya. Orang-orang di luar sana... me

"Maksudmu... kita...

menyentuh Arka. Tapi kau harus mengerti, aku tidak bisa selalu berada di sisimu. K

dan kemarahan. "Kau... kau ingin aku

Aku ingin kau kuat. Kuat untuk anakmu... dan untuk dir

asa sayang yang semakin kuat pada Arka, ketakutan akan ancaman yang mengintai, dan rasa penasaran yang

Rafhael masuk, menutup pintu dengan lembu

di sini?"

ira. "Aku... ti

ga tidak bisa tidur. Pikiran tentang masa lalu... tenta

r. "Aku... aku ingin mengerti

kau harus percaya... sedikit saja. Aku tidak akan menyakitimu. Tidak Arka

setiap langkahnya harus diperhitungkan. Namun ada satu hal yang semakin jelas di hatinya: ia mulai... mempercayai Rafhael.

ri orang-orang Herman. Seorang kurir datang dengan ancaman terse

Ini hanya peringatan. Tapi mereka tahu Arka ada di sini, dan mereka

kau bisa melindungiku. Tapi sekarang... kita sudah d

pun terjadi padamu atau Arka. Tapi kau harus tahu... kadang dunia ini tidak mem

bisa selalu bergantung pada Rafhael. Ia harus belajar menjadi k

jan baru saja reda, dan udara malam terasa segar tapi menusuk tulang

ah. "Kau harus menjaga dirimu sendiri. Aku bisa m

a, ia merasakan kehangatan yang tulus. "Aku... aku me

alah... kadang orang yang paling dingin pun memiliki

ap dan rahasia yang mengelilingi mereka, ada satu hal yang mulai tumbuh di

bisa datang kapan saja. Nadira menyadari satu hal yang menakutkan sekaligus membakar hati: hidupnya sekarang bukan hanya ten

masing menahan rahasia, ketakutan, dan perasaan yang mulai sulit dikendalikan. Dunia mereka mun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
“Setelah ditinggal meninggal dunia suaminya dan bayi yang belum sempat lahir, Nadira Arsyad terpaksa mengambil keputusan berat: menjadi ibu pengganti bagi anak dari seorang penguasa mafia yang terkenal dingin dan kejam, Rafhael Satrio. Dunia Nadira yang sebelumnya tenang kini penuh dengan intrik, ketakutan, dan rahasia gelap yang membayangi setiap langkahnya. Di sisi lain, hati Nadira mulai merasakan getaran yang tak ia mengerti saat dekat dengan Rafhael. Namun, rasa cintanya tertutupi oleh rasa bersalah dan dendam yang membara. Ternyata, Rafhael mengetahui fakta mengejutkan: suami Nadira dulu, Alfian Prakoso, memiliki andil dalam kematian istrinya sendiri karena konflik bisnis yang fatal. Tak hanya itu, Nadira pun menyadari kenyataan pahit: Rafhael-lah yang seharusnya bisa menolong suaminya saat kritis, tapi terlambat karena urusan keluarga dan bisnis yang rumit, sehingga kematian suaminya tak terhindarkan. Kini, di tengah ketegangan antara cinta dan dendam, Nadira dan Rafhael harus memutuskan: apakah mereka akan menemukan jalan untuk saling memaafkan dan mencintai, ataukah rasa sakit dan pengkhianatan akan mengubah mereka menjadi musuh abadi?”
1 Bab 1 menenangkan hatinya yang hancur2 Bab 2 Nadira Arsyad menggigil3 Bab 3 orang yang mengintai4 Bab 4 dekat perapian yang hangat5 Bab 5 menampar kesadaran6 Bab 6 pukul tangan tak kasat mata7 Bab 7 Malam ini akan menentukan segalanya8 Bab 8 Semua yang terjadi9 Bab 9 Kau khawatir10 Bab 10 terhenti untuk saat ini11 Bab 11 orang dekat12 Bab 12 bisa digunakan musuh13 Bab 13 Di belakangnya14 Bab 14 berani dan luas kali ini15 Bab 15 Kita akan melindungi Arka16 Bab 16 semua yang mereka cintai17 Bab 17 mansion kembali tenang18 Bab 18 Persiapan dimulai19 Bab 19 mengeringkan jas hujan20 Bab 20 Kau benar-benar yakin ini ide yang tepat 21 Bab 21 membawa rasa cemas22 Bab 22 berantakan basah akibat hujan23 Bab 23 Sebetulnya saya tidak berhak bicara banyak24 Bab 24 mengambil flashdisk kecil25 Bab 25 mengenali cinta yang sejati26 Bab 26 menyimpan rahasia besar