icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Brave Heart

Bab 4 Chapter 4

Jumlah Kata:2318    |    Dirilis Pada: 25/11/2021

ma sekali. Ternyata predikat sebagai murid teladan saat masih sekolah dulu, tidak ada apa-apanya bila dipraktekkan di ibukota ini. Mengartikan ayam jadi-jadian saja ia t

i-jadian? Maks

ronomix, ya mengaku saja. Untuk apa kamu bersikap sok innocent segala. Ini ka

pakai sepatu? Seperti apalah penampakan ayamnya bukan? Mau bertanya, ia malu. Ia takut disangka sok innocent lagi oleh Antonio. Jadi lebih aman kalau ia diam saja, walaupun ia penasaran setengah mati. Sebaiknya nanti ia tanyakan saja pada Mayang saja, kalau Mayang sudah selesai mengenya

. Rencananya besok pagi-pagi sekali, ia akan menelepon Antonio untuk mengembalikan jasnya. Ia takut

lalu membawa sebuah kotak setiap akan bekerja. Saat ia menanyakan pada Mayang apa isi kotak beraroma manis itu, Mayang mengatakan bahwa itu adalah permen beraneka rasa. Karena pekerjaan mereka harus duduk berdekat-dekatan dengan para tamu, maka napas mereka harus terjaga. Oleh karena itu mereka kerap mengulum permen agar aroma napas mere

besar, sepeda motor telah legalkan sebagai alat transportasi. Mayang juga telah membelikannya nomor ponsel yang baru, karena nomor ponsel lamanya telah ia buang. Jadi sekarang ia aman dari

Mayang saja yang keluar dari club, dan mengambil permennya di sini. Ia takut kalau harus masuk ke dalam club karena tidak tau caranya. Apalagi saat melihat dua penjaga pintu yang berbadan sebesar pohon di sana. Sekali rem

ngan memperhatikan pengunjung-pengunjung lain yang datang. Setelah memahami

h saya masuk dan mencari Mbak Mayang di dalam sana?" sapa Seruni sopan. Dua orang penjaga yang sangar itu saling berpandangan. Sepertinya mereka berdua bingung melihat kehadiranny

mdullilah. Seruni buru-buru menyerahkan kartu identitasnya. Semoga saja setelah memeriks

ah seorang dari mereka menginterogasinya. Mereka meny

i. Saya mencari Mbak Mayan

n merantau ke Jakarta?" Seruni terdiam. Tidak mung

a cuma bouncer di sini." Teman sesama penjaga pintu, menegur penjaga yang di

ap harinya. Kami juga tidak mengenal mereka semua secara pribadi. Tanpa ID card kami tidak menge

ja ia sudah mengeluarkan ongkos gojek sebanyak delapan belas ribu rupiah. Tapi, haruskah ia meny

aya ing

rosedur. Pulanglah, Mbak." Dua orang penjaga

alam club. Sepertinya laki-laki ini sudah cukup lama berdiri dibalik pintu, dan mendengarkan perdebatan mereka. Seruni mundur selangka

i--" sang penjaga menghentikan kalimatnya saat orang ya

panggil Xander itu menggerakkan kepalanya ke dalam club. Isyarat agar ia mengikuti langka

nging dan jantungnya bergetar dalam artinya yang sebenar-benarnya. Setiap alunan musik berdentam, jantungnya ikut bergetar. Seruni baru

Namun ada satu hal yang membuatnya kagum. Interior club ini luar biasa indahnya. Seperti secret garden. Interiornya memadukan rimbunnya hu

ar saja, suara musik yang nauzubillah kencangnya,

a, Pak?" Seruni

kan ID para Astronomix Girls. Dengan begitu kamu b

uk

dinding yang Seruni kira adalah dinding biasa. Namun ketika didorong dinding berputar dan nemperlihatka

ngkap. Memasuki ruang kerja Xander, suasananya lain lagi. Hening mencekam. Tidak terdengar suara apapun. Sepertinya ruangan ini kedap suara. Nuansa ruang kerjanya serba k

ng tergeletak di meja kerja. Tanpa banyak protes Se

Mayang-Mayang ini?" Kalimat perta

galan di mess," jawab Seruni singkat seraya merogoh saku jaket. Menge

aya meraih kotak permen. Memutar-mutarnya asal dengan kening b

al di mess bersama si Mayang-Maya

encana menjadi Astronomix Girls juga?" cecar Xa

it jaba

bisa kena masalah. Kata Mbak Mayang, bossnya itu menyeramkan sekali. Saya mohon, jangan ya, Pak? Sesama pekerja seharusnya saling melindungi bukan?" Seruni yang teringat kalau ia telah ceroboh memberitahukan rahasianya,

cari yang mana satu si pemilik permen," perintah Xander datar. Demi mempersingkat waktu

." Seruni menghentikan pencari

tup laptop dan ber

kebingungan. Xander selalu

ngan setia kembali mengekori Xander. Mereka keluar ruangan dan terus melewati lorong demi lorong. Kepala Seruni kembali pengen

k kuasa ia tahan melihat betapa buruknya para bule-bule kaya ini memperlakukan seorang perempuan. Mereka tertawa-tawa gembira sementara Mayang hanya melenguh separuh sadar. Sampai seperti inilah rupanya cara Mayang mengais rupiah. Demi Tuhan, batin Seruni menjerit. Ia tidak sanggup lebih lama lagi melihatnya. Sementara di samping Mayang, Nella dan Fika sedang beradu mulut dengan laki-laki setengah baya yang lebih

an tempat ini. Karena buru-buru melangkah, ia nyaris jatuh terjerembab. Untungnya Xander dengan cepat menahan pinggangnya. Dengan mata basah, Seruni mengge

gan cepat menariknya ke sisinya. Xander mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa asing yang dibalas dengan kalimat je suis dés

s cacat itu ternyata mainan Xander. Perempuan di mana-mana sama saja. Selalu bermuka dua demi dua hal. Mengemis rupiah atau mengemis perhatian. Tidak terkecuali si waitrees cacat ini juga. Akting sok polosnya bena

al blue itu berdecih. Dengan wanita-wanita murahan seperti ini, jangankan membayar, diberi gratis pun ia tidak sudi. Ia terlalu jijik dengan barang bekas pakai ulang yang bisa dinikmati siapa saja. Si

asing ini bersenang-senang. Ia kembali memijat kepalanya. Pusing karena kuatnya suara musik yang seronok. Karena tidak ada yang bisa dilakukannya, ia mengeluarkan ipad dan memeriksa proposal yang diajukan clientnya y

te

ing mencuat serta memiliki rambut dan kuku yang panjang. Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di nusantara. Misalnya di pulau Jawa, Kalimantan dan Bali. Jenglot diperc

rtinya maaf dala

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Brave Heart
Brave Heart
“Seruni Arkadewi merasa dunianya runtuh satu persatu, saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kedua kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari penghianatan kekasih dan sahabatnya yang menjalin hubungan di belakangnya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri di atas kakinya sendiri jikalau mau berusaha. Sementara itu, Antonio Brata Kesuma--sang anak sultan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala bentuk ketidaksempurnaan. Baginya semua yang cacat, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang. "Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang cacat, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang." -Seruni Arkadewi- "Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah cacat, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri. -Antonio Brata Kesuma-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chaoter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 46 (End)47 Bab 47 Extra Part 148 Bab 48 Extra Part 2