icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder

Bab 4 Semuanya rumit

Jumlah Kata:1052    |    Dirilis Pada: 09/08/2025

mencoba menahan degup jantung yang seperti hendak merobek dadanya. Ia berdiri di ambang pintu, menatap

Elvard

eperti seorang jenderal yang sedang memimpin pasukan. Ketika Aluna akhirnya melangkah masuk, pria itu tak langsun

avin datar, tanpa

hu ia harus berbicara, tapi tak

melakukan kesalahan apa pun." Suaranya

n di tangannya. Tatapannya tajam

anya pelan. "Bahkan setelah video pengiriman paket it

membawa paket yang diserahkan oleh kur

cuma transaksi biasa, tapi mencakup orang-orang penting-terma

alah seorang tamu mengaku menitipkan kiriman untuk kamar 1101, Presidential

. "Kau memang tidak tahu apa-apa...

!" seru Aluna, langkahnya sponta

ominan. Mata tajam itu menatap seola

on," gumamnya pelan. "Atau kau m

ekerja dengan tenang. Saya tidak punya urus

reka hanya tinggal sejengkal. Wajah Aluna menegang, tubuhny

padaku untuk tidak menghabisim

menaha

an diri. "Saya tahu banyak hal tentang sistem di hotel. Sa

wajah Aluna lekat-lekat

ya, menunjuk salah

i hadapannya kini tersedia sepiring pasta,

eh. "Kau akan tinggal di sini samp

ak. "Tinggal

a setelah insiden itu? Semua pihak sedang mengamati. Jika me

ya menunggu di rumah. Saya tidak

Satu-satunya tempat yang bisa menjagamu saat ini adalah

nunduk. Tak ada lagi yang b

-

tidak diizinkan keluar dari lantai dua. Ada dua penjaga yang selalu berdiri

an menghilang sesukanya. Kadang ia berbicara dengan Aluna selama lima men

n celah kecil di dapur saat pengawal berganti shift. Tapi

ut terhadap para pengawal yang paling menyakitkan, melainkan kalimat Davi

hu kapan waktunya ber

gis dalam diam. Ia mer

-

una berjalan dengan jantung berdetak kencang. Di dalam ruangan, pria itu berdi

yang menyelundupkan p

ket kurir hotel, memasukkan sesuatu ke dalam map putih, lalu meny

nya. "Dia st

rang hilang. Tapi aku yakin

aksud

lan. "Dengan catatan... aku ijinkan ka

mpuran curiga dan harapan. Akhirny

jauh, Pak," ucap Aluna lemah

imu sekarang." Tatapan Davin tajam. "Anggap ini bagian dari pertahanan di

kalimat itu. Tak perl

-

jau, ditemani dua pengawal Davin yang menyamar sebagai pasangan. Ia

Itu yang ia ingat dari percakapan

as menit

puluh

u j

akhir

duduk di s

u. Ia mengen

ggung. "Aluna...

er. "Kau yang mena

Aku... aku tak

ang meny

au aku mau bantu, keluargaku aman. Aku

gam tangannya

eka?" ulan

menjemput barang itu malam itu. Seorang pria berpakaian serba hitam... tapi

korban kesalahan prosedur. Ia telah masuk ke dalam jar

ia tak bisa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
“Aluna Rayendra tidak pernah menyangka malam itu akan mengubah seluruh hidupnya. Bekerja sebagai resepsionis malam di Hotel Aurelia, dia hanya ingin mengumpulkan uang untuk membayar pengobatan adiknya yang sakit ginjal. Tapi malam itu, seorang tamu misterius check-in diam-diam ke Presidential Suite, dan staf lainnya tampak terlalu tegang untuk bicara. Nama di sistem? Davin E. Renata. Permintaannya? Jangan ganggu. Jangan lihat. Jangan tanya. Perintah dari manajer hotel? Jalankan saja. Tapi kemudian, sesuatu terjadi. File rekaman kamera pengawas di lantai 20-yang seharusnya dimatikan-tiba-tiba bocor dan muncul di sistem publik hotel. Video itu hanya 17 detik, tapi cukup untuk menunjukkan seseorang keluar dari suite dengan wajah berdarah. Dan semua akses sistem malam itu menggunakan akun Aluna. Tak peduli sekeras apa ia membela diri, Davin Elvard Renata tidak menerima penjelasan. Pria itu tak hanya menuntut kompensasi... ia menuntut "tanggung jawab penuh" dari Aluna. Tapi tanggung jawab yang dimaksud Davin, bukan sekadar uang atau permintaan maaf. "Kau menyentuh bagian dari hidupku yang tak boleh disentuh siapa pun. Sekarang kau milikku, sampai aku mengatakan sebaliknya." Aluna tidak melakukan kesalahan, tapi dia dijebak oleh orang dalam hotel yang ingin menjatuhkan Davin atau membocorkan rahasia besar milik pria itu-dan menjadikan Aluna sebagai tumbal sempurna karena posisinya yang lemah dan tidak punya koneksi. Siapa sebenarnya yang menjebak Aluna? Apa yang tersembunyi dalam video bocor itu? Mampukah Aluna melawan sistem sebesar itu, atau justru menyerah dalam permainan Davin? Bisakah cinta tumbuh dari hubungan yang dibangun atas ancaman dan ketakutan?”