icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Foto Istriku di Aplikasi Michat

Foto Istriku di Aplikasi Michat

icon

Bab 1 Aplikasi Booking Wanita

Jumlah Kata:1119    |    Dirilis Pada: 04/09/2025

K, mending kita main aplikasi MiChat aja. Wanita di sana cantik-cantik

dingin. Bowo duduk di seberangku, santai seperti biasanya. Kafe kecil ini bia

sal yang baru saja kami alami masih menghantui pikiranku. Perusahaan tempat kami bekerja selama b

ku tahu dia sama frustrasinya denganku. Dia menghela

pi matanya menunjukkan kelelahan. Ia berusaha menghibur dirinya

t," jawabku singkat sambil meletakk

terlibat dalam hal semacam itu, apalagi denga

Ya udah, terserah lo. Yang penting, gue nggak mau terus-terusa

ulai sibuk dengan layar, teng

aku dan Bowo. Dia bisa berlarut-larut dalam pelarian yang dangkal, sementara aku tak bisa be

untuk bersenang-senang dengan banyak wanita. Berbeda de

rkan di sandaran kursi. "Gue balik dul

kat tanpa mengalihkan pa

inkan kekhawatiranku. Jalanan di depan sepi, lampu-lampu jalan menyinari aspal yang basah setela

ng akan kukatak

a. Aku ingin menjadi suami yang bisa diandalkan, tapi seka

dari Shira. Biasanya, dia akan menanyakan kapan aku pulang. Aku menghela napas sekali lagi sebelum melanjutkan perjalana

k. Kini aku pun cepat-cepat mengendarai motorku menuju ke rumah

-

g kali kulihat dan, sejujurnya, mulai membuatku bosan. Rambutnya diikat asal, wajahnya kusam dan berminyak, dengan beberapa jerawat y

, perhatian dan melayani. Tapi, di saat seperti ini, aku merasa ada yang kurang. Mungkin karena dulu d

membebani Shira dengan masalahku. Dia sudah cukup b

p meja dengan pikiran melayang. Dia memang istri yang baik, selalu memanjakanku dengan per

rsenyum. "Mas, kalau ada yang mau dibicarakan, Shira siap dengerin, kok,

eminum kopi. Dalam hatiku, aku tahu aku berbohong. Ada ses

-

telah membersihkan meja. Biasanya, ia akan duduk di ruang tamu, menemani sejenak sebelum kami tidur, tetapi malam ini

n. Pikiran tentang PHK di kantor, ketidakpastian masa depan, dan kehampaan

i

nyata dari Bowo. Aku membuka pesan itu tanpa ekspekt

ngan tubuh yang menawan, senyum menggoda, dan mata penuh pesona. Semua itu d

gumamku, setengah terkej

u berbeda jauh dari Shira-istriku yang semakin hari semakin tampak kusam di mataku. Bukannya Shira tak cantik, tapi sekarang

tahu. "Ah, sekali-kali nggak apa-apa," bisikku, mencoba meyakinkan diri

menari di layar, mengunduh aplikasi MiChat. Hanya butuh beberapa menit sebelum aku tenggelam dalam profil demi profil wan

terbayangkan, dengan senyum yang menggoda dan tubuh yang proporsional. Dada besarnya terlihat jelas dari foto-foto yang ia unggah, membuat

irim pesan padanya. "Hai, apa kabar?

menelusuri foto-fotonya, memperhatikan setiap detail. Namun,

ya. Rambut hitam panjang, senyum

mirip banget dengan Shira?"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Foto Istriku di Aplikasi Michat
Foto Istriku di Aplikasi Michat
“"Panji, daripada lo stress mikir nasib setelah di PHK, mendingan kita main aplikasi michat saja," usul Bowo, salah satu rekan kerjaku. Kami sama-sama tertekan karena baru saja di PHK, akibat perusahaan mengalami gulung tikar. Awalnya aku tak tertarik dengan ajakan Bowo. Tapi setelah dia menunjukkan foto-foto wanita cantik dan seksi di aplikasi booking online itu, hatiku pun tergiur untuk ikut dengannya. Ah, mau coba sebentar juga tak apa-apa. Lagipula istriku Shira juga tak bisa memuaskan aku. Dia sangat kusam, kucel, dan berantakan. Setiap aku pulang kerja, aku selalu disambut dengan penampilannya yang berdaster kumal, rambut diikat sembarangan, dan wajah yang berminyak ditumbuhi jerawat. Penampilannya itu membuat aku sama sekali tak tertarik padanya lagi. Aku pun tertarik untuk membooking satu wanita. Lumayan untuk menemani aku tidur, karena aku juga butuh service yang memuaskan. Dan aku rasa ini cara yang cocok. Toh aku hanya tinggal membayar dan pergi, tanpa menyisakan apapun pada wanita yang menjajakan diri di aplikasi michat itu. Kumulai dengan menscroll aplikasi hijau itu di layar ponselku. Hingga akhirnya aku tertarik pada seorang wanita yang sangat cantik dan seksi bernama Dira. Aku memutuskan untuk membooking nya. Namun, mataku menyipit saat kutatap foto itu dengan seksama. Ada rasa aneh yang merayap dalam hatiku ketika melihat foto wanita bernama Dira itu. "Kenapa foto ini sangat mirip dengan Shira?"”
1 Bab 1 Aplikasi Booking Wanita2 Bab 2 Mau Pakai Tubuhmu3 Bab 3 Godaan Wanita Penjaja Tubuh4 Bab 4 Alat Kontrasepsi5 Bab 5 Wanita Michat Itu 6 Bab 6 Misteri Selendang Merah7 Bab 7 Apa yang Shira Sembunyikan 8 Bab 8 Ah Frustasi9 Bab 9 Foto Model Seksi10 Bab 10 Oh Dira11 Bab 11 Wanita Seksi dan Tipu Muslihatnya12 Bab 12 Ahh, Mimpi atau Halusinasi 13 Bab 13 Anggap Saja DP untuk Tubuhmu14 Bab 14 Kebusukan Terkuak15 Bab 15 Kenapa Dia Bisa Tau 16 Bab 16 Merasa Dijebak17 Bab 17 Mulai Ada Titik Terang18 Bab 18 Siapa Wanita yang Bersama Bowo 19 Bab 19 Siapa Dalang Sebenarnya 20 Bab 20 Penghianat Atau Penjilat 21 Bab 21 Semua Sudah Dimanipulasi22 Bab 22 Aku Butuh Kamu, Mas Panji23 Bab 23 Penyesalan Dira24 Bab 24 Dira, Ketakutan, dan Pengakuannya25 Bab 25 Menyusun Strategi26 Bab 26 Terbongkar Sudah Permainanmu, Teman27 Bab 27 Apakah Sudah Berakhir 28 Bab 28 Masih Diawasi