icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Bab 4 

Jumlah Kata:500    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

n penata rias mengikutinya masuk ke dalam rumah, le

apku. "Kita akan pergi ke malam gala

epan umum, dia harus menjaga ilusi bahwa aku adalah tunangan

menjuntai, perhiasan elegan, riasan tanp

ya. Aku meraih pintu pe

elakang," katany

tapnya,

itu adalah hal yang paling normal di dunia. "D

rat. Dia tahu itu. Dulu dialah yang mengingat

irku. Aku membuka pintu belakang

k bersinar dalam gaun yang serasi dengan s

a, suaranya semanis madu. "Aku sangat takut tadi mal

ab. Dia mengulurkan tangan dan dengan lembut menepu

terasa seperti

erbelalak kaget. "Oh! Mbak Elara, Anda di sini juga! Maaf seka

a dengan tegas. "T

aku pusing, dan gelombang mual naik ke tenggorokanku. Di depan, Brama dan Kay

ersenyum. Dia akan memperkenalkanku dengan sopan kepada rekan-rekannya, dan kemudian segera mengalihkan perhatian

n kaki. Dia adala

enjadi terlalu berat. Aku permisi, melarik

ota, mencoba bernapas melewati simpul rasa sakit di dadaku. Ketika aku

ku mel

ayla ke dalam pelukannya. Wajah Kayla memerah,

t dia membisikkan sesuatu di telinganya. "Tidak apa-apa. A

ang. Aku mengikuti mere

ngkahnya tergesa-gesa. Aku melihatnya be

tu kunci untuk membuka pintu k

nku berdiri sendirian di lo

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
“Tunanganku, dokter bedah terbaik di Jakarta, selalu merawatku dengan sangat baik. Itulah sebabnya pernikahan kami sudah ditunda tiga puluh tiga kali. Lalu, suatu malam di rumah sakit, aku tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. Dia mengaku bahwa dialah dalang di balik tiga puluh tiga "kecelakaan" yang kualami. Dia jatuh cinta pada seorang dokter residen baru bernama Kayla, dan tidak sanggup menikahiku hanya karena kewajiban keluarga. Kekejamannya semakin menjadi-jadi. Saat Kayla memfitnahku telah menamparnya, dia mendorongku kembali ke tempat tidur dengan kasar dan memakiku gila. Saat Kayla berpura-pura mau bunuh diri di atap gedung, dia bergegas menyelamatkannya, membiarkanku terjatuh dari tepi atap tanpa menoleh sedikit pun. Saat aku terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, dia menyuruh orang memukuli ibuku di penjara sebagai hukuman, dan ibuku meninggal karena luka-lukanya. Di hari pemakaman ibuku, dia malah mengajak Kayla menonton konser. Aku adalah tunangannya. Ayahku telah mengorbankan kariernya untuk menyelamatkan ayahnya. Keluarga kami telah mengikat kami bersama. Namun, dia menghancurkan tubuhku, ibuku, dan suaraku, semua demi seorang wanita yang baru saja dikenalnya. Akhirnya, dia membiarkan Kayla, wanita yang dicintainya, melakukan operasi pada tenggorokanku. Dan Kayla sengaja menghancurkan pita suaraku, melenyapkan kemampuanku untuk bernyanyi selamanya. Saat aku terbangun, tanpa suara dan hancur lebur, dan melihat senyum kemenangan yang licik di wajahnya, aku akhirnya mengerti segalanya. Aku mematahkan kartu SIM-ku, berjalan keluar dari rumah sakit, dan meninggalkan semuanya. Dia telah merenggut suaraku, tapi dia tidak akan bisa merenggut sisa hidupku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20