icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Bab 2 

Jumlah Kata:788    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

idak perca

sepe

Pindah ke rumah Laksmana? Orang tuaku menelepon, mereka... bingung. Mereka

uk di dapur Laksmana yang bermandikan sinar matahari

pada Citra, pada perhatian yang kuberikan pa

tentang kecemburuan. Di

k? Ini gila. Kita akan

uaraku tenang. "Laksmana

ang ke bulan. Ayolah, Nisa, hentikan sandiwaranya.

biarkannya gusar dalam ketidakpercayaannya. Biarkan dia ber

p telepon,

u dia rapuh. Nanti kita akan menertawakan ini. Aku janji. Begitu Citra membaik,

pusnya tan

pernikahan yang sebenarnya. Sebuah upacara kecil yang elega

Kekuatannya yang tenang, kecerdasan di matanya. Caranya m

lok atau menawan dengan cara yang b

buah buku edisi pertama yang langka tentang sejarah arsitektur

mah, Erlangga ada di san

esi sombong di wajahnya. Di sebelahnya,

ni?" t

ntang beberapa barangmu, kau tahu, barang-barang wanita di kamar mandi, pakaian di lemari. Lebih

upku bersamanya, direduks

aat liburan di Italia. Sebuah mangkuk keramik kecil buatan tangan yang kubeli di pa

ar membuang m

njutnya, tidak menyadari badai yang sedang bergejolak di dalam

Dia da

rsandar di lengan Erlangga. Dia tampak pu

aru saja memberitahuku kau membantu Lak

"Itu barang-barang lama? Baguslah meny

guk, tidak

m padanya. "Tepat

ngan kedipan mata konspirasi. "

untuk "kencan ganda" dan makan malam "keluarga".

ih Erlangga karena Citra "ingat" menyukainya. Itu adalah jenis tempat yang m

Citra menggigil. "Oo

mahalnya dan menyampirkannya di

sahutnya manja, mer

dak pernah melepaskan jasnya. Untukku, dia akan selalu menyarankan aku seharusnya membawa sweater,

di bawah meja, sementara Citra dengan antusias menceritakan

ginan. Cuma menjaga penampi

u terlalu sibuk mendap

pertunjukan. Dan dengan Citra, dia memberikan pertunjukan sekelas Oscar

estur-gestur agung, tindakan tanpa pamrih sepe

ja bukan

ernah u

a memilih Citra sekarang; dalam arti tertentu, dia telah memilih kapasitasnya untuk cinta semacam itu be

egas lewat, tersandung. Sebuah nampan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
“Pernikahanku dengan Erlangga, pria yang kucintai selama lima tahun, tinggal hitungan minggu. Semuanya sudah siap untuk masa depan kami, sebuah kehidupan bersama yang terencana dengan indah. Lalu telepon itu datang: kekasih masa SMA Erlangga, Citra, ditemukan dengan amnesia parah, dan pikirannya masih meyakini bahwa dia adalah kekasih Erlangga. Erlangga menunda pernikahan kami, memintaku untuk berpura-pura menjadi kekasih kakaknya, Laksmana, dengan alasan "demi Citra." Aku menahan siksaan dalam diam, melihatnya menghidupkan kembali masa lalu mereka, setiap gestur cintanya kini hanya untuk Citra. Instagram Citra menjadi kuil publik untuk cinta mereka yang "bersemi kembali", dengan tagar #CintaSejati di mana-mana. Aku bahkan menemukan sebuah klinik canggih untuk Citra, berharap semua ini akan berakhir, tapi Erlangga mengabaikannya. Lalu, aku tak sengaja mendengar percakapannya: aku hanyalah "ban serep", "gadis penurut" yang akan menunggu, karena aku "tidak punya pilihan lain." Lima tahun hidupku, cintaku, kesetiaanku, direduksi menjadi sebuah kemudahan yang bisa dibuang begitu saja. Pengkhianatan yang dingin dan terencana itu merenggut napas dari paru-paruku. Dia pikir aku terjebak, bahwa dia bisa memanfaatkanku sesuka hati, lalu kembali padaku, dan mengharapkan rasa terima kasih. Aku limbung, mati rasa. Dan kemudian, aku bertemu Laksmana, kakak Erlangga yang pendiam. "Aku harus menikah, Laks. Dengan siapa pun. Segera." Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutku. Laksmana, yang selama ini hanya menonton dalam diam, menjawab: "Bagaimana kalau aku yang menikahimu, Anisa? Sungguhan." Sebuah rencana berbahaya dan nekat menyala di dalam diriku, dipicu oleh rasa sakit dan keinginan membara untuk sebuah pembalasan. "Baiklah, Laks," kataku, sebuah tekad baru mengeraskan suaraku. "Tapi aku punya syarat: Erlangga harus menjadi pendamping priamu, dan dia harus menjadi waliku dan menyerahkanku di pelaminan." Sandiwara akan segera dimulai, tapi sekarang, semua berjalan sesuai keinginanku. Dan Erlangga sama sekali tidak tahu, pengantin wanitanya adalah aku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 24