icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bayangan Luka di Balik Seragam Putih

Bab 2 Tatapan yang Tak pernah Salah

Jumlah Kata:1005    |    Dirilis Pada: 12/08/2025

kolah itu, seolah tahu bahwa ada sesu

gar besi tua, menunggu mo

tar lagi. Suara riuh para siswa

tapang, menyamar di balik bayanganny

bulan sejak ia

ak datang sebaga

a seorang kakak yang kehilangan, yang mencium bau kebohongan da

arian Aruna di da

acanya ber

demi satu kepercayaan pada sistem

ia ingin mulai

erbang dibuka. Siswa- siswi

matanya mengamati. Tidak ada guru yang memperhatikan-

rada di sayap

duk di kursi tunggu, menanti wali kelas Aruna keluar sambil te

enyum palsu itu akan mul

ahnya terhe

g, tepat di de

gah berdiri m

da dengan seragam rapi tanpa ada l

Ia sedang berbicara dengan guru lain, ent

tu pergi, gadis

g bertemu denga

a tak asing' Batin

ktu seperti mena

ku. Dadanya b

h bertemu langs

di dokumentasi sekolah, dan sekali dalam

dekat... seperti ada s

k berbeda dari

tajam, ta

ya rapi,

k dalam cara y

sudah diprogram sejak kecil, belajar,

menatap dalam

menunduk, meny

itu tetap m

ahu, sepe

wa baru ya

al. Tidak ramah, tapi

ragu s

uang tata usaha," jawabnya cep

mengangg

anan. Ruang TU- nya di

ti robot. Sopan. Efis

ti di

ian, menatap cepat l

ketiga, ia men

diri di tempat. Mat

tapi entah kenapa tera

lik adiknya, di har

ati Aldian

mungkin aka

ebagai k

dari kebenaran yang se

orong menuju ruang tata us

erdengar di atas lantai kera

a sekolah belum terlalu ramai-hanya beberapa guru yang m

pura menunggu seseorang sambil sesekali melirik ke d

pa menit berlalu, Al

memutar arah, w

i, aku bisa mulai dari area s

dian melangkah lebih dal

ong belakang yang tam

ke arah bangunan gudang tua yang ber

terbuka, dan dengan siga

an. Tumpukan alat peraga, kardus- kardus ber

cari-mungkin, petunjuk kecil, catatan, atau benda yang tertinggal d

ra langkah kaki cepat dan berat di luar gudang. Langkah yang

membeku

m?" suara itu

ang s

g mencari tempat bersembunyi d

keras dadanya. Napasnya

ar. Suara sepatu satpam

a bayangan masuk ke sini baru

ya semak

erapa meter dari temp

n staf atau siswa, saya akan laporkan ke kepala sekolah," ucapny

ngannya mengepal erat. Ia tahu satu ger

, suara handy talky di

rbang depan. Ada wali mu

mpat pelan, mema

anti balik

tu gudang tertutup kemba

n langsung keluar dari persembunyian, men

a pada dirinya sendiri,

kah cepat, menyelinap

tan sekolah dan memanjat pagar kecil yang m

bek, tapi itu tak p

era melarikan diri sebelum s

l yang

ertangkap. Dan ia bel

nya tak suru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
“"Kau tahu rasanya kehilangan seseorang yang berarti... lalu mengetahui kebenaran bahwa dia tak pernah benar- benar diperjuangkan untuk hidup?" Aldian kehilangan adik perempuannya dalam tragedi yang dibungkus oleh fitnah dan kebohongan. Sebuah catatan harian membawa Aldian pada satu nama: wali kelas adiknya - sosok wanita terhormat di mata sekolah, namun menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan hidup seorang remaja. Dalam pencariannya akan kebenaran, Aldian bertemu Aluna - anak wali kelas tersebut. Seorang gadis cerdas, terkurung dalam jadwal dan ambisi ibunya untuk mengirimnya ke luar negeri. Aluna hidup sempurna di permukaan, tapi jiwanya terikat rantai yang tak kasat mata. Aldian memulai rencana balas dendam. Namun seiring waktu, ia mulai melihat sosok Aluna bukan sebagai alat, melainkan manusia dengan luka yang sama. Ketika masa lalu, cinta, dan dendam saling bersilangan, Aldian dihadapkan pada pilihan: membiarkan dendam menelan segalanya, atau melepaskan kebenaran untuk menyembuhkan luka. Namun, tidak semua kebenaran datang membawa kelegaan. Dan tidak semua luka bisa disembuhkan oleh waktu. "Terkadang, untuk menyelamatkan satu jiwa, jiwa yang lain harus terluka."”
1 Bab 1 Surat Terakhir Aluna2 Bab 2 Tatapan yang Tak pernah Salah3 Bab 3 Penyelidikan Kembali4 Bab 4 Geng Preman5 Bab 5 Penyelidikan6 Bab 6 Menyelamatkan Luna7 Bab 7 Dirawat Luna8 Bab 8 Bara yang Mendidih dalam Dada9 Bab 9 Aluna khawatir10 Bab 10 Malam Pengamatan11 Bab 11 Sisi Lain Aluna12 Bab 12 Luka di lengan Luna13 Bab 13 Aldo14 Bab 14 Penyelidikan Aluna15 Bab 15 Bertemu Aldian16 Bab 16 Di tembak Aldian17 Bab 17 Hari Pertama dari Lima hari18 Bab 18 Taman Kota19 Bab 19 Meyakinkan Aluna20 Bab 20 Aluna Mulai Memberontak21 Bab 21 Aluna Gelisah22 Bab 22 Ketahuan Aldian23 Bab 23 Pertimbangan24 Bab 24 Bertemu Bu Ratih25 Bab 25 Pernah bertemukah 26 Bab 26 26. Aldian sebenarnya27 Bab 27 Siapa Aldian