icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Ayah Mertua

Bab 3 Part 03

Jumlah Kata:1323    |    Dirilis Pada: 15/06/2025

ana. Rabaan itu perlahan-lahan berubah menjadi remasan. Nafasku semakin tidak karuan. Biar bagaimanapun a

agi saat ayah memainkan puting susuku dengan jemarinya. Ah, itu makin membuat geli keenakan. Ingin rasanya aku memegang m

gnya, aku hanya menuruti saja apa yang diperintahkan: aku pun membuka pahaku. Kini tampaklah memekku di depan a

ea terlarangku. Lalu kurasakan tangan kirinya mulai menyentuh memekku.

bermain di bibir vaginaku. Aku juga tak bisa me

.ahhh..." Aku

. Bahkan ayah mulai menyentuh klitorisku.

....a

upastikan bahwa memekku sudah makin basah. Apalagi tangan

enemukan barang paling berharganya. Barang yang selama ini sering hadir dalam imajinasiku. Saat aku m

u mau. Ia mendekatkan duduknya ag

rung ayah dan memegang kontolnya. Kontolnya sudah mengeras. Bentu

jarinya ke dalam lubang memekku. Dalam bayanganku, buka jarinya yang

belum cuk

disetubuhi. Tapi ini tak mungkin dilakukan karena sangat berbahaya. Lagi pula aku belum punya cukup keberanian untu

Aku merasa sebentar lagi akan mencapai orgasmeku. Ap

a...yaahh.

i itu harus terhenti karena

uu.

ah dan langsung memasang handukku. Sementara ayah meninggalkan permainan tangannya di tubuhku. Ia

anya anakku yang ternyata meli

bku sekenanya. "Kam

ta uang. Mau b

era mengenakan pakaian. Apa yang kurasakan sedikit menjengkelkan: aku harus berhenti setela

rnya dan tak menemukan siapa pun. Ke mana ayah? Apakah dia langsung ke sawah? Aku ke arah kamar mandi dan kudap

tolnya yang tegak berdiri itu. Perlahan birahiku kembali bangkit. Tanganku perlahan turun ke arah selangkangan dan aku mulai mela

tolnya menyemburkan sperma. Kudengar ayah mendesah. Spermanya banyak sekali dan berjatuhan d

-buru aku merapikan baju dan segera masuk ke dalam kamar dan melanj

angan ayah mertuaku y

a melakukan hal seberani itu bersama ayah mertua? Kenapa aku juga hanya diam saja ketika ayah mulai be

nar-benar

*

rtuaku menunjukkan bahwa pada suatu saat bisa saja ia melakukan hal yang lebih. Sedangkan diriku, tidak melakukan perlawanan apa pun terhadap perlakuan dari ayah.

mertuaku. Aku tidak ingin terlihat sebagai pihak yang paling bahagia dengan kejadian kemarin. Bukan karena aku takut ayah

h. Ia tidak menujukkan gelagat apa pun. Tapi

yah baru datang dari sawah. Sebelum ia

aaf soal kejadian kemarin. Seka

Aku juga

laki-laki dan seorang duda, ayah tidak kuasa m

mua udah terjadi. Apalagi aya

akimu uda

ah,

lah kal

ngiyakan permintaannya. Pada saat aku baru datang dari kamar mandi, kudapati suamiku hanya mengenakan sarung. Ia la

bagian belakang ia singkap hingga menemukan bongkahan pantatku yang terbalut celana dalam. Suamiku melakukan remasan pada pantatku seme

iku menghentikan kegiatan k

satu. Mulai dari daster sampai celana dalam. Suamiku duduk di tepian ranjang dan memelukku yang masih berdiri sambil melahap kedua payudaraku yang tepat be

aku mulai

dengan ayah. Kemarin ayah juga melakukan hal yang sama padaku. Jadilah aku makin

ang. Lagi-lagi aku terbayang pada kontol ayah. Kenapa kontol suamiku tidak sama dengan milik ayah? Oh, andaikan kon

itu karena memang kemampuannya atau karena aku yang me

~

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Ayah Mertua
Gairah Liar Ayah Mertua
“Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?”