icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

His Darling Debtor

Bab 8 Percikan Rasa

Jumlah Kata:1058    |    Dirilis Pada: 21/05/2025

lam keheningan dengan jari-jari meratapi kehampaan pada gelas birnya. La

am, tapi Tuan Blackwell masih setia dalam kesendirian. Menyaksikan sosoknya ya

ar ini

ju pada pasangan yang

tapi kenapa begitu

eka. "Maaf, tapi bar sudah disewa sepenuhn

li," ucap pelanggan wani

tiba-tiba mengarah pada Silas y

nyewanya?" tanya

itu, Silas tampak bingung bagaimana

pi kau justru menyewanya di hari ulang tahun kekasihk

opan. "Maaf, sudah meng

ya saja," ucap pelanggan pria itu kemba

. Ayo, kita pergi saja," ucap pelanggan

endekati Silas dengan wajah penuh penyesalan.

an langkah hati-hati, dia memutuskan untuk menghampiri Tua

hadiran Silas, dia berkata,

iatif say

anya Tuan Blackw

nda soal waktu. Bukankah sebaiknya Anda menyelesaikan ac

memperkerjakanmu untuk melarangku melakukan ini

well. Ini hanya saran. Anda tak bisa datan

esan bir tambahan. Silas tampak putus asa mencari cara agar

Sampai pada suatu waktu, dia terpikirkan satu hal, b

tak menemukan kesempatan. Anda berkata akan pulang untuk melihat kondi

nung. Dia menghela napas sambil berdiri dari te

a akan k

elupak

a lagi, "Jadwal Anda terorganisir dengan baik, saya sudah memeriksanya ber

rapa?" tanya Tuan

menjawab dengan perlahan, "Ha

a seolah-olah sedang menyadark

kebingungan sebelum memahami keadaannya. Tuan Blackwell berada di bar sejak sore hari hingga mendekati tengah malam. Jadw

*

nya sudah mengubah udara malam yang seharusnya dingin menjadi panas. Kekuatannya saat ini masih

ia langsung menuju kamarnya yang terletak di lantai atas. Sesampainya di kamar, dia terkejut karena tak melihat

Whit

terhenti di ruang tengah, tangannya bersedekap. "Aku tak ingin bersusah payah menc

k Clara masih belum muncul. Dia menghela napas panjang, berkata lagi, "Kau tak in

emancing perhatian Tuan Blackwell, dan di

nyantap es krim lagi?" ucapnya, sambil mendekati Clar

well memperhatikan hal lain,

ksama, alisnya terangkat. "Lagi-lagi, apak

u .

ntakan di lantai dengan kebingungan, mencari ja

nggol tepi meja, membuat tangannya lemas, dan dia berjongkok sambil menahan rasa sakit

u hanya tak sengaja memecahkan gela

membuat Tuan Blackwell percaya. Kedua tangannya terbuka,

ap Clara deng

adaku, aku aka

disampaikan karena beling bisa men

n sapu untuk membe

di mana sapu y

ercayaan. Senyuman sinis menghiasi bibirnya. "A

sal sambil mengguncangkan tangannya. "Aku

Blackwell. Matanya terpejam sejenak, dan saat merasakan peg

itu. Perlahan, dia mengangkat kepala sambil membuat jarak di antara mereka. Wajah Tuan Blackwel

Blac

Whit

a refleks

jantungku ber

a keintiman, Clara berdebar

" Tuan Blackwell tiba-tiba mendorong Clara, me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
His Darling Debtor
His Darling Debtor
“Clara harus menghadapi pilihan sulit saat ayahnya melarikan uang dari majikannya, Tuan Blackwell. Sebagai pembayaran kesalahan sang ayah yang hilang tanpa jejak, Clara terpaksa menjadi gundik bagi Tuan Blackwell. Pertemuan itu merupakan awal dari perjalanan penuh konflik dan perasaan terlarang, membuka lembaran misteri, dan pengungkapan kekuatan sejati hubungan mereka.”