icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Sakiti Orang Yang Salah

Bab 3 Ini yang pantas mereka dapatkan

Jumlah Kata:1911    |    Dirilis Pada: 17/07/2025

salah satu hotel bintang lima paling eksklusif di kota, dengan pemandangan kota yang berkilauan di bawahnya. Ini adalah malam yang ia pilih untuk

mewahnya. Ia tersenyum menawan, senyum yang sama persis seperti saat pertama kali merek

Kejutan apa, Reza? Ini

a merasakan debaran di dadanya, campuran antara kegembiraan dan sedikit kecemasan yang tidak bis

merlap lampu kota. Lilin-lilin bertebaran di seluruh ruangan, menciptakan suasana romantis yang hangat. Mej

a, matanya berbinar. Ia berbalik da

." Desahan kepuasan yang nyaris tak terdengar lolos dari bibirnya. Ini adalah bag

u. Ia menuangkan sampanye, dan mereka bersulang untuk cinta mereka. Luna tertawa lepas, matanya memancarkan kebahagiaan murni. Setiap tawa

jendela besar. "Lihat, Luna. Kota ini begitu indah,

hu apa arti kata-kata itu. Meskipun ia mencintai Reza, ada sediki

. Matanya memancarkan gairah yang kuat, namun di baliknya ada kekosongan yang tak terd

r kencang. Ketakutan itu semakin kuat. Ia mencintai Reza, y

ir Luna dalam ciuman yang mendominasi. Ciuman itu intens, panas, dan menuntut.

gan yang lain mencari resleting di belakang. Gerakannya sangat mendesak, hampir brutal. Luna terhuyung

a parau oleh hasrat palsu. Ia menindih Luna, tata

ara. Meskipun ada rasa takut, ia juga merasakan cinta yang dalam untuk pria di atasnya. Luna mencintai Re

a jeda. Reza merobek pakaian Luna dengan kekuatan kasar, kain gaun yang indah itu robek dengan suara memilukan.

. Namun, Reza tidak mendengarkan. Ia menindih Luna, men

gin, tanpa kehangatan yang Luna kenal. Matanya menatap Luna dengan tatapan

mperkos

Gadis itu menjerit tertahan, air matanya membanjiri bantal di bawa

kit..." Luna memoh

anya dalam dan penuh kemenangan yang mengerikan. Ia m

tubuhnya. Ia merasakan sesuatu robek di dalam dirinya. Rahim Luna mengeluarkan darah. Darah kepe

an perih. Ia merasa hancur, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara jiw

asa sakit yang tak berujung. Reza melakukan 10 ronde, tidak pernah berhenti melakukannya. Setiap dorongan adalah siksaan bagi Lu

..." desah Reza, suaranya pe

.." Luna terisak, suaran

pendam. Setiap dorongan adalah balasan atas rasa sakit yang ia alami bertahun-tahun lalu. Ia merasak

masukkan cairan sperma ke rahim Luna, membiarkan benih dendamnya tertanam dalam diri gadis itu. L

anya kosong karena rasa sakit dan keterkejutan. Wajah Luna basah oleh air mata, r

n, memaksa gadis itu menatapnya. Rahimnya terluka merah, dan

ranya rendah dan mengancam. Tanpa peringatan,

n Reza yang lain segera menekan kepalanya. Ia merasakan benda asing itu masuk

suaranya dingin dan kejam. Tangan Reza menekan kepa

a merasakan cairan kental masuk ke dalam mulutnya. Luna merasa ingin muntah saat cairan itu masuk k

pahit dan jijik membanjiri indra Luna. Ia merasa jijik

memasukkan lagi, memaksa Luna menelan setiap kali. Ini ad

up..." desah Luna,

diambil," Reza berbisik, matanya menata

i batas. Tubuhnya terasa lemas, otaknya tidak bisa lagi memproses rasa sakit d

terbayangkan, Luna pingsan. Tubuhnya terkulai

ena lelah, melainkan karena kepuasan yang dingin dan kosong. Ia telah melakukannya

kan dirinya, mengenakan pakaiannya, dan menatap Luna yang masih tergele

tatan, tidak ada pesan perpisahan. Ia hanya menghilang. Reza tahu ini adalah cara paling kejam untuk mengakhiri segalanya.

nonaktifkan, dan ia bahkan mengubah jadwal kerja dan rutenya. Ia seolah tidak

enemukan dirinya sendirian di kamar hotel yang berantakan. Seprai putih bernoda merah, pakaiannya robe

tidak

an karena rasa sakit fisik, melainkan karena rasa sakit hati yang jauh lebih dalam. Ia men

idak pernah muncul. Luna merasakan dirinya digunakan, dimanipulasi, dan dihancurkan oleh orang yang paling ia perca

kan. Apakah semuanya bohong? Apakah cinta mereka hanya sebuah ilusi? Ia mencoba memahami di mana letak kesalahannya, apa yang ia laku

roma Reza. Ia merindukan pelukan hangatnya, senyumnya yang menawan, dan suara tawanya. N

an semangat untuk melukis. Mereka mencoba menanyakan apa yang terjadi, namun Luna hanya menangis d

ra bisnis, namun hatinya terasa kosong. Ia telah membalaskan dendamnya, ya. Ia telah membu

gar lagu romantis, ia teringat saat-saat ia berpura-pura mencintai Luna. Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan pekerjaan, dengan pesta, dengan wanita-wanita lain. Namun, ba

ancur. Ia tahu ia telah melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Namun, harga dirinya, ego, dan dendam yang masih menga

sendiri, mencoba meyakinkan hatinya yang kini mulai terasa

rehkan pada Luna, kini terasa seperti luka yang ia torehkan pada dirinya sendiri. Permainan cinta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Kau Sakiti Orang Yang Salah
“Karena dendam masa lalu yang telah merenggut nyawa kakek dan neneknya, orang-orang yang paling disayanginya, seorang Reza Adyatama tega membalaskan dendamnya kepada seorang gadis bernama Luna Daniel, putri dari seseorang yang telah menghilangkan nyawa kakek dan neneknya dalam kecelakaan mobil. Luna, yang tidak tahu apa-apa, harus menjadi sarana balas dendam Reza. Hingga suatu ketika, setelah empat tahun berlalu, Reza tidak sengaja menjumpai seorang anak kecil berusia tiga tahun yang begitu mirip dengannya. Reza semakin syok ketika mengetahui jika anak kecil itu adalah anak kandungnya. Penyesalan mulai menggerogoti relung hatinya. Reza bertekad untuk mengejar dan meluluhkan hati Luna kembali. Apakah pria yang akrab disapa Re itu akan mudah meluluhkan hati wanita yang pernah disakitinya beberapa tahun silam? Dan apakah Luna masih mau memaafkan dan menerima Re kembali demi masa depan anaknya?”
1 Bab 1 menghantuinya2 Bab 2 dalang di baliknya3 Bab 3 Ini yang pantas mereka dapatkan4 Bab 4 Beberapa minggu yang terasa5 Bab 5 melelahkan6 Bab 6 menenggelamkan dirinya7 Bab 7 mengamati Luna dan Rayyan8 Bab 8 tubuh mungil itu tak berdaya9 Bab 9 bermain di ruang khusus anak-anak10 Bab 10 menghancurkan Luna11 Bab 11 rencananya12 Bab 12 kemewahan dan kebahagiaan13 Bab 13 menanyakan Mama Luna14 Bab 14 Tubuhnya semakin kurus,15 Bab 15 amarah16 Bab 16 kepolosannya17 Bab 17 Ancaman18 Bab 18 mengorbankan sebagian dari dirinya19 Bab 19 Elena dan calon anaknya20 Bab 20 Otaknya berputar cepat21 Bab 21 Sejak tiba di pulau22 Bab 22 Perahu kecil23 Bab 23 Kembali ke mansion24 Bab 24 Raungan kesakitan25 Bab 25 kembali ke kamar26 Bab 26 dua wanita yang seharusnya saling membenci