memejamkan mata sambil menyugar rambut basahnya ke belakang. Saat menggapai botol sampo, kejanggalan segera menyerang p
is. Tuan Blackwell bergegas melanjutkan mandinya. Setelah keluar dari kamar mandi, rasa penasaran munc
dangi Clara di tempat berdirinya, ingin memastikan bahwa wanita itu tak sedang berpura-pura. Rasa penasaran yang menguasai masih belum t
ntara tatapannya terfokus pada ekspresi wanit
ell tersenyum penuh arti, menyaksikan kepura-puraan Clara. Dengan gerakan lembut, dia
ngan cepat, mendorong tubuhnya hingga terdesak ke kepala ran
taanmu sebelumnya, tapi saat melihatmu pura-pura tidur membu
well. Pembuktian bahwa dia bersedia menjadi seorang gundik a
au menyentuhku!" ucap C
well langsung menuju kamar setelah mendorongnya. Kali
andangiku s
ndangan ke sembarang arah. Suasana berubah menjadi canggung, dan
hanya untuk menemukan pemandangan bahwa pria itu juga tengah
t menjawab pert
kata-kataku, bukankah se
kwell, seolah-olah tahu apa
enunda bercinta hingga besok, tapi kini mera
mperpendek jarak di antara mereka. Kedekatan itu membawa Clara tanpa sengaja menyentuh dada Tuan Blackwell yang
a mereka. Kedekatan itu berlanjut dengan sebuah ciuman perlahan yang berlangsung singkat
mendalam. Clara merasakan desakan dari Tuan Blackwell yang menembus dinding pertahanannya. Desakan demi desakan di dalam rongga mulutnya
melahap mangsanya. Bagi Clara, ketakutan merayap dalam dirinya. Bayangan kegelapan seola
diri, berkorban de
an baik. Tuan Blackwell bisa merasakan kulit
i itu, tubuh Clara gemetar, memperlihatkan ketakutan yang semakin jelas. Dengan tangan lebarnya
k lagi menjadi wanita yang bernilai, tapi sikapmu saat ini justru menunjukkan sebaliknya."
rbuka sepenuhnya. "Tidak! Kau bisa mela
lalu kau berkatasa memaksakan keadaan, tapi bercinta seperti i
berkata, "Sekarang atau nanti
a dengan pandangannya, menegaskan lag
ak nyaman," ucap Tuan Blackwell sambil memijat leh
rasakannya? Sangat sulit membuatnya masuk karena peluangnya begitu sempit. Itulah yang akan terjadi pada dirimu saat pertam
eluang yang sempit akan merenggang, sensasi sakit itu pun ak
sikap demikian di hadapan musuhnya. Menyaksikan Tuan Blackwell serius berbagi ilmu
k senang. "Aku berusaha membantumu mem
angkan seseorang yang terlihat ngeri sekar
i penthouse. Mungkin karena selama ini dia hanya menikmati minuman keras s
ya Tuan Blackwell tanpa meng
adalah wanita berusia 24 tahun yang sudah menemui kepahitan hidup, dit
cap Clara dengan ekspresi sendu, seolah-olah menunjuk
/0/24387/coverbig.jpg?v=1586ce787c5a25c5e99f610d20133ad0&imageMogr2/format/webp)