icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Ayah Mertua

Bab 10 Part 10

Jumlah Kata:1120    |    Dirilis Pada: 15/06/2025

kan bahwa ia harus mengurus tanaman jagungnya. Aku menawa

ta ayah. "Ayah p

h memekku dari balik daster. "

ama oleh ayah. Aku ingin terus bersamanya terus menerus. Sebenarnya aku ingi

asih tidur. Anakku baru bangun sekitar 30 menit setelah ayah berang

empat tidur dan mencuci piring. Setelah selesai aku ke kamar ayahku. Aku mencoba membuka lemarinya dan kulihat-lihat isi di dalamnya. Kulihat isinya sedikit berantakan, m

elakukan lagi dengan ayah. Tanganku tiba-tiba meraba bagian selangkanganku. Birah

usul ayah..." u

untuk ayah. Tidak butuh waktu lama aku pun langsu

duk di pondok tengah sawah. Aku menghampiri

in ke sini?

, yah," jawabku. "Aku jug

h ga bisa

bih tinggi, karena duduk di pondok, maka tanganku tepat berpangku di pahanya. Aku la

lihatan orang

ngan ayah. Aku terus saja

ataku. "A

snya pelan. Sementara aku tak melepaskan remasanku di sel

dan menarik tangan

an juga area tanaman jagung. Kami terus berjalan menyusuri p

aini, yah

kita

unci pintunya. Di dalam ternyata ada lincak yang di atasnya ada kasur t

ciuman yang panas. Ayah melumat bibirku dengan ganasnya. Bibir kami saling berpagutan. Kurasakan kontol ayah mulai mengeras lagi karena menyentuh

anganku. Bahkan daster bagian bawahku ia angkat hingga tangannya langsung menyentuh mem

itu, ia melucuti pakaianku satu per satu hingga aku tak mengenakan apa pun. Setelahnya, ia j

sudah menempel di selangkanganku. Bahkan ayah sengaja menggesek-gesekkan ke memekk

mendesah. "A

ya bermain dengan lincah di kedua puting susuku. Itu

hku lagi. "Maaa

Tetapi sebelum ia masukkan, ia kembali menggesek-gesekkan di bibir vaginaku. Bahkan sesekali ia menye

Aku terus s

ulai memenuhi isi memekku. Entah kenapa meski bukan yang pertama, seolah kontol ayah mas

kembali melakukan ciuman di payudaraku. Lama kelamaan gerakan ayah semakin cepat. Aku pun semakin mengimbangi ger

.aahh...

dengar bunyi plok plok plok karena pertemuan dua selangkangan kami. Kakiku me

ahh..." desah

u. Aku terus menggerakkan pinggulku seolah men

g. Aku telah mendapatkan orgasme

u seolah memekku dikoyak-koyak oleh kontolnya. Sampai akhirnya aku ra

g. Kontolnya memuntahkan sper

cak dan segera membersihkan ko

ma-lama di sini," kat

u. Setelah mengenakan pakaian, kami langsung keluar dari pondok. Untungnya selama kita kem

h. Ayah tampak lahap menyantap makanan yang aku bawa. Setelah

mau di sini?

" jawabku.

Rizal na

pulang agak si

su

h masa lalu sampai urusan ranjang. Tentu saja yang paling seru adalah soal urusan ranjang. N

ngnya yang sup

benihnya y

asti ge

aja begitu.

ng menggenggam selangkangannya. "Le

sikapku. "Eh, nan

li merasakan kontol ayah. Aku sudah sangat ketagihan

engin lagi

sa di

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Ayah Mertua
Gairah Liar Ayah Mertua
“Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?”