icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pembalasan Pamungkas Mantan Istri

Bab 4 

Jumlah Kata:711    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

mendatangkan staf baru, makanan yang lebih baik, dan rasa keteraturan. Anak-anak yang

mereka, membalas dengan kekejaman yang sama yang pernah mereka alami. Aku melihat merek

udian, Baskara munc

dak menatap mataku. "Bunga demam tinggi. Dia men

palanya tertunduk. Cerita lama yang sama. Dia

katanya, suaranya tulus. "Keluarga yang baik. D

ongnya. "Pemerintah sudah mendaftark

h. Baiklah... seti

uh apa pun dar

Sekolah yang sama tempat keluarga Aditama mendaftark

ikan-bisikan mengikutiku seperti hantu di sepanjang koridor. Kemudian meni

edy mencoba membunuh saudara a

sampai mematahkan lengannya se

kantin. Aku menahan semuanya dengan kesabaran yang dingin dan acuh tak acuh. Aku hanya perlu bertahan sedikit lebih lama. Di kehidupanku yang pertama,

ya terjadi di

k pensil kayunya yang berat ke seberang ruangan

penuh kepolosan palsu. Be

uruh kelas. "Kakakku kasihan sekali padamu. Dia bilang kau mungkin hanya be

menonton, menun

kursiku bergesekan d

nyum puasnya goyah, diganti

rsinya. Dia memekik saat aku menariknya ke belakang kelas, tempat pe

kepalanya ke

atuk-batuk dan berteri

g kepalanya kembali ke bawah air. "Lain kali kau menyebut

an lantang agar seluruh kelas mendengarnya. "Kau berbohong untuk diadopsi. Kau

erbelalak. Beberapa dari mereka mulai berbisik. "Dia benar.

ilang pada guru

darat dengan keras di lengan kiriku. Lengan yang sama. Rasa sakit yang menyilaukan

nya segelap awan badai. Dia membantu Bunga yang m

egangi lenganku, dan wajahny

dia mencoba menenggelamkanku! Suruh dia pergi! Aku ti

as. "Kau dengar dia," katanya. Dia

patah dan menyakitkan. "Tent

wajahnya. "Eva, aku akan menebusnya. Aku akan m

an kasar. Wali kelas kami, Pak Harrison, berd

ggelegar. "Orang tuamu ada di sini! Mer

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pembalasan Pamungkas Mantan Istri
Pembalasan Pamungkas Mantan Istri
“Hal terakhir yang diberikan suamiku selama dua puluh tahun, Baskara Aditama, adalah surat bunuh diri. Surat itu bukan untukku. Surat itu untuk Bunga Lestari, adik angkatnya, wanita yang telah menjadi hantu yang menghantui pernikahan kami sejak awal. Dia menembakkan peluru ke kepalanya, dan dengan napas terakhirnya, dia memberikan seluruh kerajaan teknologi kami-hasil kerja kerasku seumur hidup-kepada Bunga dan keluarganya. Selalu saja dia. Dialah alasan anak kami mati, membeku kedinginan di dalam mobil mogok sementara Baskara bergegas menolongnya karena Bunga menciptakan krisis palsu lagi. Seluruh hidupku adalah perang melawannya, perang yang sudah telak aku kalahkan. Aku memejamkan mata, lelah luar biasa, dan ketika aku membukanya lagi, aku sudah menjadi seorang remaja. Aku kembali ke panti asuhan, tepat di hari ketika keluarga kaya Aditama datang untuk memilih seorang anak untuk diasuh. Di seberang ruangan, seorang anak laki-laki dengan mata penuh siksaan yang kukenali sedang menatap lurus ke arahku. Baskara. Dia tampak sama terkejutnya denganku. "Eva," bisiknya tanpa suara, wajahnya pucat pasi. "Maafkan aku. Kali ini aku akan menyelamatkanmu. Aku janji." Sebuah tawa getir nyaris lolos dari bibirku. Terakhir kali dia berjanji akan menyelamatkanku, putra kami berakhir di dalam peti mati kecil.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10