icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai

Bab 4 

Jumlah Kata:852    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

sikan sege

nindita, s

anita gila yang akan membunuh

kafe yang sunyi, itu seperti teriakan. Masing-mas

elah membunuh anaknya sendiri. Pekerjaan yang merendahkan, menggosok lantai sampai tanganku berdarah. Pukulan di kegelapan, ketakutan yang terus-m

atanya menyala-ny

rnya dan melemparkanny

Anak kecil itu

ma yang ditulis dengan buru

d ma

ng putranya, matanya yang memerah

... dia mencoba menyakiti put

persiapkan, menunjuk jari gemuknya ke ara

erbu, menempatkan dirinya di antara aku dan

ya rendah dan geram. "Dia hanya anak-anak!

ersedak. Telingaku dipenuhi suara m

bersinar karena bangga. "Terima kasih, Eva," katanya padaku di depan semua teman kami. "Terim

elah dia hancurkan seca

uki kafe. Rekan-rekan lamaku. Orang-orang yang pern

unangannya yang menangis, anak mereka yang ketakutan, dan aku-m

va Ani

benar-benar t

dulu reporter investiga

nya sendiri. Apa y

ng kemarahan dingin dan

a sangat rendah. "Jangan mempermal

ukannya. Itulah

berkeliling ruangan, memainkan peran sebagai korban yang anggun

saat dia mulai protes lag

erasakan mata David menatapku sejenak. Aku melihatnya memperhatikan bekas luka samar yang

. Dan kemudian

ke sebuah toko kelontong kecil. Aku membeli dupa, uang kertas untuk dibakar,

ksi lain ke

p dengan apa

putnya ditumbuhi ilalang. Patung

isan Leo, tertulis dengan

IBU PEMBUNUH

akan sakit fisik, seolah-olah kata-kata it

..." d

ukuku menggores batu, patah dan berdarah, tetapi cat itu tidak mau hilang. Darahk

o pudar wajah tersenyum Leo, tubuhku kejang karena isak tangis yang tidak bisa lagi kutahan. R

, menempelkan pakaian tipisku ke kulitku, tapi aku tidak merasakannya. Aku ha

sisa hari itu dengan berlutut, mencabuti setiap rumput liar. Aku pergi ke se

, aku dengan hati-hati meletakkan ma

ganku bertumpu pada marme

iapa pun yang melakukan ini padamu... pada ki

kembali ke rumah. Aku basah kuyup, lelah,

rganti pakaian. Rambutnya sedikit acak-acaka

nya dipenuhi amarah dan sesuatu yang l

nya tanpa sepatah kat

rhenti dengan tangan di tiang tangga. "Hari in

nya m

inya. Kakiku lemas, dan ak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
“Di hari mereka menguburkan putraku yang berusia empat tahun, Leo, yang tewas karena tabrak lari, si pengemudi, Karin Gunawan, muncul di makamnya. Dia tersenyum, menjatuhkan mainan favorit Leo ke dalam peti matinya yang terbuka, dan menyebutnya "anak kecil yang ceroboh." Suamiku, David Adiwijaya, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta, pilar kekuatan kota ini, hanya berdiri di sana. Diam. Aku, seorang jurnalis investigasi, tahu aku akan menemukan keadilan. Aku punya bukti, saksi, dan rekam jejak pemenang Anugerah Adinegoro. Tapi Karin Gunawan berbeda. Hakim, yang berutang budi pada ayahnya yang berkuasa, menolak semuanya. Dia bebas. Lalu, petugas pengadilan memanggil namaku. "Eva Anindita, Anda ditahan." Suamiku sendiri, ayah Leo, menuntutku atas kelalaian kriminal. Dia memutarbalikkan dukaku, pencarianku yang panik akan kebenaran, menjadi obsesi paranoid. Sahabatku, Shinta, bersaksi melawanku, mengklaim aku tidak stabil. Juri menyatakan aku bersalah. Tiga tahun di penjara dengan keamanan maksimum. Karena menjadi seorang ibu yang berduka. Karena kehilangan putraku. Aku kehilangan satu anak lagi di penjara, sebuah rahasia yang kukubur dalam-dalam. Kenapa? Kenapa dia melakukan itu? Kenapa dia mengkhianatiku? Di hari aku dibebaskan, aku menemukannya di makam Leo, bersama Karin dan putra mereka. "Papa, apa kita bisa beli es krim sekarang?" Karin berkata manja, "Kita harus menyapa kakakmu dulu." Duniaku hancur berkeping-keping. Dia tidak hanya menjebakku; dia telah menggantikanku. Dia telah menggantikan putra kami.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15