icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Cinta Yang Kandas

Bab 5 mengorbankan keamanan

Jumlah Kata:2018    |    Dirilis Pada: 12/06/2025

elainkan energi yang bergejolak, hasil dari janji yang terucap di galeri seni kemarin. Raja Wiratama adal

berdiri di depan meja besar yang kini dipenuhi tumpukan cetakan dan model skala kecil. "

a historis Kertajaya. Cerita-cerita tentang pedagang, pelaut, dan bahkan legenda lokal. Maya seda

g kuat. Bukan hanya 'apa' yang akan kita bangun, tapi 'mengapa'. Mengapa Kertajaya

kusi, tawa kecil dari Dimas yang menemukan solusi desain yang cerdik, atau deringan telepon yang diabaikan. Aveline tidak lagi m

hanya foto, tetapi lukisan digital yang menangkap suasana dan emosi. Ada gambar anak-anak bermain di taman tepi air, pasangan tua yang duduk di bangku dengan pemandangan kap

stalasi, menjelaskan solusi inovatif mereka untuk mempertahankan bangunan tua tanpa mengorbankan keamanan. Dimas menciptakan peta lanskap yang menggambarkan ekosistem hutan

gi, menatap cetakan terakhir dengan kagum. "I

"Semoga cinta itu

a beberapa penasihatnya, yang semuanya tampak lebih kaku dan formal dibandingkan Raja sendiri. Meja di tenga

buku bersampul kain biru gelap tanpa judul. Hanya ad

nang dan penuh keyakinan. "Izinkan saya

diwangsa de la Fontaine: "Sebuah bangunan bukan hanya tumpukan ba

a kisah baru, tentang bagaimana tempat itu pernah menjadi nadi perekonomian, dan bagaimana kini ia tertidur dalam kehampaan. Ia menjelaskan visinya untuk menghidupkan k

ukan, tentang hutan bakau sebagai penjaga pantai, tentang pusat pendidikan maritim yang akan melahirkan generasi pelaut dan pelestari lingkunga

visual, dan grafik-grafik indah berbicara lebih keras daripada kata-kata. Raja Wiratama tidak men

luh menit, Aveline menu

a Fontaine, ini sangat ambisius. Dan terus terang, ini sangat berisiko. Anda adalah firma baru. Blackw

n tenang. "Blackwood Corp akan menawarkan efisiensi. Mereka akan menawarkan keuntungan yang terjamin. Tapi

-hal yang orang lain anggap mustahil. Anda melihat seni dalam hal-hal yang orang lain anggap sampah.

l proposal itu dan membolak-baliknya sendiri, berhenti di bebera

nya?" tanyanya, suaranya pelan. "Proposal Anda tidak t

isa dibuat. Tapi visi, itu tak ternilai. Setelah Anda melihat potensinya, kami bisa duduk dan membahas setiap detail

. Berikan aku waktu 24 jam. Jangan hub

buskan napas panjang. "Itu... itu menakutkan,

a Aveline. "Dia melihat lebih dari sekadar

Aveline berdegup kencang. Ia mencoba menyibukkan diri, meninjau ulang sketsa

sel Aveline bergetar. Nomor tidak diken

Fontaine?" suar

Bapak

set

ombang kelegaan yang luar biasa membanjiri dirinya. "Ter

besok pagi untuk menyusun Memorandum of Understanding. Sia

Y

i kita di tender. Tidak ada perbandingan, tidak ada serangan. Fokuslah pada

a Aveline, senyumnya melebar. "T

ap Reza, matanya berkaca-kaca. "Kita b

gila. Benar-benar gila. Aku

i pada kenyataan. Mendapatkan dukungan Raja Wiratama hanyalah

lah kejutan yang mengguncang. Banyak yang tidak percaya, menganggapnya sebagai tipuan publisitas. Yang lain mul

ada Kertajaya, tetapi ia mengabaikannya sebagai gosip belaka. Raja Wiratama terlalu eksentrik, terlalu tidak terduga, untuk berinvesta

h satu asistennya, melemparkan tabletnya ke meja. "Bagaimana bisa? Dia tidak

ahu. "Kami tidak tahu, Pak Blackwood. Informasi itu baru beredar pa

ine tidak hanya meninggalkannya, ia sekarang menantangnya di arena yang palin

dijawab. Ia mencoba mengirim pesan, tetapi tidak ada

da dirinya sendiri, mengulangi kata-kata Aveline. "In

ya, suaranya rendah dan penuh ancaman. "Aku ingin proposal kita sempurna. Tidak ada celah

an pemerintah, para juri dari berbagai disiplin ilmu, dan tentu saja, perwakilan dari

gan yang luar biasa. Reza di sampingnya, tampak bersemangat sekaligus gugup. Dimas, Sarah, dan Maya juga ada di sana, siap me

. Blackwood Corp, seperti yang Aveline duga, menampilkan presentasi yang mulus dan profesional. Damian sendiri yang memimpin, memancarkan karisma yang biasa. Ia berbicara tentang pengalaman Blackwood yang t

tar. Ia tahu bahwa Damian akan menawarkan apa yang dihar

. Tidak ada Damian di belakangnya, tidak ada nama Blackwo

awal. Ia menggunakan sebuah gambar proyeksi yang menampilkan foto-foto hitam putih Kertaj

ukan hanya untuk membahas pembangunan. Kita berkumpul untuk merenungkan sebuah warisan. Sebuah tempat yang tel

p, seolah kamera sedang terbang melewati hutan bakau yang subur, melintasi jembatan pejalan kaki yang elegan, berhenti

likannya ke masa lalu, ke masa depan, dan ke dalam hati setiap warga Jakarta. Ini adalah proyek di mana pembangunan fisik bertemu dengan kebang

n tentang bagaimana setiap elemen desain dirancang untuk memulihkan, merayakan, dan merevitalisasi. Ia bahkan m

us pada para juri, pada wajah-wajah di antara penonton, mencoba terhubung den

k tangan yang perlahan, kemudian semakin keras, hingga memenuhi ru

an sesuatu yang belum pernah Aveline lihat sebelumnya: campuran antara kemarahan dan mungkin, sedikit ras

i. Namun, Aveline merasakan kemenangan yang lebih besar telah ia raih: ia telah menemukan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Cinta Yang Kandas
Bukan Cinta Yang Kandas
“Kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Aveline de la Fontaine adalah mengikat janji suci dengan Damian Blackwood. Pernikahan mereka, yang telah berjalan selama tiga tahun, bukanlah didasari cinta, melainkan sebuah aliansi bisnis antara dua keluarga konglomerat. Namun, Aveline naif berharap Damian pada akhirnya akan melihatnya. Kenyataannya, hati Damian telah lama terkunci, hanya ada ruang untuk cinta masa lalunya, Clara. Demi sebuah harapan kosong, Aveline menekan ambisinya sendiri. Ia, seorang arsitek jenius lulusan terbaik, rela bekerja di bawah bayang-bayang perusahaan Blackwood, menyumbangkan ide-ide briliannya hanya agar nama Damian yang bersinar. Citranya di mata publik merosot dari seorang pewaris visioner menjadi istri yang menyedihkan dan haus perhatian. Titik baliknya tiba pada malam penganugerahan proyek terbesar tahun itu. Damian, di atas panggung, mendedikasikan penghargaannya untuk "inspirasi abadinya," Clara, sementara Aveline-yang sebenarnya merancang konsep kemenangan itu-duduk tak terlihat di antara penonton. Saat itulah Aveline sadar, ia telah membangun istana untuk pria yang salah. Tanpa menoleh ke belakang, Aveline mengajukan gugatan cerai. Ia mendirikan kembali firma arsitekturnya sendiri, merebut kembali nama "de la Fontaine" yang sempat ia tinggalkan. Ia tidak lagi mengejar cinta, melainkan mahakarya. Kesuksesan kembali memeluknya saat rancangannya untuk "Azure Spire," sebuah menara ikonik, mengalahkan proposal dari perusahaan Blackwood. Aveline kembali ke singgasananya, bukan lagi sebagai istri seseorang, tetapi sebagai arsitek yang karyanya dihormati dunia. Lantas, setelah membangun kembali mahkotanya dari puing-puing pengkhianatan dan membalas mereka yang meremukkannya, akankah Aveline membuka kembali gerbang hatinya yang kini dijaga kokoh oleh baja dan beton?”
1 Bab 1 Architectural Innovator of the Year2 Bab 2 Bukan de la Fontaine3 Bab 3 di studio kakeknya4 Bab 4 Ruangan itu dipenuhi gema bisikan5 Bab 5 mengorbankan keamanan6 Bab 6 Keputusan ada di tangan para juri7 Bab 7 Akankah Blackwood Corp menemukan cara lain8 Bab 8 Berita kemenangan hukum9 Bab 9 Pembangunan Distrik Maritim Inovatif Kertajaya10 Bab 10 lokasi proyek11 Bab 11 berupa mimpi di atas kertas12 Bab 12 Insiden sabotase13 Bab 13 Dengan suksesnya Distrik Maritim Inovatif Kertajaya14 Bab 14 warisan yang akan ia tinggalkan15 Bab 15 Arsitek Dunia16 Bab 16 Panggilan dari Masa Lalu17 Bab 17 Hubungannya dengan Aveline18 Bab 18 tsunami berhasil diselesaikan19 Bab 19 sebuah pengakuan20 Bab 20 warisan sejati tidak diukur dari apa yang kita kumpulkan21 Bab 21 Waktu adalah sungai yang tak henti mengalir22 Bab 22 membangun sesuatu yang akan melindungi