icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Air Mata yang Kutumpahkan

Air Mata yang Kutumpahkan

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2050    |    Dirilis Pada: 16/11/2021

akan berakhir. Hari ini ia memang kebagian shift sore di ruang IGD. Yang artinya ia akan bertugas mulai dari pukul dua sore sampai deng

u itu toh tidak pernah menanti kepulanganmu? Sudahlah. Jangan terus m

hun lalu, ia terpaksa menggantikan adik kembarnya, Keisha, untuk menikah dengan Panji Wicaksana. Adik kembarnya itu kabur seminggu menjelang hari pe

. Dan seperti biasa, ia tidak kuasa menolak keinginan ibunya. Ia mengiyakan walaupun pengantin prianya terlihat begitu enggan untuk melanjutkan pernikahan. Dari cerita yang ia dengar, sebenarnya Panj

ak akan berhubungan suami istri selama mereka belum memiliki rasa cinta. Makanya selama satu setengah tahun pernikahannya, ia masih tetap seorang perawan. Mereka memang tidur seranjang. Tetapi selalu ada guling yang memisahkan d

rat. Di atas kursi rodanya, sang ibu yang ditaksir berusia sekitar 30 tahunan itu terus merintih kesakita

r kecil, Keira menanyakan keluhan si ibu. Menurut si ibu, pinggangnya terasa nyeri dan perutnya mulas sekali. Air bening telah keluar melalui kema

ntara ia sendiri melakukan pemeriksaan fisik serta tanda-tanda vital pada tubuh si ibu. Keira mengecek tekanan darah, nadi dan pernafasan si ibu. Setelah m

ngan perawat yang akan bertugas berikutnya. Ia melaporkan jumlah pelaksanaan operasi, alat-alat medis dan keperawatan serta jumlah obat-obatan yang telah terpakai. Setelah se

utkan lamunan sepanjang perjalanan. Empat puluh lima menit kemudian ia telah tiba di rumah. Pandangannya tertuju pada mobil Panji terparkir di garasi. Itu artinya Panji tidak keluar rumah malam ini. Tumben sekali. Biasanya jika dirinya tugas sore atau tugas malam, Panji akan hang out hingga tengah malam atau pa

dua kali dan menghembuskannya perlahan melalui mulut. Ia har

ya bermain telenovela. Tegakkan bahu dan pasan

salam sembari melangkahkan kaki ke ruang tamu. Tiga kep

ongkang-ongkang kaki saja di rumah. Kasihan istrimu pulang sendirian

'kan sudah capek seharian kerja di kantor. Jadi biar saja Mas Panji beristirahat di rumah, Bu," uca

Panji penuh perhatian. "Ayo, sekarang bersihkan dirimu dan segera istirahat," lanjut Panji seraya beringsut da

rang istri yang teraniaya. Saya mau keluar. Jangan mengunci pintu kamar," ancam Panji dingin. Keira hanya me

menanyakan keberadaan, Ma

ji kemudian membuka pintu kamar dan

permohonan kedua orang tua saya. Bagaimanapun nama besar keluarga saya harus saya junjung ting

. Setiap ia mengutarakan niatnya untuk bercerai dari Panji, ibunya pasti mengamuk. Ibunya bahkan mengancam tidak akan mengakuinya sebagai seorang anak lagi jikalau ia masih saja berniat ingin bercerai dari Panji. Ma

kala itu, sementara Panji sudah kelas tiga SMA. Sejak kejadian itu, ia mengagumi Panji secara diam-diam. Ia hanya berani menuliskan nama Panji pada buku hariannya dan mencurahkan segenap perasaannya dalam coretan

erpisah, mereka kembali dekat saat kantor Panji memakai jasa Keisha untuk memasarkan produk-produknya. Keisha memang berprofesi sebagai seorang artis. Mereka

di. Hari ini ia lelah luar biasa. Pasien yang tidak henti-hentinya mendatangi IGD membuat energinya terkuras habis. Ia berencana untuk langsung tidur saja setelah

*

tubuhnya. Keira menarik napas pasrah. Selalu begini. Setiap Panji sedang banyak pikiran, pasti ia akan mabuk-mabukan. Pilihan para pengecut. Melarikan diri

ng masih duduk di ranjang, mematung. Hatinya seperti dicubiti. Panji benar-benar mencintai Keisha rupanya. Seseorang yang

ia menutup bagian pinggang Panji dengan selimut dari batas pinggang hingga kaki. Keira merasa wajahnya memerah saat meraba-raba ikat pinggang Panji. Biasanya saat pulang dalam keadaan mabuk begini, ia akan h

ntuk apa kamu malu? Anggap saja Panji ini korban tabrak lari. Tida

ana panjangnya. Alhasil Panji sekarang telanjang dibalik selimut yang menutupinya dari batas pinggang ke bawah. Keira membawa semua pakaian kotor Panji ke keranjang cucian pakaian kotor. Ia kemudian

ng terkena stroke, Ra. Hitung-hitung latihan, sia

n bawah perutnya. Setelah semuanya bersih ia mengambil piyama Panji dan bermaksud memaka

bermimpi 'kan?" Keira kaget saat tiba-tiba sa

eira, Mas. Keira." Keira meronta-ronta sewakt

ah, rahang dan leher Keira dengan nafsu membara. Keira mulai ketakutan. Panji sedang mabuk. Nalar dan logikanya sedang tumpul. Wajahnya dan Sasa te

annya dengan kekuatannya sendiri. Tetapi apa daya, tenaganya tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan Panji. Hari ini tepat pukul dua pagi, ia kehilangan kesuciannya oleh suaminya sendiri

ji setelah menuntaskan hasratnya, membuat perasaan Keira remuk redam. Bukan hanya menyaki

tersungging di bibirnya. Mungkin saja ia bermimpi bertemu kembali dengan Keisha. Keira mengeringkan rambut basahnya dengan handuk seadanya. Ia tidak berani mengunakan hair dryer pada jam-jam tidak lazim seperti ini. Setelah ia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Air Mata yang Kutumpahkan
Air Mata yang Kutumpahkan
“Menikah dengan Panji Wicaksana, yang tidak lain adalah pacar adik kembarnya, bukanlah keinginan Keira Prawirajaya. Masalahnya adik kembarnya tersebut kabur seminggu menjelang hari pernikahannya. Sementara keluarga besarnya memerlukan tameng untuk menutupi aib keluarga. Dan seperti biasa, Keira lah yang harus mengambil alih semua dosa-dosa adik kembarnya. Masalah timbul saat Keisha kembali. Keisha memutarbalikkan fakta, dan menjadikan Keira kambing hitam atas segala kesalahannya. Panji yang masih sangat mencintai Keisha, mengupayakan segala cara agar bisa menceraikan Keira. Termasuk menuduh Keira berselingkuh dan mengandung benih dari pria lain. Keputusan apa yang akhirnya akan diambil oleh Keira? Mempertahankan rumah tangga dan maruah keluarga, atau menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang wanita? "Aku diam bukan karena aku kalah. Aku hanya tidak mau kamu semakin mempermalukan dirimu sendiri. Karena secepat apapun kebohongan berlari, yakinlah bahwa kebenaran pasti akan selalu melewatinya." -Keira Prawirajaya- "Bertahanlah, jika kamu betah. Dan pergilah, jika kamu lelah. Aku tidak pernah memaksa." -Panji Wicaksana- "Jangan biasakan menelan stigma bulat-bulat tanpa ditelaah terlebih dahulu. Cinta boleh, tapi tolong otak kamu itu dipakai!" -Alrasya Abiyaksa-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 19 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 4647 Bab 47 Chapter 47(end)48 Bab 48 Extra Part I49 Bab 49 Extra Part II