icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Sakiti Orang Yang Salah

Bab 2 dalang di baliknya

Jumlah Kata:2290    |    Dirilis Pada: 17/07/2025

suh yang mengancam, melainkan sebagai ksatria berkuda putih yang datang menyelamatkan. Segalanya berjalan sesuai rencana. Pesonanya, keme

ontras dengan niat busuknya. Pesan-pesan singkatnya selalu penuh perhatian, menanyakan bagaimana tidur Luna, atau mengingatkan untuk tid

g." Kata-kata sederhana itu, yang diucapkan dengan nada tulus melalui telepon, membuat Luna merasa dicintai dan diperhatikan sepenuhnya. Ia belum pernah merasakan perhatian sebesar ini sebe

dengan para konglomerat-Luna selalu berada di sisi Reza. Ia tak pernah meninggalkan Luna sendirian, selalu memegang tangannya, sesekali merangkul pinggangnya, atau membisikkan pujian di telinganya. "Kamu

membuatnya merasa nyaman di tengah keramaian. Ia selalu memastikan Luna merasa dihormati dan dihargai. Reza bahkan sering kali mengalihkan perhatian dari dirinya sendiri untuk menyoroti

h ia susun dengan cermat. Ia adalah pemeran utama dalam drama yang ia ciptakan sendiri, dengan Luna sebagai korban tanpa menyadarinya. Ia menikmati setiap detik saat Luna

k suatu malam, kepalanya bersandar di dada Reza saat mereka menyaksikan

" Jawaban itu terdengar begitu tulus, begitu meyakinkan, sehingga Luna tidak pernah meragukannya sedikit pun.

kebutuhan untuk menguasai. Ia tahu Luna sangat mencintai lukisan, jadi ia sengaja membangun studio seni pribadi di penthouse-nya yang mewah, lengkap dengan peralatan terbaik, khusus un

ium kening Luna. "Aku hanya ingin melihatm

ti pasangan. Namun, Reza berhasil menaklukkan mereka dengan keramahannya, kecerdasannya, dan tentu saja, kekayaannya. Ia menunjukkan rasa hormat yang luar biasa kepada Ayah Luna, Pak Daniel,

ka bahkan sering membicarakan kemungkinan pernikahan, sebuah topik yang membuat Reza tersenyum licik di balik punggu

ul secara perlahan, seperti embun pagi yang tak kasat mata, namun perlahan membasahi hatinya yang beku. Awalnya, ia mengabaikannya, m

ertawa lepas karena lelucon Reza. Dalam tatapan itu, tidak ada kepura-puraan, tidak ada perhitungan. Hanya ada kejujuran, kepolosan, dan cinta yang murni. Ta

an jiwanya. Senyum itu mampu meluluhkan kekakuan Reza, membuatnya sesaat melupakan dendamnya dan hanya ingin terus melihat senyum itu. Ada kalanya, di tengah malam sa

ada Reza tanpa sedikitpun keraguan. Ia tidak pernah meminta imbalan, tidak pernah menuntut. Ia hanya mencintai. Cinta Luna adalah sebuah anomali dalam hidup Reza yang

bih-lebihkan gejalanya agar Luna mengkhawatirkannya. Dan Luna memang sangat khawatir. Ia segera datang ke penthouse Reza, membawa sup buatan tangannya sendiri, dan

idur, Luna terlihat begitu rapuh dan tulus. Seketika, hati Reza merasakan sentakan aneh. Sebuah kehangatan yang asing, namun begitu menyenangkan. Ia merasakan keingi

perasaan itu jauh-jauh. "Ini hanya kelemahan. Ini hanya

erbaring tak bernyawa. Ia membayangkan rasa sakit dan kehilangan yang ia alami. Itu adalah mantra yan

, saat Luna menatapnya dengan penuh cinta, atau saat gadis itu tertawa lepas karena leluconnya, Reza merasakan sengatan kecil di dad

tenaga, dan emosi dalam rencana ini. Ia telah membangun citra dirinya sebagai pahlawan bagi Luna, dan kini ia harus

benaknya, seperti sebuah mantra. "Aku hanya sedang bermain per

langinya, semakin koson

pat kakek dan nenek Luna tinggal sebelum mereka meninggal. Luna ingin Reza melihat lukisan-lukisan masa kecilnya y

ebelum semua itu direnggut. Aroma masakan nenek Luna, suara tawa yang masih terasa di udara, dan foto-foto keluarga yang terpajang rapi-semuanya memicu memo

a Luna, matanya berkaca-kaca saat menatap foto. "Mereka selalu mengaja

k. Dua jiwa yang sama-sama merasakan duka mendalam. Dan tiba-tiba, perbedaan antara mereka berdua, antara Reza yang penuh dendam dan

juga telah kehilangan kakek dan neneknya dalam kecelakaan yang sama. Namun, kata-kata itu tertahan di tengg

ikit serak. Ia memaksakan senyum, meskipun hatinya terasa nyeri. Nye

Terima kasih, Reza. Aku s

na, senyum kakek dan nenek Luna, dan cerita Luna tentang kebaikan mereka, terus berputar di benaknya. Ia m

, bahkan foto-foto mobil yang ringsek. Ia mencari-cari detail, mencari celah untuk membenarkan tindakannya. Ia mencari b

tidak ada bukti kesengajaan. Ayah Luna tidak ada di tempat kejadian saat itu. Ia hanya pemilik mobil. Kebencian Reza yang d

bertanggung jawab! Kakek dan nenekku meninggal karena kelalaian

n di dalam dirinya, suara kecil yang mengingatkannya akan tatapan tulus

dirinya sendiri. Setiap kebohongan yang ia ucapkan, setiap sentuhan palsu yang ia berikan, terasa seperti luk

ebih keras, berharap kesibukan bisa mengalihkan pikirannya. Namun, tidak ada yang berhasil

nta yang murni, yang tidak pernah ia minta, yang tidak pern

terlalu jauh. Harga diri dan ambisinya untuk membalas dendam telah menjadi bagian dari identitasnya. Jika ia mundur se

ri perasaan-perasaan yang mengganggu ini. Ia akan mengakhiri permainan ini, menghancurkan Luna, dan kemudian melanjutka

i depan cermin, matanya menatap pantulannya yang terliha

men yang akan membuat gadis itu menyadari bahwa semua yang mereka miliki hanyalah kebohongan besar. Ia akan memilih

yangan itu kini tidak lagi memberinya kepuasan yang sama seperti dulu. Ada sedikit

Ini adalah permainan. Ia

ah mulai membicarakan tentang pernikahan, tentang masa depan mereka, tentang impian untuk m

guk, hatinya terasa seperti dihantam palu godam. Ia tahu bahwa setiap kata-kata harapa

i sedang berjuang dalam perang batin. Dendam melawannya sendiri,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Kau Sakiti Orang Yang Salah
“Karena dendam masa lalu yang telah merenggut nyawa kakek dan neneknya, orang-orang yang paling disayanginya, seorang Reza Adyatama tega membalaskan dendamnya kepada seorang gadis bernama Luna Daniel, putri dari seseorang yang telah menghilangkan nyawa kakek dan neneknya dalam kecelakaan mobil. Luna, yang tidak tahu apa-apa, harus menjadi sarana balas dendam Reza. Hingga suatu ketika, setelah empat tahun berlalu, Reza tidak sengaja menjumpai seorang anak kecil berusia tiga tahun yang begitu mirip dengannya. Reza semakin syok ketika mengetahui jika anak kecil itu adalah anak kandungnya. Penyesalan mulai menggerogoti relung hatinya. Reza bertekad untuk mengejar dan meluluhkan hati Luna kembali. Apakah pria yang akrab disapa Re itu akan mudah meluluhkan hati wanita yang pernah disakitinya beberapa tahun silam? Dan apakah Luna masih mau memaafkan dan menerima Re kembali demi masa depan anaknya?”
1 Bab 1 menghantuinya2 Bab 2 dalang di baliknya3 Bab 3 Ini yang pantas mereka dapatkan4 Bab 4 Beberapa minggu yang terasa5 Bab 5 melelahkan6 Bab 6 menenggelamkan dirinya7 Bab 7 mengamati Luna dan Rayyan8 Bab 8 tubuh mungil itu tak berdaya9 Bab 9 bermain di ruang khusus anak-anak10 Bab 10 menghancurkan Luna11 Bab 11 rencananya12 Bab 12 kemewahan dan kebahagiaan13 Bab 13 menanyakan Mama Luna14 Bab 14 Tubuhnya semakin kurus,15 Bab 15 amarah16 Bab 16 kepolosannya17 Bab 17 Ancaman18 Bab 18 mengorbankan sebagian dari dirinya19 Bab 19 Elena dan calon anaknya20 Bab 20 Otaknya berputar cepat21 Bab 21 Sejak tiba di pulau22 Bab 22 Perahu kecil23 Bab 23 Kembali ke mansion24 Bab 24 Raungan kesakitan25 Bab 25 kembali ke kamar26 Bab 26 dua wanita yang seharusnya saling membenci