icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bayangan Luka di Balik Seragam Putih

Bab 4 Geng Preman

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 12/08/2025

sejak penyelidik

ja bersinggungan dengan mata kosong

melihat tempat itu hanya seb

ja menyimpan fragmen kecil dari kebenaran yang selama ini disembun

elas A

Ra

begitu meyakink

ada senyum kecil yang menenangkan. Tapi sekaran

yang tahu lebih banyak

ang sekolah, matanya mengawasi gerbang dengan jak

n potongan artikel tentang kasus bunuh dir

korban

ninggalk

etahui pun

semuanya pernah ditegur dan

u R

engerutk

arian Aruna lagi, halaman yang berkali- kali ia baca ta

ut. Tapi beliau bil

ini bisa selesai

s hilang diam- diam. Demi nam

lia

tapi kalimat- kalimat itu

hanya satu nama yang

a tua

Ra

a tahu. Dia mungkin b

m yang menekan adi

an tangan. Seolah ingin memu

ga, ia memutu

asuk ke da

a

ih d

ih d

s bertemu langsung dengan

lai langkah pertamanya

ru, siapa pun yang mungkin bisa di

enangkan rasa kehilang

kar apa yang sesung

Aldian menyel

a semakin jel

bunuh diri

tidak

tidak

tanya Arun

ehkan mengungka

agar menjadi sebuah cerita y

s Aluna- memainkan peran p

tempatnya duduk, meninggalkan wa

api tekadnya semaki

kan lagi te

tentang k

eski harus menggali luka yang le

nggantung renda

mantulkan bayangan samar di genangan

lama, Aldian berdiri di depan sebuah p

iga kali, cepat dan

h hidup di dunia jalanan- di tempat di mana keper

terbuka

t dicukur tipis, mata menyipit curiga

dia

Y

api cukup untuk membuat p

lo udah

istirahat dari

n geng kecil yang dulu sering

n, kabur dari polisi, bahkan

asi bungkus di malam hujan, dan i

kas bengkel motor rakitan. Bau oli, asap rokok, dan lag

nnya- Bayu dan Raka-menole

k- baik dateng ni

dosa," tambah Raka, menyodorkan r

Aldian langsung, tanpa bas

menoleh p

orang. Guru. Namanya Rati

naikka

a Ratih, Di? Balik sekolah? Apa mau ngaja

leng pelan. M

ebab adik

ning beber

gsung du

g kemarin itu?

yang nutupin semuanya." Sahut

mengeluarkan po

lakang, keluarga, aset, hubungan sama

e gak mau ada yang tahu selain kita."

mua aman" jawab Ri

ber

erius

menga

nfo buat 'kerjaan'? Nah, ini bukan s

ertawa

Sekarang lo ngajak ngerjain guru. Lucu juga." Sahut

jahat dari preman," gumam Aldian. Namun masih

ya. Seolah memberi

ya nutupin, berarti dia bukan orang sembarangan." Ujar Rio mencoba men

butuh info. Sisanya gue

geng lama k

uran. Bukan unt

ri di atas panggung kehormatan- berpura- pura sebagai pendidik, ta

saat kebenaran

an bisa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
“"Kau tahu rasanya kehilangan seseorang yang berarti... lalu mengetahui kebenaran bahwa dia tak pernah benar- benar diperjuangkan untuk hidup?" Aldian kehilangan adik perempuannya dalam tragedi yang dibungkus oleh fitnah dan kebohongan. Sebuah catatan harian membawa Aldian pada satu nama: wali kelas adiknya - sosok wanita terhormat di mata sekolah, namun menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan hidup seorang remaja. Dalam pencariannya akan kebenaran, Aldian bertemu Aluna - anak wali kelas tersebut. Seorang gadis cerdas, terkurung dalam jadwal dan ambisi ibunya untuk mengirimnya ke luar negeri. Aluna hidup sempurna di permukaan, tapi jiwanya terikat rantai yang tak kasat mata. Aldian memulai rencana balas dendam. Namun seiring waktu, ia mulai melihat sosok Aluna bukan sebagai alat, melainkan manusia dengan luka yang sama. Ketika masa lalu, cinta, dan dendam saling bersilangan, Aldian dihadapkan pada pilihan: membiarkan dendam menelan segalanya, atau melepaskan kebenaran untuk menyembuhkan luka. Namun, tidak semua kebenaran datang membawa kelegaan. Dan tidak semua luka bisa disembuhkan oleh waktu. "Terkadang, untuk menyelamatkan satu jiwa, jiwa yang lain harus terluka."”
1 Bab 1 Surat Terakhir Aluna2 Bab 2 Tatapan yang Tak pernah Salah3 Bab 3 Penyelidikan Kembali4 Bab 4 Geng Preman5 Bab 5 Penyelidikan6 Bab 6 Menyelamatkan Luna7 Bab 7 Dirawat Luna8 Bab 8 Bara yang Mendidih dalam Dada9 Bab 9 Aluna khawatir10 Bab 10 Malam Pengamatan11 Bab 11 Sisi Lain Aluna12 Bab 12 Luka di lengan Luna13 Bab 13 Aldo14 Bab 14 Penyelidikan Aluna15 Bab 15 Bertemu Aldian16 Bab 16 Di tembak Aldian17 Bab 17 Hari Pertama dari Lima hari18 Bab 18 Taman Kota19 Bab 19 Meyakinkan Aluna20 Bab 20 Aluna Mulai Memberontak21 Bab 21 Aluna Gelisah22 Bab 22 Ketahuan Aldian23 Bab 23 Pertimbangan24 Bab 24 Bertemu Bu Ratih25 Bab 25 Pernah bertemukah 26 Bab 26 26. Aldian sebenarnya27 Bab 27 Siapa Aldian