icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Akan Memaafkanmu

Bab 4 taman belakang

Jumlah Kata:1629    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

disimpannya. Alea berdiri di balkon lantai dua, memandangi tetes air yang jatuh deras di tama

men di ruang kerja. Bukan tatapan seorang ayah kepada anak. Bukan juga sekadar kekaguman. Ada sesuatu yang lebih gelap di balikn

nggenggam erat

suara Marina terden

a. "Nggak apa-apa, Tante. Cuma... keding

mut. "Kau harus berhati-hati, sayang. Musi

ah memudar. Marina tidak tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi di dalam rumah ini. Ia hanya tahu bahwa Alea a

pemeriksaan rutin," ucap Marina sambil memb

harus ke kampus, Tante. Ad

sarapan, ya? Aku titip pesan untuk Pak Reyna

Ia tidak ingin sendirian d

an jas hujan dan memutuskan berangkat lebih awal dengan ojek on

di ruang tamu, mengenakan setelan kerja abu-abu

Reynald tanpa menoleh,

"Iya, tapi ak

an. Aku

n, tapi perintah. Alea m

ih anak di rumah ini. Selama aku di sini,

n, menuruti saja karena tak ingin Marina curiga. Sepanjang perjalanan, tak satu kata pun teru

pria itu tiba-

ut padak

perlahan, menatap wajah pria itu dari samping. Rahangnya tegas, sorot mata

ak," jawabnya gugup. "Aku

, sudut bibirnya melengkung tipis. "

uma ingin semuanya kembali seperti dulu. S

ujan sema

ngnya mengeras. "Kadang sesuatu yang suda

a di kepala gadis

isi pikirannya sama sekali bukan tentang penelitian atau dosen pembimbing. Semua hanya berputar pada satu h

pulang dari rumah sakit. Hanya suara hujan yang mulai re

suara Reynald terden

engan kemeja yang lengannya digulung. Terlihat lebih santai, tapi justru lebih b

b Alea cepat. "A

melangkah mend

elan ludah, tubuhnya menegang. Ia ing

ariku," ucap Reynald a

Alea, berusaha tegar. "Aku h

natapnya lekat. "Kau pikir aku

ru membuat Alea semakin gugup. "Tapi akhir

antung di an

"Mungkin kau benar. Aku terlalu banyak memikirkan h

tu yang berat. Ia melangkah pergi, meninggalkan

sedikit tenang. Tapi Marina mulai curiga dengan perubahan suasana di rumah. Ia sering me

dekati Alea yang sedang

u boleh tan

u, Ta

n Om Reynald kenapa? Kali

ada apa-apa, Tante. Mungk

aku harap kalian tetap bisa seperti dulu. Kau tahu, Alea,

rkaca. "Aku tahu, Tante. Aku berja

h udara segar. Bulan setengah tampak samar di langit, menembus awan tipis

dak bis

rapa langkah. Wajahnya teduh, tapi ada luka di mata itu. Luka yang sama

ngin udara

alu duduk di sisi lain bangku,

iam. Hanya suara jangkrik dan

pertama kali aku melihatmu di panti asuhan, aku

noleh p

ilang ke Marina, 'Gadis ini akan membawa cahaya di rumah kita.' Dan ak

juga perih. "Aku hanya beruntung

lama. "Mungkin akul

tungnya berdetak terlalu cepat. Ia berdiri tiba

n, tapi Alea sudah melan

s itu menghilang di balik pintu. Hatinya berperang hebat,

t. Wajahnya tampak lelah tapi cerah. "Dokter bilang hasilny

g. "Syukurlah, Tante

sana - karena ia tahu, jika Marina berhasil hamil, semua akan berubah. Mungkin itulah yang seh

inya belum ingin mem

kali langsung berteriak memanggil Reynald. Ia panik, mengguncang tubuh wanita itu

okter menjelaskan bahwa Marina terlalu memaksakan d

a tertunduk, tangan menggenggam erat. Alea du

ara Reynald parau. "Aku

r Alea pelan. "Tante hanya butuh

gi ada sesuatu yang tak terucap. Tapi kali ini bukan g

sesuatu terjadi pada Marina, aku t

ya spontan. "Tante akan

eri kekuatan, tapi di dalam hati mereka berdua, b

luarga di dinding - foto saat ulang tahun Reynald tahun lalu, di mana Marina tersenyum bah

ih belum

a panjang di bawah cahaya lampu. Alea berdiri, hendak pamit

seseorang u

melihat wajah lelah pria i

salahnya, tentang masa lalunya, tentang bagaimana ia mencintai Marina tapi merasa kehilangan

hirnya, ketika Reynald menunduk, menatap mata Alea begitu dekat, keduany

iba-tiba, suar

.. jangan rus

apnya lama, m

hmu, Alea. Tapi aku juga tidak bi

enetes di

te, jangan buat semuany

itu sendiri, tenggelam dalam p

uk pertama kalinya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Akan Memaafkanmu
Aku Tidak Akan Memaafkanmu
“Alea diangkat oleh pasangan kaya, Reynald dan Marina, saat ia berusia delapan tahun. Reynald, seorang pengusaha sukses, dan Marina, wanita lembut yang lama berjuang untuk memiliki anak, menganggap Alea sebagai anugerah. Kini, di usia dua puluh dua, Alea tumbuh menjadi perempuan yang cerdas dan berparas menawan. Namun, setelah bertahun-tahun hidup bersama, hubungan keluarga itu mulai berubah arah. Reynald mulai merasa ada sesuatu yang berbeda setiap kali melihat Alea - bukan perasaan ayah terhadap anak, tapi sesuatu yang keliru dan menakutkan bagi dirinya sendiri. Alea pun bingung. Ia menghormati ayah angkatnya, tapi sejak beberapa bulan terakhir, Reynald bersikap aneh: perhatian berlebihan, tatapan yang membuatnya tak nyaman, dan alasan-alasan kecil agar mereka selalu berdua. Marina tidak tahu apa pun. Ia sibuk mengurus yayasan sosial dan terus berusaha menjalani terapi agar bisa hamil. Ia percaya keluarga mereka bahagia - tanpa menyadari badai yang diam-diam sedang terbentuk di dalam rumahnya. Namun, ketika sebuah kejadian tak terduga terjadi - sebuah video pengintai di rumah menunjukkan sesuatu yang tak seharusnya - rahasia yang mereka simpan bertahun-tahun pun mulai terbongkar satu per satu. Apakah Marina akan mengetahui kebenaran yang mengubah segalanya? Ataukah Alea akan memilih diam demi melindungi keluarga yang sudah memberinya kehidupan kedua?”
1 Bab 1 Di depan panti asuhan2 Bab 2 Marina tidak tidur sama sekali3 Bab 3 kenapa terasa cocok dengan suasana hati4 Bab 4 taman belakang5 Bab 5 Alea pun hidup dalam kebisuan6 Bab 6 pergi bukan sekadar kepergian7 Bab 7 kesempatan besar8 Bab 8 mereka ingin Alea memimpin9 Bab 9 Ini sudah terlalu jauh10 Bab 10 rumor yang disebarkan11 Bab 11 merusak reputasiku12 Bab 12 Semua orang akan tahu siapa Alea yang sebenarnya13 Bab 13 Aku bisa menghadapi apa pun14 Bab 14 kesempatan terakhirnya15 Bab 15 pastikan semua pihak melihatnya16 Bab 16 memuat tuduhan17 Bab 17 penyelidikan18 Bab 18 Di apartemen kecil19 Bab 19 mobil yang perlahan mati20 Bab 20 Kapalnya berangkat jam dua belas21 Bab 21 ketenangan itu menipu22 Bab 22 Kalian memang harus curiga23 Bab 23 Di luar markas24 Bab 24 mereka terasa rapuh25 Bab 25 setiap detik terasa seperti satu jam26 Bab 26 kekacauan27 Bab 27 dia berhasil melarikan diri