icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

icon

Bab 1 Sudah enam bulan lamanya

Jumlah Kata:1178    |    Dirilis Pada: 26/07/2025

h gading yang kukenakan terasa dingin di kulitku, sama dinginnya dengan tatapan Dito-pria yang duduk di sisiku di pelaminan. Dia adalah pilihan keluargaku, bukan pilihanku. Pe

tidak pernah aku minta. Dan selama itu pula, aku hidup sebagai istri hanya se

an yang masih utuh tak tersentuh. Aroma masakan yang seharusnya menggoda kini terasa basi di hidungku, menambah pahitnya kesendirian. Hanya ada satu piring kecil berisi nasi di hadapanku, kugenggam erat deng

untuh di hadanku, dihancurkan oleh unggahan Instagram Story Luna yang begitu terang-terangan. Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, ponsel di genggamanku memancarkan cahaya redup, menampilkan dua sosok yang terlalu akr

beratus-ratus kali mungkin, aku telah mengingatkan diriku untuk sabar. Kata itu, "sabar," telah menjadi mantra yang kuucapkan setiap kali air mata mendesak ingin kel

pertemuan amal dan memutuskan untuk menjemput Dito di kantornya. Saat aku melangkah masuk ke lobi hotel, tempat kantornya berada di salah satu lantai atas, pemandangan itu men

angkahku mantap, meski jantungku berdebar kencang. Ketika aku berdiri tepat di hadapan mereka, satu kalimat sederhana meluncur dari bibirku

tku merasa kecil dan tak berarti. Dan kemudian, lirikan jijik dari Dito, tata

tu, suaranya menusuk lebih dalam dari pisau apa pun. "Aku menik

mbal dari ambisi keluarga, tumbal dari perjodohan yang kejam ini. Aku adalah orang yang dikorbankan

mana Luna sering datang ke rumah saat aku sedang keluar. Katanya mereka hanya membahas proyek Dito, urusan pekerjaan yang penting. Tapi siapa yang bisa percaya? Siapa yang bis

kembali pecah, lebih

tak terbantahkan yang menusuk indraku. Aku mencoba bersikap tenang, mencoba memadamkan api yang berkobar di dadaku. Dengan tan

elihat ke arahku, seolah aku hanya patung tak bernyawa. Ia langsung duduk di sofa, menyalakan laptopny

ku menahannya. Aku sudah terlalu sering menangis. "Sampai kapan kau akan terus begini, Dito?"

dari pisau. "Aku tak pernah menginginkanmu. Harusnya kau sadar sejak awal," balasnya tajam, setiap kata adalah tam

ing. Aku tidak hanya tidak dicintai, aku dibenci. Sebuah kenyataan pahit yang jauh lebih menyakitkan daripa

kut bermain di arena itu? Dito tidak pernah memberiku kesempatan untuk bertanding, untuk memenangkan hatin

an karena aku menyerah. Tapi karena aku sudah terlalu kuat selama ini. Aku sudah menanggung beban in

egala misterinya, memb

ebuah ketenangan dalam sorot matanya yang seolah berkata, "Kau aman di sini." Pertemuan kami singkat, tak sengaja, namun entah mengapa,

t ia sendiri yang membuangku. Dia adalah pria yang terobsesi pada kontrol, pada kepemilikan. Baginya, a

yi yang membuatku penasaran sekaligus merasa takut. Aku tahu, perjalananku masih panjang. Tapi seti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
“Pernikahan ini adalah hasil perjodohan dua keluarga besar. Dito, pria yang enam bulan lalu sah menjadi suamiku, ternyata masih menjalin hubungan terlarang dengan mantan kekasihnya, Luna. Di hadapanku, ia dengan terang-terangan menunjukkan kemesraan dengan wanita itu. Teguranku dan bahkan kemarahanku tak pernah digubrisnya. Enam bulan berlalu tanpa aku dianggap sebagai istri, apalagi disentuh. Dito semakin menunjukkan sikap benci dan muak padaku. Aku tak sanggup lagi menyaksikan perselingkuhan suamiku yang sudah tak bisa lagi dipisahkan dari wanita itu. Mencoba bertahan dan bersabar, pada akhirnya benteng pertahananku runtuh juga. Bahkan satu istri saja ia tak mampu berlaku adil. Biarkan aku yang mengalah. Dito lebih memilih Luna. Maka, Aku Mundur! Hingga pada akhirnya takdir mempertemukan aku dengan seorang pria dingin bernama Arya Pratama.”
1 Bab 1 Sudah enam bulan lamanya2 Bab 2 Kupeluk erat koper kecil di tanganku3 Bab 3 Kesepakatan4 Bab 4 Aku pastikan kau terbakar lebih dulu5 Bab 5 Siaran itu meledak seperti bom waktu6 Bab 6 Ancaman Luna membekas7 Bab 7 Bahkan setelah keberanianku melampaui batas8 Bab 8 Rasa yang Tak Bisa Dimengerti9 Bab 9 Jangan Sentuh Istriku10 Bab 10 Apartemen11 Bab 11 Sebuah Gedung Kosong12 Bab 12 Kebenaran yang Tak Bisa Diam13 Bab 13 Dito Kananta Diburu14 Bab 14 Markas Sementara15 Bab 15 Rumah Tua16 Bab 16 Sudah hampir sebulan sejak vila Dito terbakar17 Bab 17 Mencintai Tanpa Syarat18 Bab 18 Jalan Pulang19 Bab 19 Yang Tak Pernah Pergi20 Bab 20 Tiga hari setelah kami membuka surat21 Bab 21 Kebenaran yang selama ini tersembunyi22 Bab 22 Rumah yang Kubiarkan Tumbuh23 Bab 23 sesuatu tengah berubah24 Bab 24 bertumpuk berkas25 Bab 25 menguras segalanya26 Bab 26 Dua bulan setelah pernikahan kami27 Bab 27 mengajak kerja sama28 Bab 28 beberapa bulan yang lalu29 Bab 29 Surat dari Masa Depan30 Bab 30 Rumah ini tak lagi sama31 Bab 31 masa lalu32 Bab 32 menyiram bunga di taman33 Bab 33 setelah hujan sore