Ibrahim
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Ibrahim
Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
Romantis Aluna Rayendra tidak pernah menyangka malam itu akan mengubah seluruh hidupnya. Bekerja sebagai resepsionis malam di Hotel Aurelia, dia hanya ingin mengumpulkan uang untuk membayar pengobatan adiknya yang sakit ginjal. Tapi malam itu, seorang tamu misterius check-in diam-diam ke Presidential Suite, dan staf lainnya tampak terlalu tegang untuk bicara.
Nama di sistem? Davin E. Renata.
Permintaannya? Jangan ganggu. Jangan lihat. Jangan tanya.
Perintah dari manajer hotel? Jalankan saja.
Tapi kemudian, sesuatu terjadi.
File rekaman kamera pengawas di lantai 20-yang seharusnya dimatikan-tiba-tiba bocor dan muncul di sistem publik hotel. Video itu hanya 17 detik, tapi cukup untuk menunjukkan seseorang keluar dari suite dengan wajah berdarah.
Dan semua akses sistem malam itu menggunakan akun Aluna.
Tak peduli sekeras apa ia membela diri, Davin Elvard Renata tidak menerima penjelasan. Pria itu tak hanya menuntut kompensasi... ia menuntut "tanggung jawab penuh" dari Aluna. Tapi tanggung jawab yang dimaksud Davin, bukan sekadar uang atau permintaan maaf.
"Kau menyentuh bagian dari hidupku yang tak boleh disentuh siapa pun. Sekarang kau milikku, sampai aku mengatakan sebaliknya."
Aluna tidak melakukan kesalahan, tapi dia dijebak oleh orang dalam hotel yang ingin menjatuhkan Davin atau membocorkan rahasia besar milik pria itu-dan menjadikan Aluna sebagai tumbal sempurna karena posisinya yang lemah dan tidak punya koneksi.
Siapa sebenarnya yang menjebak Aluna?
Apa yang tersembunyi dalam video bocor itu?
Mampukah Aluna melawan sistem sebesar itu, atau justru menyerah dalam permainan Davin?
Bisakah cinta tumbuh dari hubungan yang dibangun atas ancaman dan ketakutan? Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
Romantis Hubungan terlarang itu seperti jentera usang yang rapuh, berputar tanpa tujuan dan akhirnya hancur. Pratama tidak pernah menganggap serius hubungannya dengan Dewi, ia hanya menjadikannya tempat singgah sesaat. Baginya, Dewi hanyalah selingan, karena hatinya masih terikat pada cinta masa lalu. Setelah puas, ia mencampakkan Dewi begitu saja, kembali pada kekasih lamanya.
Dewi terlena dalam buaian janji palsu dan lupa bahwa cinta bisa membakar habis hatinya. Harapan yang dulu tergambar indah kini hanya menjadi abu. Ia pun harus menata kembali masa depannya yang kini terasa gelap. Cemoohan dan hinaan dari keluarga Pratama menjadi pengingat bahwa bagi pria kaya, ia hanyalah objek yang bisa dibuang kapan saja.
Namun, waktu membawanya bertemu dengan Reza, seorang pria yang datang dengan janji-janji baru yang tulus. "Aku akan mencintaimu dengan cara yang berbeda," ucap Reza dengan penuh keyakinan. Akankah Dewi kembali membuka hatinya untuk cinta yang baru, ataukah ia akan terjerat kembali dalam rayuan palsu yang sama? Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai.