icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Cinta Yang Kandas

Bab 4 Ruangan itu dipenuhi gema bisikan

Jumlah Kata:2101    |    Dirilis Pada: 12/06/2025

tu, menciptakan atmosfir yang khas dari sebuah medan perang kreatif. Dinding-dinding kaca lantai 17 kini tertutup sketsa-sketsa raksasa, rendering awal, dan diagram alir yang rumit. Meja-meja kerja

kan citra satelit area Dermaga Kertajaya. Gambar itu menunjukkan kompleks pelabuhan tua yang terbengkalai, gudang-gudang usa

Kita tahu Blackwood Corp sudah mengerjakan ini selama berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun. Mereka me

da yang haus akan tantangan. Ada Dimas, arsitek lanskap dengan reputasi merancang taman kota yang inovatif; Sarah, seorang insinyur struktural yang dikenal karena kemampuannya memecahkan masalah komple

ta. "Dia akan melihatnya sebagai masalah logistik dan komersial murni. Pergudangan baru, jalur d

i adalah jantung sejarah kota yang berdenyut. Ini adalah gerbang maritim kita yang pertama. Kita tidak hanya merevital

atu sisi, kita memiliki fasilitas pelabuhan yang modern dan efisien, berteknologi tinggi, namun terintegrasi secara harmonis dengan lingkungan." Ia menggambar bentuk-bentuk ramping yang mengalir. "Dan di sisi lain, kita membangun pusat buda

apa mulai mencoret-coret di buku sketsa m

diubah, bukan dihancurkan," Aveline menekankan. "Setiap pilar, setiap batu bata, akan menceritakan k

u dalam kondisi yang sangat buruk, Aveline. Mempertahankan

akan mencari solusi inovatif. Sistem penopang tersembunyi, material komposit baru, teknik r

dengan aspek keberlanjutan? Pe

angin kecil di area terbuka. Pengelolaan air limbah yang canggih. Sistem daur ulang material yang efisien. Dan yang terpenting, menciptakan habitat alami bagi ekosistem laut yang pulih." Ia men

engan masyarakat sekitar? Pelabuhan sering kali mengasingkan pen

diakses, pasar lokal yang menjual produk laut segar, program pelatihan bagi penduduk setempat untuk pekerjaan di fasilitas baru, dan bahkan museum kom

gian orang. Tapi ini adalah satu-satunya cara kita bisa mengalahkan Blackwood Corp. Kita tidak bisa bersaing dengan k

bekerja tanpa henti. Studio di lantai 17 tidak pernah sepi. Suara mouse yang berklik,

gadang, dan pikirannya terus-menerus memproses setiap detail. Ia memimpin sesi brainstorming yang intens, berdebat dengan Sarah tentang kelayakan struktural sebuah ide, berdiskusi den

Aveline kini mulai memuji Blackwood Corp atas "dedikasi tak tergoyahkan mereka terhadap pembangunan infrastruktur vital." Desas-desus mulai beredar tentang "vi

or Reza suatu pagi, menunjukkan screenshot sebuah artikel. "Menggunakan kesempatan itu u

dia. Semakin tinggi dia membangun narasi

utuhkan sumber daya finansial dan teknis yang sangat besar. Meskipun Handoyo de la Fontaine telah memberikan dukungan awal yang signifikan, itu tidak cukup

uaranya berat. "Investor besar. Dan mereka tidak ak

garuh Damian. Bank-bank besar ragu-ragu, perusahaan investasi menjaga jarak, dan pengemban

ri investor," kata Aveline, tiba-tib

kat alis. "A

u yang lebih dari sekadar angka di laporan keuangan," jelas Aveline. "Kita butuh seseorang yang meliha

m bisikan di kalangan elit, sosok yang terkenal karena keputusan investasi

Wir

isentuh oleh orang lain. Ia memiliki rekam jejak yang aneh: membangun kompleks perumahan mewah di tengah daerah kumuh yang direvitalisasi, mendanai proyek seni instalasi raksasa di te

i dan tidak tertarik pada presentasi formal. Ia hanya akan

n pernah mau mendengarkan proposal dari firma baru seperti kita, apalagi u

kata Aveline, senyum licik muncul di wajahnya

sebuah gang tersembunyi di Jakarta Selatan. Galeri itu penuh dengan instalasi

yang tampak serius menatap seni. Di tengah ruangan, berdiri seorang pria paruh baya dengan rambut acak-acakan dan kemeja linen yang agak kusu

a portofolio atau proyektor, hanya

sapa Aveline dengan sopan. "

emindai Aveline dan Reza. "Siapa k

line. "Saya bukan seorang arsitek yang datang untuk menjual desain, Ba

epadaku dengan mimpi. Kebanyakan dari mereka hany

kadar membangun kembali pelabuhan, tapi menghidupkan kembali jantung sejarah kota, mencipt

h jadi rebutan Blackwood Corp? Damian Blackwood adalah

eline mengakui. "Tapi saya berani bertaruh itu tidak akan memiliki jiwa.

man. Video itu dimulai dengan gambar-gambar hitam putih Kertajaya di masa kejayaannya: kapal-kapal berlayar, pasar yang ramai, anak-anak berm

eni yang diterangi cahaya, bagaimana dermaga yang runtuh menjadi promenade yang ramai, bagaimana area lumpur menjadi hutan bakau yang hijau. Ada senyum anak-anak

saan: nostalgia, harapan, kehidupan. Video itu berakhir dengan sl

biasanya datar kini menunjukkan sedikit ekspresi. Sete

impi seperti itu," kata Raja pelan. "Dia h

lurus-lurus. "Apa

tapi juga dengan pengaruh dan keberanian," kata Aveline. "Kami butuh fondasi finansial yang kuat untuk

leri seni maritim. Dan pasar lokal. Ini lebih dari sek

dan berkarat yang terlihat seperti sisa-sisa kapal karam. "Ini adalah karya favoritku di sini. Banyak orang mengan

detail besok pagi. Tapi jangan berikan aku angka-angka kering.

ang mencapai matanya. "Tent

ap Aveline dengan tak percaya. "Kau berhasil

melihatnya. Dia melihat keajaiban dalam kehancuran, seperti yang kita lakukan. Damian mungkin menguasai dunia

a teknis sempurna tetapi juga secara emosional menggetarkan. Ini ad

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Cinta Yang Kandas
Bukan Cinta Yang Kandas
“Kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Aveline de la Fontaine adalah mengikat janji suci dengan Damian Blackwood. Pernikahan mereka, yang telah berjalan selama tiga tahun, bukanlah didasari cinta, melainkan sebuah aliansi bisnis antara dua keluarga konglomerat. Namun, Aveline naif berharap Damian pada akhirnya akan melihatnya. Kenyataannya, hati Damian telah lama terkunci, hanya ada ruang untuk cinta masa lalunya, Clara. Demi sebuah harapan kosong, Aveline menekan ambisinya sendiri. Ia, seorang arsitek jenius lulusan terbaik, rela bekerja di bawah bayang-bayang perusahaan Blackwood, menyumbangkan ide-ide briliannya hanya agar nama Damian yang bersinar. Citranya di mata publik merosot dari seorang pewaris visioner menjadi istri yang menyedihkan dan haus perhatian. Titik baliknya tiba pada malam penganugerahan proyek terbesar tahun itu. Damian, di atas panggung, mendedikasikan penghargaannya untuk "inspirasi abadinya," Clara, sementara Aveline-yang sebenarnya merancang konsep kemenangan itu-duduk tak terlihat di antara penonton. Saat itulah Aveline sadar, ia telah membangun istana untuk pria yang salah. Tanpa menoleh ke belakang, Aveline mengajukan gugatan cerai. Ia mendirikan kembali firma arsitekturnya sendiri, merebut kembali nama "de la Fontaine" yang sempat ia tinggalkan. Ia tidak lagi mengejar cinta, melainkan mahakarya. Kesuksesan kembali memeluknya saat rancangannya untuk "Azure Spire," sebuah menara ikonik, mengalahkan proposal dari perusahaan Blackwood. Aveline kembali ke singgasananya, bukan lagi sebagai istri seseorang, tetapi sebagai arsitek yang karyanya dihormati dunia. Lantas, setelah membangun kembali mahkotanya dari puing-puing pengkhianatan dan membalas mereka yang meremukkannya, akankah Aveline membuka kembali gerbang hatinya yang kini dijaga kokoh oleh baja dan beton?”
1 Bab 1 Architectural Innovator of the Year2 Bab 2 Bukan de la Fontaine3 Bab 3 di studio kakeknya4 Bab 4 Ruangan itu dipenuhi gema bisikan5 Bab 5 mengorbankan keamanan6 Bab 6 Keputusan ada di tangan para juri7 Bab 7 Akankah Blackwood Corp menemukan cara lain8 Bab 8 Berita kemenangan hukum9 Bab 9 Pembangunan Distrik Maritim Inovatif Kertajaya10 Bab 10 lokasi proyek11 Bab 11 berupa mimpi di atas kertas12 Bab 12 Insiden sabotase13 Bab 13 Dengan suksesnya Distrik Maritim Inovatif Kertajaya14 Bab 14 warisan yang akan ia tinggalkan15 Bab 15 Arsitek Dunia16 Bab 16 Panggilan dari Masa Lalu17 Bab 17 Hubungannya dengan Aveline18 Bab 18 tsunami berhasil diselesaikan19 Bab 19 sebuah pengakuan20 Bab 20 warisan sejati tidak diukur dari apa yang kita kumpulkan21 Bab 21 Waktu adalah sungai yang tak henti mengalir22 Bab 22 membangun sesuatu yang akan melindungi