icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Bab 3 Lara tak pernah menyangka

Jumlah Kata:1228    |    Dirilis Pada: 12/07/2025

Perutnya semakin membesar, tak bisa lagi disembunyikan di balik pakaian-pakaian longgar yang ia kenakan. Setiap pagi, di depan cermin usang gubuknya, ia melihat r

asan itu mulai merayapi hatinya, menggeser sedik

a memilah hasil kebun, Mbah Karsih tiba-tiba berhenti. Pandangannya menelusuri perut Lara yang sedikit menonjol. Lara menahan n

namun ada nada kepastian di dalamnya

a yang telah memperlakukannya seperti cucu sendiri. Air mata yang selama ini ia tahan, akhirnya tumpah ruah. Ia menceritakan semuanya, tentang perjodohan yang ia jalani, tentang Elara y

ap punggung Lara dengan tangan keriputnya. "Hidup ini memang penuh liku,

i tetangga lain, dan mendampingi Lara melewati proses persalinan. Mbah Karsih adalah bidan kampung di masa mudanya, dan pengetahuannya tentang persali

ak waktu di gubuk, hanya keluar jika ada kebutuhan mendesak atau untuk mengurus kebun bunga di halaman belakang. Hasil penjualan sabun dan parfumnya semakin meningkat, menjadi satu-satunya sumber penghasilannya untuk mempersiapkan kelahiran sang bayi. Ia membeli kain

an sorotan kamera dari berbagai penjuru. Elara tampak bahagia, senyumnya terkembang di setiap foto yang dipublikasikan. Ia memeluk Elena dengan mesra, mengucapkan janji suci di hadapan ratusan tamu undangan, ter

m setiap kesempatan, ia menyisipkan pujian untuk Elena dan keluarganya, sekaligus sindiran halus (yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu) tentang "masa lalu yan

telah membuat keputusan terbaik. Sesekali, terlintas bayangan wanita dengan mata sedih dalam mimpinya, namun ia selalu menepisnya sebagai kelelahan. Tidak ada ruang bagi penyesalan di hati Elara, setidaknya tidak untuk sa

pinginya. Dengan segala ilmu yang ia miliki, dan dengan peralatan seadanya, Mbah Karsih membantu Lara melewati proses persalinan yang panjang dan menyakitkan. Setiap dorongan, setiap

a. Mbah Karsih meletakkan bayi itu di dada Lara. Seorang bayi laki-laki. Rambutnya hitam legam, matanya tertutup rapat, dan bibirnya bergerak-gerak mencari. La

anya Mbah Karsih lembut, sen

anya... Bagas. Bagas Dirgantara," bisiknya, air mata bahagia mengalir deras. Bagas, dari Bagaskara, sebuah nama yang mengingatkannya pada kakek Elara, Bastian, pria yang selalu melindunginya. Dirgantara, nama ke

etiap tangisan, setiap gerakan kecilnya, mengisi hari-hari Lara dengan makna. Ia sepenuhnya mencurahkan hidupnya untuk merawat Bagas. Ia belajar menggendong, menyus

au sekadar menggendong Bagas saat Lara sibuk membuat sabun dan parfum. Kebun bunga Lara juga semakin subur, menghasilkan lebih banyak bahan baku untuk produk-prod

buah kenyataan yang terkadang menyakitkan namun juga membawa kehangatan. Bagas sangat dekat dengan Lara dan Mbah Karsih. Ia sering membantu Lara d

dengan usahanya, dan seorang ibu yang bahagia. Ia berpikir, mungkin ia tidak akan pernah lagi berhadapan dengan Elara, dengan masa lalu yang ia coba kubur dalam-dalam. Nam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
“Lara menerima perjodohan antara dirinya dan Elara. Namun pria itu menolaknya mentah-mentah. Elara yang dulu baik dan perhatian, berubah memusuhinya. Bahkan pria itu rela tidak pulang selama 3 tahun, agar Lara mau menggugat cerainya. Setelah Bastian, kakek Elara koma, Lara tak punya pilihan lain. Stella, ibu dari Elara, terus menekannya supaya membuat surat gugatan cerai. Karena bagi Stella, Lara sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan Elara. Lara hanya anak seorang sopir. Pernikahannya pun tidak pernah diumumkan secara terbuka. Sehingga tak ada yang tahu, jika dirinya adalah istri dari putra sulung mendiang Bagaskara. Lara meloloskan permintaan Stella. Walau dia sedih, karena harus melanggar janjinya kepada Bastian. Sebuah malam terjadi. Lara terenggut keperawanannya. Elara tak menyadari jika gadis yang pernah ditidurinya adalah Lara. Ia mengira Elena. Setelah perceraian, Elara melamar Elena. Mereka bertunangan. Sementara Lara memilih menenangkan diri dari hingar-bingar ibu kota. Ia tinggal di desa yang begitu asri. Lara mulai berkebun. Ia yang suka dengan bunga, mulai bereksperimen membuat sabun dan parfum. Ia tak menyadari, dirinya ternyata hamil.”
1 Bab 1 takdirnya sudah tertulis2 Bab 2 Hingga suatu pagi3 Bab 3 Lara tak pernah menyangka4 Bab 4 menyembuhkan luka5 Bab 5 ada pula kegelisahan6 Bab 6 Jangan berbohong7 Bab 7 ketakutan8 Bab 8 terancam hancur9 Bab 9 bergantian10 Bab 10 Kepergian11 Bab 11 Kesepakatan yang terjadi12 Bab 12 Gubuk kecil13 Bab 13 apartemen14 Bab 14 Perdebatan15 Bab 15 pedesaan yang menenangkan16 Bab 16 memutuskan untuk menelepon17 Bab 17 pertanda18 Bab 18 menjadi kenyataan19 Bab 19 Pintu kamar yang tertutup membanting20 Bab 20 Ketenangan21 Bab 21 penuh kasih sayang22 Bab 22 ketabahan luar biasanya23 Bab 23 Kondisi Bagas yang memburuk24 Bab 24 bertanggung jawab25 Bab 25 melindungi nama baik keluarga26 Bab 26 akhirnya berlabuh27 Bab 27 reputasi28 Bab 28 melawan keputusasaan