icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Bab 3 

Jumlah Kata:772    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

beterbang

bereaksi

ku, tapi ke arah Citra, mel

ra!

annya. Dia memekik, lebih k

lur sebuah teko penuh. Cairan mendidi

m yang tak disengaja. Ras

a, manis? Apa terbakar? Coba kulihat!" Dia menepuk-nep

tidak melir

sisiku dalam sekeja

lembut memegang lenganku, matanya menilai

karang," kata Laksmana, suaranya tegas,

tiannya teralihkan dari Citra. "

erti basa-basi, sebuah

it kemudian, saat Laksmana dengan hati-hati mengoleskan kompres

ginya, dengan percikan kecil kopi di lengan bajunya. Caption: "Pahl

ku menjadi latar belakang yang tumpul

law

tiba-tiba. Dia dengan gagah memegang jaketnya di atas kepalaku, membiarkan dirinya basah kuyup, tertawa saat

. Itu adalah peran yang dia mainkan, naskah yang dia ta

. Laksmana bersikeras mem

ikit terguncang," katanya, seolah percikan kop

ah Laksmana, lenganku diperba

reka harus lebih hati-hati. Aku sudah mengatur agar dokter kulit te

, penuh perhat

ndakannya, lagi. "Jika itu terjadi lagi, krisis lain, aku akan melindungi

bisa menjadwalka

lewatkan. "Sebagai pacar Laksmana, aku tidak akan berharap kau mempriorit

ada tajam dalam kata-kataku. "Tepat! Kau me

desainer mahal yang kukagumi berbulan-bulan lalu. Kartunya be

Dia masih berpikir kemarahanku, rasa sakitku, adala

itu, lalu ke leng

enele

ndah. Tapi aku tida

tidak? Ukuran

Laksmana, ingat? Tidak pantas bagiku menerim

terdengar jengkel. "Yah, simpan saja. Unt

asisten rumah tangga Laksmana

dan tidak sadar. Dia mengadakan pesta "selamat datang kembali" yang mewah untuknya, seolah-olah untuk memperkenalkannya kembali ke masyarakat

semua sebagai satu keluarga besar yang b

ndi di Senopati. Citra berseri-seri, Erlangga di sisinya

a, menjadi pusat perhatian, menceritakan kisah-kisah t

esif di lengan Erlangga. "Dia ingat semua hal favoritku, bahkan setelah sekian lama b

luar biasa ini minggu lalu, hanya karena!" Dia mema

nton berd

angga memang selalu tahu cara memperlakukan cinta sejatinya. Beberapa gadis menda

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
“Pernikahanku dengan Erlangga, pria yang kucintai selama lima tahun, tinggal hitungan minggu. Semuanya sudah siap untuk masa depan kami, sebuah kehidupan bersama yang terencana dengan indah. Lalu telepon itu datang: kekasih masa SMA Erlangga, Citra, ditemukan dengan amnesia parah, dan pikirannya masih meyakini bahwa dia adalah kekasih Erlangga. Erlangga menunda pernikahan kami, memintaku untuk berpura-pura menjadi kekasih kakaknya, Laksmana, dengan alasan "demi Citra." Aku menahan siksaan dalam diam, melihatnya menghidupkan kembali masa lalu mereka, setiap gestur cintanya kini hanya untuk Citra. Instagram Citra menjadi kuil publik untuk cinta mereka yang "bersemi kembali", dengan tagar #CintaSejati di mana-mana. Aku bahkan menemukan sebuah klinik canggih untuk Citra, berharap semua ini akan berakhir, tapi Erlangga mengabaikannya. Lalu, aku tak sengaja mendengar percakapannya: aku hanyalah "ban serep", "gadis penurut" yang akan menunggu, karena aku "tidak punya pilihan lain." Lima tahun hidupku, cintaku, kesetiaanku, direduksi menjadi sebuah kemudahan yang bisa dibuang begitu saja. Pengkhianatan yang dingin dan terencana itu merenggut napas dari paru-paruku. Dia pikir aku terjebak, bahwa dia bisa memanfaatkanku sesuka hati, lalu kembali padaku, dan mengharapkan rasa terima kasih. Aku limbung, mati rasa. Dan kemudian, aku bertemu Laksmana, kakak Erlangga yang pendiam. "Aku harus menikah, Laks. Dengan siapa pun. Segera." Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutku. Laksmana, yang selama ini hanya menonton dalam diam, menjawab: "Bagaimana kalau aku yang menikahimu, Anisa? Sungguhan." Sebuah rencana berbahaya dan nekat menyala di dalam diriku, dipicu oleh rasa sakit dan keinginan membara untuk sebuah pembalasan. "Baiklah, Laks," kataku, sebuah tekad baru mengeraskan suaraku. "Tapi aku punya syarat: Erlangga harus menjadi pendamping priamu, dan dia harus menjadi waliku dan menyerahkanku di pelaminan." Sandiwara akan segera dimulai, tapi sekarang, semua berjalan sesuai keinginanku. Dan Erlangga sama sekali tidak tahu, pengantin wanitanya adalah aku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 24