icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Bab 2 Hingga suatu pagi

Jumlah Kata:1359    |    Dirilis Pada: 12/07/2025

anyir kebohongan dan pengkhianatan yang selama ini melekat padanya di kota. Di sini, di desa kecil yang terpencil ini, ia adalah Lara yang baru. Bukan Lara Adistia, anak sopir ya

ih, tetangga sebelahnya yang sudah renta namun semangatnya tak pernah padam. Tangannya yang dulu terbiasa memegang buku pelajaran atau menyentuh kain-kain mahal kini mahir menggali tanah, menanam benih, dan memangkas

sesuatu yang bisa menyimpan aroma keindahan alam. Dengan modal nekat dan beberapa buku resep warisan Mbah Karsih tentang ramuan tradisional, ia mulai bereksperimen. Awalnya gagal. Sabunnya terlalu lembek, parfumnya cepat hilang aromanya. Namun Lara tak men

erapa bahkan memesan parfum khusus untuk acara-acara penting. Lara tersenyum. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa berharga, merasa karyan

gin, kelelahan yang tak kunjung hilang meski sudah beristirahat, dan nafsu makan yang berubah drastis. Hingga suatu pagi, saat ia terbangun dengan perut yang terasa begitu sensitif, ia akhirnya meny

dari Elara yang menganggapnya tak lebih dari sampah. Ia tidak ingin mengingatnya. Ia telah berusaha keras mengubur memori itu dalam-dalam. Namun kini, ingatan itu mencuat kembali, seperti ha

depannya dengan Elara. Kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia membawa serta bagian dari pria yang begitu ingin melupakannya. Bagaimana mu

koma. Dan Elara... Elara mungkin akan lebih membencinya jika tahu tentang ini. Ia bahkan bisa membayangkan bagaimana Stella akan b

adisional. Dengan dalih sering merasa lelah, Lara meminta Mbah Karsih untuk meracikkan jamu. Mbah Karsih, dengan kebijaksanaannya, mungkin m

u. Ia mengenakan pakaian longgar, menghindari kegiatan fisik yang terlalu berat, dan mencari alasan setiap kali ia menolak makanan tertentu yang memicu m

adai. Ibunya selalu mengajarkan bahwa hidup harus terus berjalan, tidak peduli seberapa berat rintangan yang menghadang. Lara memandangi perutnya yang semakin mem

yang terbaik. Ia mulai mencari informasi tentang persalinan, tentang perawatan bayi, membaca buku-buku lama yang ia temukan di rumah Mbah

onflik baru bagi Elara. Ia ingin anak ini tumbuh dalam kedamaian, jauh dari intrik dan kebencian keluarga Bagaskara. Mungkin, ia harus menghilang lebih jauh lagi. M

uknya, tentang langit malam bertabur bintang yang begitu indah di desa. Ia ingin bayinya merasakan cinta, merasakan kehangatan, meskipun ia

ternama, hingga lokasi resepsi yang kabarnya akan menjadi pesta termewah tahun ini. Elara tersenyum di hadapan kamera, berpose mesra dengan Elena, menunjukkan kepada dunia bahwa i

udut hatinya, ada sesuatu yang terasa hampa, sebuah kekosongan yang terkadang mengusiknya di malam hari. Ia sering bermimpi aneh, tentang seorang wanita yang wajahnya samar, namun matanya begitu sedi

a. Ia terlalu mabuk, terlalu frustrasi, dan terlalu buta oleh amarah. Dalam pikirannya, Elena adalah satu-satunya wanita yang ada di sana. Kenyataan pahit itu, kebenaran te

gan putranya. Stella seringkali dengan bangga menceritakan tentang Elena kepada teman-temannya, membandingkannya dengan Lara yang ia anggap tak lebih dari sampah. Ia benar-benar yakin, ia telah berhasil menyingkirkan duri dalam daging d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
“Lara menerima perjodohan antara dirinya dan Elara. Namun pria itu menolaknya mentah-mentah. Elara yang dulu baik dan perhatian, berubah memusuhinya. Bahkan pria itu rela tidak pulang selama 3 tahun, agar Lara mau menggugat cerainya. Setelah Bastian, kakek Elara koma, Lara tak punya pilihan lain. Stella, ibu dari Elara, terus menekannya supaya membuat surat gugatan cerai. Karena bagi Stella, Lara sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan Elara. Lara hanya anak seorang sopir. Pernikahannya pun tidak pernah diumumkan secara terbuka. Sehingga tak ada yang tahu, jika dirinya adalah istri dari putra sulung mendiang Bagaskara. Lara meloloskan permintaan Stella. Walau dia sedih, karena harus melanggar janjinya kepada Bastian. Sebuah malam terjadi. Lara terenggut keperawanannya. Elara tak menyadari jika gadis yang pernah ditidurinya adalah Lara. Ia mengira Elena. Setelah perceraian, Elara melamar Elena. Mereka bertunangan. Sementara Lara memilih menenangkan diri dari hingar-bingar ibu kota. Ia tinggal di desa yang begitu asri. Lara mulai berkebun. Ia yang suka dengan bunga, mulai bereksperimen membuat sabun dan parfum. Ia tak menyadari, dirinya ternyata hamil.”
1 Bab 1 takdirnya sudah tertulis2 Bab 2 Hingga suatu pagi3 Bab 3 Lara tak pernah menyangka4 Bab 4 menyembuhkan luka5 Bab 5 ada pula kegelisahan6 Bab 6 Jangan berbohong7 Bab 7 ketakutan8 Bab 8 terancam hancur9 Bab 9 bergantian10 Bab 10 Kepergian11 Bab 11 Kesepakatan yang terjadi12 Bab 12 Gubuk kecil13 Bab 13 apartemen14 Bab 14 Perdebatan15 Bab 15 pedesaan yang menenangkan16 Bab 16 memutuskan untuk menelepon17 Bab 17 pertanda18 Bab 18 menjadi kenyataan19 Bab 19 Pintu kamar yang tertutup membanting20 Bab 20 Ketenangan21 Bab 21 penuh kasih sayang22 Bab 22 ketabahan luar biasanya23 Bab 23 Kondisi Bagas yang memburuk24 Bab 24 bertanggung jawab25 Bab 25 melindungi nama baik keluarga26 Bab 26 akhirnya berlabuh27 Bab 27 reputasi28 Bab 28 melawan keputusasaan