Karma Halim
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Karma Halim
Istri Kontrak: Penebusan Thorne
Romantis Aku terbaring dalam keheningan rumah sakit yang steril, meratapi bayi yang tak pernah sempat kudekap.
Semua orang menyebutnya kecelakaan tragis. Terpeleset dan jatuh. Tapi aku tahu kebenarannya. Suamiku sengaja mendorongku.
Marko akhirnya datang menjenguk. Dia tidak membawa bunga; dia membawa sebuah koper.
Di dalamnya ada surat cerai dan perjanjian kerahasiaan.
Dengan tenang dia memberitahuku bahwa selingkuhannya—sahabatku sendiri—sedang hamil. Mereka adalah "keluarga sejatinya" sekarang, dan mereka tidak mau ada "keributan".
Dia mengancam akan menggunakan laporan psikiatri palsu untuk menggambarkanku sebagai wanita labil yang membahayakan diriku sendiri.
"Tanda tangani surat-surat ini, Clara," dia memperingatkan, suaranya hampa tanpa emosi. "Atau kau akan dipindahkan dari kamar yang nyaman ini ke fasilitas yang lebih... aman. Untuk jangka panjang."
Aku menatap pria yang pernah kucintai dan melihat sesosok monster. Ini bukan tragedi; ini adalah pengambilalihan hidupku secara paksa. Dia sibuk bertemu dengan pengacara saat aku kehilangan anak kami. Aku bukan istrinya yang berduka; aku adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan, sebuah benang kusut yang harus diikat.
Aku benar-benar terperangkap.
Tepat saat keputusasaan menelanku, pengacara lama orang tuaku muncul bagai hantu dari masa lalu. Dia meletakkan sebuah kunci tua yang berat dan berukir di telapak tanganku.
"Orang tuamu meninggalkan jalan keluar untukmu," bisiknya, matanya penuh tekad. "Untuk hari seperti ini."
Kunci itu membawaku pada sebuah kontrak yang terlupakan, sebuah perjanjian yang dibuat oleh kakek kami puluhan tahun yang lalu.
Sebuah perjanjian pernikahan yang mengikatku pada satu-satunya pria yang ditakuti suamiku lebih dari kematian itu sendiri: Julian Aditama, miliarder kejam yang hidup menyendiri. Anda mungkin suka
My Doctor genius Wife
Amoorra
Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil.
Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal
Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa.
Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu.
Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun.
Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa.
Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya.
Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita.
Dia akan kembali pada mereka semua!
Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi!
Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri.
Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap.
Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara!
"Jangan Berharap aku akan menceraikanmu"
Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu.
"Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya"
Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda. Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.