icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Bab 6 

Jumlah Kata:521    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ap inci tubuhku berdenyut. Aku kembali ke ranjang rum

u bergetar. Aku meraihnya dengan tang

k Elara Anindita?" tan

jawabk

dapat... perhatian khusus di sini. Seseorang membaya

rcekat. Kep

itu, suaranya tanpa simpati. "Tulang rusuknya pata

ggamanku, jatuh ke lantai

a tampak lelah, tapi wajahnya tidak menunj

ta

" yang membayar p

ritaan ke leher dan punggungku. "Bagaimana bisa?" bisikku, suaraku pecah.

presinya mengeras. Dia membungkuk dan mence

ah," geramnya, matanya sedingin es. "Kayla adalah orang baik.

matanya, mata yang pernah kucintai, dan

mengancamnya,"

tanya, suaranya turun me

luncur dari mataku dan mendarat di ta

ancur. "Jangan sakiti dia. Tolong, Bram. Aku

yakiti ibumu, Elara," katanya, suaranya melembut menjadi belaian yang akrab dan me

keningku. Aku tidak meras

u mengangguk, b

nya, penjara

meni

arena pendarahan internal yan

engerian menyelimuti pandanganku. Aku melihatnya terbarin

anku gemetar terlalu hebat

serak dan seperti bina

sama. Aku mengadakan pemakaman kecil

uk ke pesan suara. Aku menelepon

Dia berada di sebuah konser yang ramai dan berisik, tertawa dan menari. Kamera berg

ke konser denganku, dan dia selalu menolak

ongan

dari bibirku. Aku

eli sebuah liontin perak sederhana.

adaku. "Aku akan membawamu pe

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
“Tunanganku, dokter bedah terbaik di Jakarta, selalu merawatku dengan sangat baik. Itulah sebabnya pernikahan kami sudah ditunda tiga puluh tiga kali. Lalu, suatu malam di rumah sakit, aku tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. Dia mengaku bahwa dialah dalang di balik tiga puluh tiga "kecelakaan" yang kualami. Dia jatuh cinta pada seorang dokter residen baru bernama Kayla, dan tidak sanggup menikahiku hanya karena kewajiban keluarga. Kekejamannya semakin menjadi-jadi. Saat Kayla memfitnahku telah menamparnya, dia mendorongku kembali ke tempat tidur dengan kasar dan memakiku gila. Saat Kayla berpura-pura mau bunuh diri di atap gedung, dia bergegas menyelamatkannya, membiarkanku terjatuh dari tepi atap tanpa menoleh sedikit pun. Saat aku terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, dia menyuruh orang memukuli ibuku di penjara sebagai hukuman, dan ibuku meninggal karena luka-lukanya. Di hari pemakaman ibuku, dia malah mengajak Kayla menonton konser. Aku adalah tunangannya. Ayahku telah mengorbankan kariernya untuk menyelamatkan ayahnya. Keluarga kami telah mengikat kami bersama. Namun, dia menghancurkan tubuhku, ibuku, dan suaraku, semua demi seorang wanita yang baru saja dikenalnya. Akhirnya, dia membiarkan Kayla, wanita yang dicintainya, melakukan operasi pada tenggorokanku. Dan Kayla sengaja menghancurkan pita suaraku, melenyapkan kemampuanku untuk bernyanyi selamanya. Saat aku terbangun, tanpa suara dan hancur lebur, dan melihat senyum kemenangan yang licik di wajahnya, aku akhirnya mengerti segalanya. Aku mematahkan kartu SIM-ku, berjalan keluar dari rumah sakit, dan meninggalkan semuanya. Dia telah merenggut suaraku, tapi dia tidak akan bisa merenggut sisa hidupku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20