icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Bab 5 

Jumlah Kata:577    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

emua pikiran, semua

a yang terjadi di balik pintu

h berpegang pada sepotong harapan. Mungkin dia

k, satu demi satu, sampai aku be

an aku men

ranya, diikuti oleh suaran

galkan kekosongan yang begitu luas hin

eriak atau menangis. Aku tidak akan membe

tuk menahan isak tangis. Aku terhuyung-huyung keluar dari ho

bah dari hitam menjadi abu-abu. Pikiranku adalah ruang siksaan tanpa henti, memutar

hidup di dalam diriku, beban y

pakaiannya kusut, aroma samar

gannya?" tanyaku, s

a tidak enak badan. Dia dibi

edihkan, begitu menghi

h karena histeris. "Bram, apa kamu ma

enipis. "Berhentilah bersikap dramatis, Elara. Pe

pergi, menuju kamar mand

a akhirnya datang, panas dan pahit. Bagaimana aku bisa begitu

ergerak seperti robot, pikiranku mati rasa. Akhirn

ang mencengkeram lenganku. Brama menyere

mobil,"

ku, berjuang mela

dan melaju kencang, begitu cepat hingga ban berdecit.

eludah, suaranya geraman rendah. "Kamu m

ku tidak melak

! Dia bilang kamu memberitahunya jika dia tidak pergi, kamu akan menghancurkan karierny

. Ini gila. Ini adalah

" kataku, suaraku

ap. Kayla ada di sana, berdiri sangat dekat

aafkan aku! Aku akan pergi! Tolong, jangan sakiti aku! A

nya dipenuhi kepanikan. Dia bergegas k

eraih Kayla. Gerakan tiba-tiba

rsangkut d

yla, matanya dipenuhi kelegaan dan kekhawatir

t tanpa

itkan saat tubuhku menghantam

kesadaran adalah Brama memeluk Kayla, sama se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
“Tunanganku, dokter bedah terbaik di Jakarta, selalu merawatku dengan sangat baik. Itulah sebabnya pernikahan kami sudah ditunda tiga puluh tiga kali. Lalu, suatu malam di rumah sakit, aku tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. Dia mengaku bahwa dialah dalang di balik tiga puluh tiga "kecelakaan" yang kualami. Dia jatuh cinta pada seorang dokter residen baru bernama Kayla, dan tidak sanggup menikahiku hanya karena kewajiban keluarga. Kekejamannya semakin menjadi-jadi. Saat Kayla memfitnahku telah menamparnya, dia mendorongku kembali ke tempat tidur dengan kasar dan memakiku gila. Saat Kayla berpura-pura mau bunuh diri di atap gedung, dia bergegas menyelamatkannya, membiarkanku terjatuh dari tepi atap tanpa menoleh sedikit pun. Saat aku terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, dia menyuruh orang memukuli ibuku di penjara sebagai hukuman, dan ibuku meninggal karena luka-lukanya. Di hari pemakaman ibuku, dia malah mengajak Kayla menonton konser. Aku adalah tunangannya. Ayahku telah mengorbankan kariernya untuk menyelamatkan ayahnya. Keluarga kami telah mengikat kami bersama. Namun, dia menghancurkan tubuhku, ibuku, dan suaraku, semua demi seorang wanita yang baru saja dikenalnya. Akhirnya, dia membiarkan Kayla, wanita yang dicintainya, melakukan operasi pada tenggorokanku. Dan Kayla sengaja menghancurkan pita suaraku, melenyapkan kemampuanku untuk bernyanyi selamanya. Saat aku terbangun, tanpa suara dan hancur lebur, dan melihat senyum kemenangan yang licik di wajahnya, aku akhirnya mengerti segalanya. Aku mematahkan kartu SIM-ku, berjalan keluar dari rumah sakit, dan meninggalkan semuanya. Dia telah merenggut suaraku, tapi dia tidak akan bisa merenggut sisa hidupku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20