icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bayangan Luka di Balik Seragam Putih

Bab 3 Penyelidikan Kembali

Jumlah Kata:1028    |    Dirilis Pada: 12/08/2025

nggantung kelam

alu di balik awan tebal yang menggu

enyapu jalanan kota dan menyus

Matanya justru tampak lebih tajam dari biasanya-

lusuri gang belakang sekolah, tempat di mana pagar

tas, lalu melompat masuk ke dalam area

ting pohon dan suara gesekan d

m diam, tampak seperti raksasa

an, melewati taman kecil yang penuh tanaman

jelas, ruang guru d

di pagi dan siang hari, tapi

n suara langkahnya yang pelan sekalipun terdeng

letak agak terpisah d

atan kecil di atas kolam hias yang sekara

bahkan ketika kayu lantai jembatan itu

kaca ruang guru. Terk

pin kecil dari saku jaketnya-alat seadanya yang

aja, hanya butuh beberapa menit sebelum kun

ak keluar- perpaduan kertas lama, tinta,

takut dalam

ajam, dan dorongan dalam

membiarkan pintu menut

membuka laci demi laci, membaca setia

hanya tentang

paling gelap- tanpa peduli seberapa dalam ia harus

at dingin mengalir dari pelipisnya

hampir semua laci, lemari, dan tumpukan ber

Tak ada catatan jadwal yang te

bisa membuka sedikit celah ata

nyaris tak terdengar, tapi

sejenak, tangan menge

semuanya? Kenapa gak ada jejak sama sek

uatu- melempar kursi, menjungkirkan meja- tapi dia tahu, s

lu

Tap..

Berat. Terat

ajamkan telinga, memastikan suara itu bukan hanya ilusi. Tapi lang

tp

waktu, Aldian

a dan cukup besar untuk menyembunyikan tubuhnya. Nafas

kl

tu dicoba.

Tok

erat satpam memecah kehe

ak ada bayangan masuk..." gu

ngintip ke dalam ruangan. Mata tuanya menyipit,

an. Tak ada bayang

rti selamanya bagi Aldian, langkah kaki

menyerah dan melanjut

ang, Aldian keluar perlahan

kembali laci- laci yang sempat ia buka, merapikan

etidakteraturan bisa m

bali melewati lorong gelap, menyeberangi jembatan keci

ap, seolah angin malam sen

apa- apa, malam itu justru s

sembunyi selamanya?

r lemah saat ia mendorong pi

angnya. Malam sudah larut, tetapi mata lelaki itu masih menyala-buka

tamu, lalu menjatuhkan diri di kursi

a, dingin merambat masuk

ba meredakan denyut sakit di

ika, dalam

uncir kuda, munc

polos... tapi jug

l ketika gadis itu menjelas

arusnya mengganggu pi

gusap wajahnya kasar

muncul di kepala gue..." gumamny

nnya, mengaburkan batas antara kenyataan dan

enepis per

tunya goyah," bisiknya p

a yang mereka lakuin

langit- langit rumah. Matanya tak menyala kar

keluarganya harus nger

aran kursi kuat- kuat, hingga

stikan mereka semua ngeras

ap tak bergerak. Dingin tak mempan untuk membeku

hanya ada satu yang tersisa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
“"Kau tahu rasanya kehilangan seseorang yang berarti... lalu mengetahui kebenaran bahwa dia tak pernah benar- benar diperjuangkan untuk hidup?" Aldian kehilangan adik perempuannya dalam tragedi yang dibungkus oleh fitnah dan kebohongan. Sebuah catatan harian membawa Aldian pada satu nama: wali kelas adiknya - sosok wanita terhormat di mata sekolah, namun menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan hidup seorang remaja. Dalam pencariannya akan kebenaran, Aldian bertemu Aluna - anak wali kelas tersebut. Seorang gadis cerdas, terkurung dalam jadwal dan ambisi ibunya untuk mengirimnya ke luar negeri. Aluna hidup sempurna di permukaan, tapi jiwanya terikat rantai yang tak kasat mata. Aldian memulai rencana balas dendam. Namun seiring waktu, ia mulai melihat sosok Aluna bukan sebagai alat, melainkan manusia dengan luka yang sama. Ketika masa lalu, cinta, dan dendam saling bersilangan, Aldian dihadapkan pada pilihan: membiarkan dendam menelan segalanya, atau melepaskan kebenaran untuk menyembuhkan luka. Namun, tidak semua kebenaran datang membawa kelegaan. Dan tidak semua luka bisa disembuhkan oleh waktu. "Terkadang, untuk menyelamatkan satu jiwa, jiwa yang lain harus terluka."”
1 Bab 1 Surat Terakhir Aluna2 Bab 2 Tatapan yang Tak pernah Salah3 Bab 3 Penyelidikan Kembali4 Bab 4 Geng Preman5 Bab 5 Penyelidikan6 Bab 6 Menyelamatkan Luna7 Bab 7 Dirawat Luna8 Bab 8 Bara yang Mendidih dalam Dada9 Bab 9 Aluna khawatir10 Bab 10 Malam Pengamatan11 Bab 11 Sisi Lain Aluna12 Bab 12 Luka di lengan Luna13 Bab 13 Aldo14 Bab 14 Penyelidikan Aluna15 Bab 15 Bertemu Aldian16 Bab 16 Di tembak Aldian17 Bab 17 Hari Pertama dari Lima hari18 Bab 18 Taman Kota19 Bab 19 Meyakinkan Aluna20 Bab 20 Aluna Mulai Memberontak21 Bab 21 Aluna Gelisah22 Bab 22 Ketahuan Aldian23 Bab 23 Pertimbangan24 Bab 24 Bertemu Bu Ratih25 Bab 25 Pernah bertemukah 26 Bab 26 26. Aldian sebenarnya27 Bab 27 Siapa Aldian