icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar

Bab 4 MHMI

Jumlah Kata:1063    |    Dirilis Pada: 21/10/2025

matanya terbelalak lebar, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang mengejutkan dalam mimpinya. Saa

untuk membangunkannya. "Mimpi apa, Mas? Kok si otong ikut kebangun?" tanya Gaby, mencoba me

a kali sebelum akhirnya berbicara. "Aneh banget, seremmm," ucapnya singkat,

nuh perhatian, mencoba memahami apa

terlihat sedikit shock. Galang merasakan kehangatan tangan Gaby, perlahan ia mulai

u, seketika ia melunjak. Ia tanpa menunggu

at, bibir mereka bertemu dalam ciuman y

gan Galang perlahan menyusup di balik punggung Gaby, merasakan kehangatan

Galang melalui kain yang membatasi, matanya sete

i sela ciuman yang semakin dalam, seolah ingin

aranya serak oleh emosi yang mendalam, tangan yang

Galang, sementara jemarinya perlahan mulai membuka kancing baju Gal

rinya yang senantiasa ia nantikan. Ruangan itu penuh dengan kehangatan dan desah kecil yang mengisi keheni

anya penuh kerinduan dan gairah yang sulit disembunyikan. Perlahan, tangannya me

pi tegas terdengar, "Langsung aja yah, aku udah ngga tahan," kata Gaby dengan n

g, aku pengen rasain kewanitaanmu," ucapnya penuh kasih dan hasrat, suara

osi yang membara. "Lain kali aja, oke," pinta Gaby sambil menatap Galang dengan mata

agi. Dengan gerakan penuh rindu, dia menarik tangan Galang kembali,

ang memenuhi ruangan. Desahan panjang dan lembut keluar bergantian dari bibir mereka, menyatu dalam keintim

presisi, seolah membaca setiap denyut napas istrinya. Desahan Gaby yan

u kuduknya meremang. Perlahan, ciuman itu bergeser ke dada yang membusung, mencium dengan penuh kasih

u keluar," suara Gaby terputus-putus, tu

oda. Meski hatinya ingin menikmati momen dengan s

uat, ia mempercepat ritme pompaanny

kuat punggung Galang, suara desahnya berubah men

n itu sempurna. Setelahnya, keduanya terdiam, napas memburu

erdua, dalam pelukan yang penuh dengan kehangatan dan kepuasan. Akhirnya, mereka rebahan di sampi

terengah-engah, senyumnya lebar, mata berbinar menatap Gaby yang terbaring di sampi

am di kamar, berdua denganmu. Aku ingin menghabiskan waktu lebih

hehe, sayangnya hidup itu butuh makan, mas," s

kamu untuk ikut mencari nafkah," timpal Galang, matanya menunduk,

nya aku bahagia bersamamu," timpal Gaby, matanya berbinar penuh keikhlasan dan cinta. Suasana di kamar itu menjadi hanga

ba saja Galang mendengar suara

pikiran yang mengusik ketenangannya. Di keheningan malam, ingatan tentang mimpinya yang

canggung dan bersalah. Ia mencoba mengusir bayangan itu, namun seakan-akan mimpi tersebut

alang, mencoba keras untuk mengingatkan dirinya sendiri tentang batasan yang tidak boleh dilangga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
“Galang duduk di ruang tamu dengan wajah tegang, matanya menatap lurus ke depan meski pikirannya berputar tak menentu. Ia baru saja mendengar kabar bahwa ibu dan adik iparnya akan tinggal bersama mereka di rumah yang sempit ini. Rasa tidak setuju menguasai hatinya; bayangan keributan dan ketidaknyamanan terus menghantui pikirannya. Namun, saat Gaby duduk di hadapannya, suara lembutnya membawa kehangatan yang berbeda. "Mas, kau tahu sendiri apa yang terjadi di desa. Ibu kita kehilangan rumahnya, dan adik juga kebetulan ingin lanjut kuliah. Mereka butuh tempat berteduh, setidaknya untuk sementara," katanya dengan mata berkaca-kaca. Galang menghela napas panjang, tubuhnya sedikit merunduk seolah menanggung beban berat. Kekhawatiran tentang bagaimana hidup bersama mereka akan berjalan, tentang ruang yang terbatas dan konflik yang mungkin muncul, tetap menghantui. Tapi tatapan penuh harap dari Gaby membuatnya luluh. "Aku mengerti, Gaby. Aku hanya ingin semuanya berjalan baik, tanpa ada yang terluka atau merasa tertekan," ucap Galang akhirnya, suaranya berat namun tegas. Gaby tersenyum tipis, meraih tangan Galang dan menggenggamnya erat. Di balik kekhawatiran itu, ada tekad bersama untuk menghadapi ujian ini. Galang tahu, ini bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga tentang keluarga yang harus tetap utuh di tengah badai.”
1 Bab 1 MHMI2 Bab 2 MHMI3 Bab 3 MHMI4 Bab 4 MHMI5 Bab 5 MHMI6 Bab 6 MHMI7 Bab 7 MHMI8 Bab 8 MHMI9 Bab 9 MHMI10 Bab 10 MHMI11 Bab 11 MHMI12 Bab 12 MHMI13 Bab 13 MHMI14 Bab 14 MHMI15 Bab 15 MHMI16 Bab 16 MHMI17 Bab 17 MHMI 1718 Bab 18 MHMI 1819 Bab 19 MHMI 1920 Bab 20 MHMI 2021 Bab 21 MHMI 2122 Bab 22 MHMI 2223 Bab 23 MHMI 2324 Bab 24 MHMI 2425 Bab 25 MHMI 2526 Bab 26 MHMI 2627 Bab 27 MHMI 2728 Bab 28 MHMI 2829 Bab 29 MHMI 2930 Bab 30 MHMI 3031 Bab 31 MHMI 3132 Bab 32 MHMI 3233 Bab 33 MHMI 3334 Bab 34 MHMI 3435 Bab 35 MHMI 3536 Bab 36 MHMI 3637 Bab 37 MHMI 3738 Bab 38 MHMI 3839 Bab 39 MHMI 3940 Bab 40 MHMI 4041 Bab 41 MHMI 4142 Bab 42 MHMI 4243 Bab 43 MHMI 4344 Bab 44 MHMI 4445 Bab 45 MHMI 4546 Bab 46 MHMI 4647 Bab 47 MHMI 4748 Bab 48 MHMI 4849 Bab 49 MHMI 4950 Bab 50 MHMI 5051 Bab 51 MHMI 5152 Bab 52 MHMI 5253 Bab 53 MHMI 5354 Bab 54 MHMI 5455 Bab 55 MHMI 5556 Bab 56 MHMI 5657 Bab 57 MHMI 5758 Bab 58 MHMI 5859 Bab 59 MHMI 5960 Bab 60 MHMI 6061 Bab 61 MHMI 6162 Bab 62 MHMI 6263 Bab 63 MHMI 63