Willow Hart
4 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Willow Hart
Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
Romantis Ini adalah pernikahan ketigaku. Atau, setidaknya, seharusnya begitu. Gaun putih ini terasa seperti kostum untuk sebuah drama tragis yang terpaksa aku perankan berulang kali. Tunanganku, Damian Adiputra, berdiri di sampingku, tetapi tangannya mencengkeram lengan Elina Bratawijaya, teman "rapuh"-nya.
Tiba-tiba, Damian membawa Elina menjauh dari altar, menjauh dari para tamu, menjauh dariku. Tapi kali ini berbeda. Dia kembali, menarikku ke dalam mobilnya, dan membawaku ke sebuah tanah lapang terpencil. Di sana, dia mengikatku ke sebatang pohon, dan Elina, yang tidak lagi pucat, menamparku. Kemudian, Damian, pria yang berjanji akan melindungiku, memukulku, lagi dan lagi, karena telah membuat Elina kesal.
Dia meninggalkanku terikat di pohon, berdarah dan sendirian, di tengah hujan deras. Ini bukan pertama kalinya. Setahun yang lalu, Elina menyerangku di pernikahan kami, dan Damian memeluknya sementara aku berdarah. Enam bulan kemudian, dia "tidak sengaja" membakar sahabatku dan aku, dan Damian mematahkan pergelangan tangan sahabatku lalu tangan melukisku untuk menenangkan Elina. Karierku tamat.
Aku ditinggalkan di hutan, menggigil, kehilangan kesadaran. Tidak. Aku tidak boleh mati di sini. Aku menggigit bibirku, berjuang untuk tetap sadar. Orang tuaku. Bisnis keluarga kami. Itulah satu-satunya hal yang membuatku bertahan.
Aku terbangun di rumah sakit, ibuku di sisiku. Tenggorokanku serak, tetapi aku harus menelepon. Aku menekan nomor internasional, nomor yang sudah kuhafal sejak lama. "Ini Alana Maheswari," desisku. "Aku setuju dengan pernikahan itu. Seluruh aset keluargaku dipindahkan ke rekeningmu untuk perlindungan. Dan kau keluarkan kami dari negara ini." Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Romantis Bosku mendorongku ke sebuah ruangan untuk menangani pasien VIP yang mengancam akan bunuh diri. Namanya Evelyn Santoso, seorang influencer mode terkenal, yang sedang histeris karena tunangannya.
Tetapi ketika dia dengan berlinang air mata menunjukkan foto pria yang dicintainya, duniaku hancur berkeping-keping. Pria itu adalah suamiku selama dua tahun, Bima, seorang pekerja konstruksi baik hati yang kutemukan setelah sebuah kecelakaan membuatnya amnesia. Hanya saja di foto ini, dia adalah Brama Wijaya, seorang taipan kejam yang berdiri di depan gedung pencakar langit yang menyandang namanya.
Saat itu juga, Brama Wijaya yang asli masuk, mengenakan setelan jas yang harganya lebih mahal dari mobil Agya-ku.
Dia melewatiku seolah-olah aku tidak ada dan memeluk Evelyn.
"Sayang, aku di sini," gumamnya, suaranya dalam dan menenangkan, nada yang sama yang dia gunakan padaku setelah hari yang buruk. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku janji."
Dia telah mengucapkan janji yang sama persis kepadaku ratusan kali.
Dia mencium kening Evelyn, menyatakan bahwa dia hanya mencintainya—sebuah pertunjukan untuk satu penonton: aku. Dia menunjukkan kepadaku bahwa seluruh pernikahan kami, kehidupan kami bersama selama amnesianya, adalah rahasia yang harus dikubur.
Saat dia menggendong Evelyn keluar dari ruangan, matanya yang sedingin es menatapku untuk terakhir kalinya.
Pesannya jelas: Kamu adalah masalah yang harus dilenyapkan. Direklamasi oleh Pewaris Mafia
Romantis Pada tahun kelima pernikahannya, Nora Yates menemukan berita utama yang mengaitkan suaminya dengan wanita lain.
Temannya menggoda dia. "Stefan, kamu benar-benar kejam. Hanya karena Nora mengambil alih pacar Izabella, kamu menikahinya, memanjakannya, dan memberinya pil-pil yang membuatnya seperti orang bodoh."
Stefan Gordon memeluk Izabella Stewart yang sedang hamil, berbicara dengan dingin. "Dia membuat Izzie tidak bahagia. Dia harus membayar harganya."
Di luar ruangan pribadi, Nora, yang berjuang melawan depresi yang mendalam, nyaris jatuh pingsan.
Dengan tangan gemetar, dia menekan nomor telepon. "Katakan kepada perusahaan itu aku akan bergabung."
Selama lima tahun, Nora menjadi ibu rumah tangga yang terkurung di tempat tidur karena sakit.
Semua orang lupa bahwa dia pernah menjadi peretas legendaris yang ditakuti oleh setiap perusahaan besar. Anda mungkin suka
Pemuas Nafsu Keponakan
kodav Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel
Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku.
Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini.
Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku.
Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis.
Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai? Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.