icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Ayah Mertua

Bab 8 Part 08

Jumlah Kata:1279    |    Dirilis Pada: 15/06/2025

untuk bercinta dengan ayah. Apalagi saat ayah menurunkan ciumannya ke bagian perutku. Lalu kemudian turun

uan seperti ini. Suamiku belum tentu mau melakukannya setiap kali kami bercinta. Maka ketika ayah melakukannya, birahi

pintar memainkan lidahnya. Apalagi ketika bermain di klitori

ayaaahh..

engan permainan ayah. A

yyooo..." pin

atan pada memekku. Memekku pasti sudah sangat basah. Tapi itu tak

u..." aku merasa

ampai pada puncak. Aku pegangi kepala

dikit belepotan karena cairan cintaku yang cukup banyak. Ayah kini menempatkan d

.." k

ang

Yah. Aku lag

yah. Kemudian ia melanjutkan ni

ontol ayah sangat besar pasti tidak akan mudah, pikirku. Perlahan ayah mulai melakukan dorongan agar bisa menembus memekku. Kura

.." de

asakan memekku terasa penuh. Kontol ayah terasa mulai memenuhi memekku. Setelah dengan usahanya,

esah. Rasanya tidak ada ruang lag

an kembali mencium bibirku. Aku membalasnya. Kami saling melumat bibir. Salin

a kembali meninggalkan bekas merah di sana. Aku benar-benar sudah tidak peduli. Kurasakan genjotan ayah makin cepat dan

...ee...n

yyaang...eenaak.

..tt

...aa.

oll...aa.

ulai bergerilya di bagian leherku dengan bibirnya. Bahkan ia memainkan lidahnya di belakang

..." aku terus mende

ngsangan di leherku oleh ayah makin membuatku tak kuasa. Aku benar-benar mer

..***ss...ee

n naik menjemput kontol ayah agar semakin dalam masuk

aku melenguh panjang. Aku

udengar semakin menderu. Genjotan itu pun makin cepat dan ayah tiba-tiba secepat kil

kuda jantan yang selesai b

u. Kami terdiam beberapa saat. Kem

mana?" t

jawabku. "Mau be

bawa. Kamu tidur di

na, Yah? Di

de. Biar belajar

kami saling membersihkan kemaluan masing-masing. Aku membersihkan konto

ang tanpa mengenakan apa-apa. Aku dengan tanpa malu-malu lagi memeluk tubuh ayah layaknya dia suamiku. Sekilas aku m

li ini aku sudah pasrah

~

ang. Saat aku terbangun, aku juga tetap posisi memeluk ayah mertuaku. Kemudian aku bangkit dari tidurku. Kukenakan seger

elihat anakku terbangun dan tidak ada aku di sampingnya. Anakku bangun sekitar pukul enam pagi. Lalu aku menyuruhnya mandi sem

secara mengagetkan, aya

secara tiba-tiba. Aku langsung berusah

" kata ayah dengan tena

genakan celana pendek

ia masuk

ang

t daster. Sementara di bagian belakang aku merasakan selangkangan ayah mulai mengeras.

ataku. "Nanti

ur. Setelahnya ayah langsung mencium bibirku. Aku pun langsung membalas ciumannya. Kami mulai berpagutan. Saling melumat bi

ngkangan. Aku sedang tidak mengenakan pakaian dalam sehingga ayah dengan mudah meraih ap

ain meremas susuku. Sedangk

asakan permainan jari

an ayah. Kontolnya sudah mengeras. Tanganku menyelinap masuk ke dal

ndesah. Jari ayah sudah menyen

gan rangsangan ayah. Aku ingin

pada ayah. Tapi ayah tidak

kmat dari rangsangan ayah, t

" panggi

Ayah langsung buru-buru kembali ke kamarnya. Aku segera merapi

asih dimasak lauknya," k

iapkan makan untuk anakku dan ayahku. Mereka berdua langsung

ah ada di kamar mandi, aya

, yah?"

ayah. "Ayah ju

Rizal

dah per

udah berada di sana. Ia langsung masuk ke kamar. Tanpa banyak kata, ayah langsung membuka pakaian y

nekat sih?

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Ayah Mertua
Gairah Liar Ayah Mertua
“Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?”