icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kekayaanku, Keluarga Benalunya

Bab 3 

Jumlah Kata:369    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

enarnya," bisik Karin pada Dahlia, cu

tulus yang belum pernah kulihat dia tunjukkan padaku. "Dahl

, memuja-muja Dahlia, sama sekali me

elama enam tahun, akhirnya membeku menjadi es. Setiap tetes ke

Skandal keuangan besar yang melibatkan sang Jenderal telah meledak. Tanah m

a kekayaan mereka, meninggalkan keluarga Hartono menghadapi para pemangsa sendirian. Dahlia te

atah

di dunia medis, sudah sangat kaya. Aku sedang berkencan dengan

nilai tujuh puluh

g mereka dan menyelamatkan nam

wajiban, Bayu memintaku untuk menikahinya

k pernah

gannya. Prajurit lain di unitnya mengeje

ang aku miliki untuk keluarga ini, percaya aku b

gelilingi Dahlia seolah-olah dia

adaku. Rumah mereka. Reputa

dua miliar setahun. Aku membayar pakaiannya, perjalanan liburan musim seminya, mobilnya. Aku

aginya lebih dari yang

a Rupiah. Aku membelikan mereka mobil baru setiap dua tahun. Aku me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kekayaanku, Keluarga Benalunya
Kekayaanku, Keluarga Benalunya
“Aku seorang dokter bedah saraf dengan penghasilan lebih dari lima miliar Rupiah sebulan. Aku menafkahi suamiku, seorang kapten tentara, dan seluruh keluarga benalunya. Setelah aku menyelamatkan mereka dari kehancuran finansial dengan cek senilai 75 miliar Rupiah, aku merencanakan liburan keluarga termewah ke Monako-jet pribadi, kapal pesiar sewaan, semua atas biayaku. Malam sebelum kami berangkat, suamiku mengumumkan mantan pacarnya, Dahlia, akan ikut. Dia sudah memberikan kursi jet pribadiku yang kubayar kepada wanita itu. Tiket baruku? Penerbangan komersial dengan transit di zona perang. "Dahlia itu rapuh," jelasnya. "Kamu kan kuat." Keluarganya setuju, memuja-muja Dahlia sementara aku berdiri di sana, tak terlihat. Adik iparku bahkan berbisik pada Dahlia, "Aku harap kamu kakak iparku yang sebenarnya." Malam itu, aku menemukan Dahlia di tempat tidurku, mengenakan gaun tidur sutra milikku. Saat aku menyerangnya, suamiku merentangkan tangan melindungi Dahlia dariku. Keesokan paginya, sebagai hukuman atas "perilakuku", dia memerintahkanku untuk memasukkan tumpukan koper mereka ke dalam iring-iringan mobil. Aku tersenyum. "Tentu saja." Lalu aku masuk ke ruang kerjaku dan menelepon. "Ya, saya punya sejumlah besar bahan terkontaminasi," kataku pada layanan pembuangan limbah berbahaya. "Saya mau semuanya dibakar habis."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10