icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ranjang Panas Istri Kedua

Bab 2 Part 2

Jumlah Kata:1002    |    Dirilis Pada: 05/09/2025

awa beban yang tak terlihat. Begitu pintu rumah tertutup, Bella segera melangkah ke kamarnya. Tangannya gemetar saat meraih tas besa

nti Juragan Bram marah lagi pada kita," ucapnya dengan

ergi saja dari sini? Biar kamu tidak jadi istri keduanya,

ung mengangguk. "Iya, benar. Kita pergi saja.

solusi, Pak, Bu. Kita tahu siapa Juragan Bram. Kalau kita sembarangan pergi, itu justru akan membawa masalah yang lebih bes

am koper dengan gerakan kaku. Dalam hatinya, ia berulang kali mey

duk santai di kursi kulit hitam, sementara di hadapannya Tiara berdiri tegak. Napas Tiara memburu, ke

arus menikah lagi? Aku tidak mau dimadu sepert

. Sampai sekarang kamu belum juga hamil. Kalau aku tidak punya anak, siapa yang akan meneruskan semua ini? Aku anak tunggal. Orang tuaku jauh di Beland

nya naik turun menahan amar

menaikkan sebelah alisnya,

ampir jatuh, tapi ia menahannya. Ia tahu, meski sekeras apa pun ia

"Aku tidak akan menghalangi pernikahan itu. T

ya berubah tajam, penuh amarah yang terpendam. Tanpa ragu, ia m

ara rendah namun penuh ancaman. "Kau t

ra hingga terhempas ke sofa. Tiara memegangi pipinya yang p

tanya menusuk seperti pisau. "Pernikahan kami akan

an. Ia jatuh terduduk, dadanya bergetar hebat, d

*

tkan halaman luas dengan taman yang tertata rapi. Namun, keindahan itu tak mampu mengusir rasa ses

auan, ia disambut oleh seorang wanita paruh baya. Wajahnya ramah, senyumn

ke kamar. Saya sudah menunggu Non Bell

k siapa?" tanyanya lirih, suaranya nyaris te

k Inem," jawabnya

ang tamu, naik ke lantai atas menuju kamar yang telah disiapkan. Namun, langka

cantik dengan gaun mahal, namun wajahnya dipenuhi a

nikah dengan suamiku," kata Tiara, s

atapan itu. Ia tahu, di hadapannya kini adalah istr

kan menderita di sini," ujar Tiara, bibirnya m

ya hanya menjalankan apa yang suami Anda minta," jawabnya pelan,

gan halus namun kuat itu mencengkeram wajah Bella,

u lahir, kau akan pergi dari sini. Jangan pernah berharap mendapatkan harta... atau dirinya,"

kasar. Tumit sepatunya berderap di lantai marmer saa

debaran di dadanya. Ia sudah menduga hal seperti ini

ecah keheningan. Ia mempersilakan Bell

mari tinggi dari kayu jati, dan tirai tebal yang menutupi jende

ghadapi sesuatu yang selama ini tidak pernah ia bayangkan. Sese

yaninya." gumamnya dalam hati, jemarinya menggenggam erat ujung sepra

ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ranjang Panas Istri Kedua
Ranjang Panas Istri Kedua
“Bella menggeliat di bawah tubuh Bram, kedua tangannya mencengkeram erat sprei yang sudah kusut. Nafasnya terengah, bibirnya tak berhenti mengeluarkan desahan. "Ahh... Bram... ahhh... lebih dalam..." suara itu pecah, bercampur antara kenikmatan dan keputusasaan. Tubuhnya bergetar setiap kali Bram menghantam, membuatnya semakin terhanyut. "Ahh... enak sekali... jangan berhenti..." rintih Bella, matanya terpejam, wajahnya memerah diliputi panas yang semakin membakar. Bram hanya terkekeh rendah, melihat bagaimana istrinya tenggelam dalam permainan mereka. Semakin Bella mendesah, semakin cepat gerakannya, membuat kamar itu penuh dengan suara ranjang yang berderit, bercampur dengan panggilan dan rintihan Bella yang semakin tak terkendali.”
1 Bab 1 Part 12 Bab 2 Part 23 Bab 3 Part 34 Bab 4 Part 45 Bab 5 Part 56 Bab 6 Part 67 Bab 7 Part 78 Bab 8 Part 89 Bab 9 Part 910 Bab 10 Part 1011 Bab 11 Part 1112 Bab 12 Part 1213 Bab 13 Part 1314 Bab 14 Part 1415 Bab 15 Part 1516 Bab 16 Part 1617 Bab 17 Part 1718 Bab 18 Part 1819 Bab 19 Part 1920 Bab 20 Part 2021 Bab 21 2122 Bab 22 Part 2223 Bab 23 Part 2324 Bab 24 Part 2425 Bab 25 2526 Bab 26 Part 2627 Bab 27 Part 2728 Bab 28 Part 2829 Bab 29 Part 2930 Bab 30 Part 3031 Bab 31 Part 3132 Bab 32 Part 3233 Bab 33 Part 3334 Bab 34 Part 35