icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatannya, Balas Dendam Mafia-ku

Bab 3 

Jumlah Kata:611    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

sha

ak lebih lama, sebuah tablo pe

umumku pada p

ak ada protes. Tidak ada pertanyaan. Hanya suara

lk-in closet yang sangat luas. Di sisiku, deretan pakaian berwarna krem, abu-abu, dan biru t

kamisol sutra berwarna merah darah. Aku menanggalkan gaun konservatif yang kukenakan dan memakainya. Aku melepaskan rambutku dari sanggul ketatnya, mengibaskann

kan. Syal cerah dan perhiasan mencolok yang berhenti kupakai karena ibunya, Eleanora, menyebutnya norak. Seluruh hidup yang telah kuserahkan, sepotong d

erenkripsiku lagi dan men

antuan.

ari organisasi ayahku dan teman setia

m. Tempa

sebuah bar tenang milik keluarga di pusat kota, tempat di mana urusan bisnis dilakukan

ok gelap yang kokoh di sebuah

Dia tidak perlu bertanya apa yang

i buruk, pijatan kaki, kemeja itu. Aku menceritakan tentang rasa malu yang me

tiap kata terucap. Dia memiliki naluri pelindung seorang w

itu anak Marko?" tanyanya, suaranya terdengar santai namun me

aguan yang menanamkan dirinya di tanah subur k

sehingga aku tidak melihat Baskara

r darinya dalam gelombang. Dia di sini bukan karena khawatir. Dia

idak memberi ruang untuk bantahan. Dia mencengk

ia mencengkeramku. Di meja nakas ada sebotol obat penghilang rasa sakit d

asa sakit untukku, tetapi dia telah menyiapkan hidangan mewah untuk Valentina-pancake, buah segar, jus jeruk. Dia me

i dengan mata Valentina. Dia membuan

alah bisikan dingin yang p

tunya. Jangan memprovokasiku lagi. Ka

n ngerinya. Dia melihat Ratu Mafia s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatannya, Balas Dendam Mafia-ku
Pengkhianatannya, Balas Dendam Mafia-ku
“Saat aku melihat suamiku memijat kaki selingkuhan mendiang kakaknya yang sedang hamil, aku tahu pernikahanku sudah berakhir. Dia membawa perempuan itu ke rumah kami dengan dalih "tanggung jawab keluarga", memaksaku melihatnya lebih mementingkan kenyamanan perempuan itu daripada janji suci kami. Pengkhianatan terakhir terjadi saat perempuan itu mencuri dan dengan sengaja merusak kalung warisan ibuku yang tak ternilai harganya. Ketika aku menamparnya karena penghinaan itu, suamiku justru menamparku untuk membelanya. Dia telah melanggar kode kehormatan suci dengan menyentuh putri dari Kepala Keluarga lain-sebuah pernyataan perang. Aku menatap matanya dan bersumpah di atas makam ibuku bahwa aku akan melancarkan balas dendam berdarah pada seluruh keluarganya. Lalu aku menelepon ayahku, dan penghancuran kerajaannya pun dimulai.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11