icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Bab 3 

Jumlah Kata:717    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

, aku tidak pulang. Aku naik taksi la

ruangan besar yang dipenuhi buku-buku bersampul k

mantap. "Saya ingin membatal

nya sangat terkejut. "Elara? Ada apa ini? Apa

" aku berbohong. "Ini bukan tentang dia. Ibu saya akan segera keluar dari pe

bisa kupikirkan yang akan dia

hirnya. "Jika ini yang benar-benar kamu inginkan, aku tidak akan menghalangimu. Aku akan meminta

sih," bisi

g kerja terbuka. "Si

ntu, kunci mobilnya tergantung di t

mu, Elara. Kupikir kita bis

pat-cepat menjawab, "Kami baru saja membicarak

ia sama sekali tidak sadar

k makan malam," umumkannya, merangkul

ngku. Setiap gerakannya adalah pengingat yang menyakitkan akan cinta yang sekarang kutahu adalah kebohongan. Dulu kupikir kebiasaa

ia kepada ayahnya. "Tempat untuk pernikahan sudah di

arpuku berdent

a berkerut. "Bram, itu mungkin jadi masalah. Elara

enjadi

pon Brama berdering, meme

ik layar.

r suaranya yang lemah dan penuh air mata. Di

amu di mana? Aku datang sekarang juga,"

yang baik sebelumnya hilang. "Kenapa kamu mau membatalkan per

gelengkan kepala. "Sudahlah. Kita b

an, kaki kursinya bergesekan keras

h, rasa sakit yang akrab menetap di dadak

n tapi singkat kepada Pak Wijaya, aku meningg

gat. Rambutnya lebih banyak beruban, dan matanya,

alui telepon pengunjung. "Bagaimana kabarmu? A

memar baru di lenganku. "Mereka sangat baik padaku, Bu,"

di wajahnya. "Ibu minta maaf tidak bisa ad

erasa besar. "Sebenarnya, B

emudar. "Ap

at karena air mata yang tertahan. "Kita akan pergi ke tem

ng dalam dan menyayat hati. Dia tahu, tanpa a

ir mata mengalir di pipinya. "Apa pun

rsama Brama. Rasanya dingin dan kosong, sebu

Aku hanya mengambil apa yang benar-benar milikku. Pakaian, perhi

ak pulang

g keesokan har

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya
“Tunanganku, dokter bedah terbaik di Jakarta, selalu merawatku dengan sangat baik. Itulah sebabnya pernikahan kami sudah ditunda tiga puluh tiga kali. Lalu, suatu malam di rumah sakit, aku tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. Dia mengaku bahwa dialah dalang di balik tiga puluh tiga "kecelakaan" yang kualami. Dia jatuh cinta pada seorang dokter residen baru bernama Kayla, dan tidak sanggup menikahiku hanya karena kewajiban keluarga. Kekejamannya semakin menjadi-jadi. Saat Kayla memfitnahku telah menamparnya, dia mendorongku kembali ke tempat tidur dengan kasar dan memakiku gila. Saat Kayla berpura-pura mau bunuh diri di atap gedung, dia bergegas menyelamatkannya, membiarkanku terjatuh dari tepi atap tanpa menoleh sedikit pun. Saat aku terbaring lumpuh di ranjang rumah sakit, dia menyuruh orang memukuli ibuku di penjara sebagai hukuman, dan ibuku meninggal karena luka-lukanya. Di hari pemakaman ibuku, dia malah mengajak Kayla menonton konser. Aku adalah tunangannya. Ayahku telah mengorbankan kariernya untuk menyelamatkan ayahnya. Keluarga kami telah mengikat kami bersama. Namun, dia menghancurkan tubuhku, ibuku, dan suaraku, semua demi seorang wanita yang baru saja dikenalnya. Akhirnya, dia membiarkan Kayla, wanita yang dicintainya, melakukan operasi pada tenggorokanku. Dan Kayla sengaja menghancurkan pita suaraku, melenyapkan kemampuanku untuk bernyanyi selamanya. Saat aku terbangun, tanpa suara dan hancur lebur, dan melihat senyum kemenangan yang licik di wajahnya, aku akhirnya mengerti segalanya. Aku mematahkan kartu SIM-ku, berjalan keluar dari rumah sakit, dan meninggalkan semuanya. Dia telah merenggut suaraku, tapi dia tidak akan bisa merenggut sisa hidupku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20