icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istri Kontrak: Penebusan Thorne

Istri Kontrak: Penebusan Thorne

Penulis: Karma Halim
icon

Bab 1 

Jumlah Kata:1345    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

mah sakit yang steril, meratapi b

s. Terpeleset dan jatuh. Tapi aku tahu k

nguk. Dia tidak membawa bun

rat cerai dan perj

habatku sendiri-sedang hamil. Mereka adalah "keluarga s

iatri palsu untuk menggambarkanku sebagai w

nya hampa tanpa emosi. "Atau kau akan dipindahkan dari kamar yang

lihan hidupku secara paksa. Dia sibuk bertemu dengan pengacara saat aku kehilangan anak kami. Aku bukan ist

-benar te

uaku muncul bagai hantu dari masa lalu. Dia meletakkan se

uar untukmu," bisiknya, matanya pen

ng terlupakan, sebuah perjanjian yang dibu

nya pria yang ditakuti suamiku lebih dari kematian itu send

a

sempat kudekap menghantuiku dalam keh

el di sprei tipis yang kaku, aroma kimia tajam yang menggores tenggorokanku setiap kali aku bernapas. Di luar jendela yang

ni, bunyi monitor jantung yang berirama dan merendah

, lengannya melindungi wanita yang pernah menjadi sahabatku. Matanya, ketika akhirnya melirik tubuhku yang terkulai di lantai, tidak menunjukkan ci

ip, serpihan itu menusuk lebih dalam. Para dokter menyebutnya kecelakaa

gku berdebar kencang di dada seperti burung yang terperangkap. Aku berharap itu

itu M

alam setelan jas yang dijahit sempurna, kainnya berwarna arang gelap yang seolah menyerap semua cahaya di

. Lihat saja dia. Dia bahkan tidak melihatm

asa dia gunakan untuk menutup kesepakatan bisnis. Suara yang du

lidahku terasa berat. Aku hanya memperhatikannya, jari-jariku

letakkannya di atas meja dorong di samping tempat tidurku dengan bunyi gedebuk yang steril. Hal

a akhirnya bertemu denganku. Datar, tanpa emosi. Rahangnya mengeras, otot kec

ara orang asing yang keluar dari tenggo

. Bukan rasa bersalah. Bukan penyesalan. K

uaranya merendah, menjadi sangat lembut dan berbahaya. "Dan kau

arahku terasa dingin saat aku membaca istilah-istilah hukum itu. Aku t

a seperti anak panah beracun. "Amelia sedang hamil. Kami tidak mau

amku. Ini bukan tragedi. Ini adalah pengambilalihan hidupku s

dia bertemu dengan pengacara. Dia melindungi wanita itu. 'Keluarga' sejat

semangat juangku terkuras habis, hanya menyisakan

buku-buku jarinya memutih saat dia mencengke

dihormati. Mereka semua mengatakan kau menderita delusi, paranoia. Bahwa kau berbahaya bagi dirimu sendiri dan orang lain.

kkanku ke rumah sakit jiwa. Dia akan menghapusku, melukisku sebagai wani

lir, panas dan tanpa suara, menuruni pelipisku dan ma

enangannya pulih sempurna. "Pengacaraku akan kemba

dengan bunyi klik lembut dan final yang menggem

monitor adalah satu-satunya bukti bahwa aku masih hidup. Aku tidak punya apa-apa. Tidak, aku le

angit, terdengar ketukan lembut. Pintu terbuka lag

a Cl

g disanggul rapi berdiri di sana. Ibu Ratna. Dia adalah pengacara orang tuaku, seorang wanita yang sudah bertahun

an dan tekad. Tangannya yang dingin dan kering menempel di lenganku sejen

sedikit pun keadaanku yang hancur. "Dan saya dengar... pria itu baru saja di

, berukir, dan kuno. Kunci itu berat, terbuat dari ku

antap dan yakin. "Mereka juga sangat pandai menilai karakter. Mereka sudah m

jari-jarinya menutup jari-jariku di sekelil

asaanku. "Kunci ini membuka brankas di Bank Sentral Jakarta. Di dalamnya, kau akan menemukan sebuah kontrak. Kontrak

g tuamu memastikan kau tidak akan pernah benar-ben

dengan berat kunci di tanganku dan secercah harapan yang me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kontrak: Penebusan Thorne
Istri Kontrak: Penebusan Thorne
“Aku terbaring dalam keheningan rumah sakit yang steril, meratapi bayi yang tak pernah sempat kudekap. Semua orang menyebutnya kecelakaan tragis. Terpeleset dan jatuh. Tapi aku tahu kebenarannya. Suamiku sengaja mendorongku. Marko akhirnya datang menjenguk. Dia tidak membawa bunga; dia membawa sebuah koper. Di dalamnya ada surat cerai dan perjanjian kerahasiaan. Dengan tenang dia memberitahuku bahwa selingkuhannya-sahabatku sendiri-sedang hamil. Mereka adalah "keluarga sejatinya" sekarang, dan mereka tidak mau ada "keributan". Dia mengancam akan menggunakan laporan psikiatri palsu untuk menggambarkanku sebagai wanita labil yang membahayakan diriku sendiri. "Tanda tangani surat-surat ini, Clara," dia memperingatkan, suaranya hampa tanpa emosi. "Atau kau akan dipindahkan dari kamar yang nyaman ini ke fasilitas yang lebih... aman. Untuk jangka panjang." Aku menatap pria yang pernah kucintai dan melihat sesosok monster. Ini bukan tragedi; ini adalah pengambilalihan hidupku secara paksa. Dia sibuk bertemu dengan pengacara saat aku kehilangan anak kami. Aku bukan istrinya yang berduka; aku adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan, sebuah benang kusut yang harus diikat. Aku benar-benar terperangkap. Tepat saat keputusasaan menelanku, pengacara lama orang tuaku muncul bagai hantu dari masa lalu. Dia meletakkan sebuah kunci tua yang berat dan berukir di telapak tanganku. "Orang tuamu meninggalkan jalan keluar untukmu," bisiknya, matanya penuh tekad. "Untuk hari seperti ini." Kunci itu membawaku pada sebuah kontrak yang terlupakan, sebuah perjanjian yang dibuat oleh kakek kami puluhan tahun yang lalu. Sebuah perjanjian pernikahan yang mengikatku pada satu-satunya pria yang ditakuti suamiku lebih dari kematian itu sendiri: Julian Aditama, miliarder kejam yang hidup menyendiri.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10