icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Putra Rahasia Sang Alfa, Penawarku yang Dicuri

Bab 4 

Jumlah Kata:514    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

PANDAN

jurit paling tepercaya tanteku, seorang pria pendiam bernama Marco. Aku

Saat menyusuri jalan masuk yang panjang dengan deretan pohon ek, hatiku sakit. Tempat ini seharusn

ha hebat. Aku berjalan ke dapur dan hampir bisa mencium aroma pai beri terkenal ibuku. Air mata yang tidak kusadari masih tersisa mulai mengalir di wajahku.

tu. Aku tidak tahan tinggal di tempat yang begitu dinodai. Dia akan menangani transfer melalui para tetua kawanan, men

erharga yang ingin kusimpan: liontin ibuku, jurnal ayahku, sebua

e pintu, sebuah mobil berhenti me

"Kania! Ya Tuhan, aku sangat takut. Kau tidak ada di pu

pur dengan parfum Elara yang tersisa, memuakkan. Sentuh

a menjauh. Kekuatan itu mengejutkan kami berdua. Dia terhuyung mundur, m

u," kataku, suara

u. Dia dengan cepat mengubah taktik, ekspresinya melembut menjadi terluk

a membukanya untuk memperlihatkan kalung batu bulan. Kalung y

ya membuatk

u," kataku, s

i dia meraih lenganku. "Kania

ya lekat-lekat. Semua kepura-p

dingin. "Jika aku mati... jika racun itu akhirnya merenggutku... apa kau bah

t ternganga. Untuk sesaat, aku melihat kebenaran di

kental dengan emosi palsu. "Kau adalah segalanya bagik

ah kami. Dia mencoba menghancurkanku. Tapi dia akan segera tahu bahwa aku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Putra Rahasia Sang Alfa, Penawarku yang Dicuri
Putra Rahasia Sang Alfa, Penawarku yang Dicuri
“Selama tiga tahun, aku sekarat karena racun. Satu-satunya harapanku adalah penawar dosis tunggal, Ramuan Kelopak Rembulan. Suamiku, Alpha Yudha, telah memainkan perannya sebagai pasangan yang setia, dan aku percaya dia akan menyelamatkanku. Tapi melalui ikatan batin kami yang memudar, aku mendengar perintah rahasianya kepada tabib kawanan. "Berikan Ramuan Kelopak Rembulan pada ibu Elara Cantika." Alasannya menghancurkan duniaku berkeping-keping: "Elara memberiku seorang putra. Putra yang sehat dan kuat." Dia punya keluarga rahasia. Tiga tahun perawatan penuh kasihnya adalah kebohongan. Dia hanya menungguku mati. Dia bahkan membawakanku sisa sup mereka, memanggilku "serigala sakit," dan menodai rumah suci orang tuaku dengan selingkuhannya dan anak mereka. Dia berencana memberi tahu kawanan bahwa obatku dicuri, mengubah kematianku menjadi tragedi demi keuntungannya sendiri. Dia pikir aku serigala lemah yang sekarat. Dia tidak tahu badai macam apa yang baru saja dia bangunkan. Malam itu, aku mengumpulkan sisa kekuatanku dan memutuskan ikatan batin kami. Rasa sakitnya menyiksa jiwa, tapi aku tetap berjalan keluar dari rumah penuh kebohongan itu, hanya meninggalkan cincin kawinku. Aku tidak akan mati. Aku akan hidup untuk melihat dunianya terbakar habis.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15