icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Ayah Mertua

Bab 9 Part 09

Jumlah Kata:1247    |    Dirilis Pada: 15/06/2025

nekat sih?

aja. A

h melakukan itu padaku. Seolah aku juga ingin melakukannya. Aku pun membalas pel

menyentuh. Sementara itu kontol ayah menempel di perutku dan sudah mengeras. Tangan ayah meremas kedua payudarku se

saling berciuman. Bir

pala ayah yang sibuk melahap kedua susuku secara bergantian. Sementara

rlanjut ke area selangkangan. Ayah menaikkan satu kakiku dan ditempatkan d

ayah sudah menempel di memekku. Lida

.." de

risku. Aku semakin tidak tahan dengan rangsangan

...oohh..." aku te

ah sangat lihat bermain di sana. Ia seolah tahu bagian-bagian sensitifku. Namun, karena aku m

kin..." pintaku. "

ungkin ia merasa berhasil membuatku meminta terlebih da

s. Ayah memintaku untuk duduk di atasnya. Tanpa banyak omong, aku mengikuti perintah ayah. Aku mengangkangi paha

ke memekku. Dengan gerakan menurunkan bokongku, perlahan kontol ayah menyeruak masuk dan

endengar ayah m

bibir ayah. Ah, kami sudah bagaikan suami istri. Kini aku sudah tidak canggung lagi untuk memulai s

phh

ku. Kurasakan tangan ayah kembali melakukan remasan di bagian dada. Perlahan dimulai dari remasan.

Yang kuinginkan saat ini adalah memuaskan ayahku dan ayah memuaskanku. A

sedot-sedot dengan buasnya. Ia seperti seorang bayi yang kehausan dan menyusu pada ibunya. Tak lupa juga, lidahnya ia main-mai

t. Kontol ayah juga mulai cepat keluar masuk di memekku. Kontol itu seperti mengoyak-oyak seluru

aakkk...aahh..

aa...?" tanya

..tto

aa?" tanya ayah

aahh...

ang juga aku melakukan goyangan pada pantatku untuk menambah kenikmatan pada k

, aku memeluk ayahku dengan erat. Sementara pantatku semakin kuturunkan agar kontol a

iran bak mandi. Ayah juga memintaku untuk sedikit menungging. Ya, ayah ingin menyetubuhiku dari belakang. Sambi

h sedikit kesusahan. Tetapi setelah dengan usaha yang cukup, akhirnya ko

ang dihasilkan karena pertemuan

nya. Juga tak lupa ia mainkan puting susunya. Sement

asakan ciuman ayah sudah berada di tengkukku.

ntaku pada ayah. Aku ingin ayah semak

meraih bagian paling sensitifku. Jarinya langsung mengarah ke klitoris

.ohh...

k meredam rasa nikmat yang dibuat oleh ayahku ini. Sementara itu ayah

di puncak, ayah terus memberikan rangsangan di

Badanku terguncang-guncang karena gerakan ayah. Namun, pada

k kontolnya dan spermanya langsung mun

orgasmeku hingga dua kali. Tapi badanku sudah cukup remuk. Selepas bercinta, k

u, "Ayah hari ini tidak ke sawah.

tu rumah. Aku kaget dan bingung melihat itu. Tanpa kuduga, ia langsung melepaskan baju dan bertelanjang di depanku. Aku paling tidak bisa melihat ayah mertuaku bertelan

ri. Ayah pergi ke kamarnya. Ayahku meminta untuk makan siang. Kusiapkan makan untuknya dan ayah juga. Pada saat sibuk menyiapkan, ay

tapi, aku harus mengakui bahwa kenakalannya itu, juga membuatku bahagia. Perasa

uk kembali berduaan. Dan ayah benar-benar memanfaatkan itu dengan baik. Aku diajak ke kamarnya dan ka

i apa pun oleh ayah. Kegagahan ayah mertuaku membuatku terbuai dan lupa siapa aku sebenarnya. Keperkasaannya membuatku ingin terus digagahi

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Ayah Mertua
Gairah Liar Ayah Mertua
“Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?”