lam keheningan dengan jari-jari meratapi kehampaan pada gelas birnya. La
am, tapi Tuan Blackwell masih setia dalam kesendirian. Menyaksikan sosoknya ya
ar ini
ju pada pasangan yang
tapi kenapa begitu
eka. "Maaf, tapi bar sudah disewa sepenuhn
li," ucap pelanggan wani
tiba-tiba mengarah pada Silas y
nyewanya?" tanya
itu, Silas tampak bingung bagaimana
pi kau justru menyewanya di hari ulang tahun kekasihk
opan. "Maaf, sudah meng
ya saja," ucap pelanggan pria itu kemba
. Ayo, kita pergi saja," ucap pelanggan
endekati Silas dengan wajah penuh penyesalan.
an langkah hati-hati, dia memutuskan untuk menghampiri Tua
hadiran Silas, dia berkata,
iatif say
anya Tuan Blackw
nda soal waktu. Bukankah sebaiknya Anda menyelesaikan ac
memperkerjakanmu untuk melarangku melakukan ini
well. Ini hanya saran. Anda tak bisa datan
esan bir tambahan. Silas tampak putus asa mencari cara agar
Sampai pada suatu waktu, dia terpikirkan satu hal, b
tak menemukan kesempatan. Anda berkata akan pulang untuk melihat kondi
nung. Dia menghela napas sambil berdiri dari te
a akan k
elupak
a lagi, "Jadwal Anda terorganisir dengan baik, saya sudah memeriksanya ber
rapa?" tanya Tuan
menjawab dengan perlahan, "Ha
a seolah-olah sedang menyadark
kebingungan sebelum memahami keadaannya. Tuan Blackwell berada di bar sejak sore hari hingga mendekati tengah malam. Jadw
*
nya sudah mengubah udara malam yang seharusnya dingin menjadi panas. Kekuatannya saat ini masih
ia langsung menuju kamarnya yang terletak di lantai atas. Sesampainya di kamar, dia terkejut karena tak melihat
Whit
terhenti di ruang tengah, tangannya bersedekap. "Aku tak ingin bersusah payah menc
k Clara masih belum muncul. Dia menghela napas panjang, berkata lagi, "Kau tak in
emancing perhatian Tuan Blackwell, dan di
nyantap es krim lagi?" ucapnya, sambil mendekati Clar
well memperhatikan hal lain,
ksama, alisnya terangkat. "Lagi-lagi, apak
u .
ntakan di lantai dengan kebingungan, mencari ja
nggol tepi meja, membuat tangannya lemas, dan dia berjongkok sambil menahan rasa sakit
u hanya tak sengaja memecahkan gela
membuat Tuan Blackwell percaya. Kedua tangannya terbuka,
ap Clara deng
adaku, aku aka
disampaikan karena beling bisa men
n sapu untuk membe
di mana sapu y
ercayaan. Senyuman sinis menghiasi bibirnya. "A
sal sambil mengguncangkan tangannya. "Aku
Blackwell. Matanya terpejam sejenak, dan saat merasakan peg
itu. Perlahan, dia mengangkat kepala sambil membuat jarak di antara mereka. Wajah Tuan Blackwel
Blac
Whit
a refleks
jantungku ber
a keintiman, Clara berdebar
" Tuan Blackwell tiba-tiba mendorong Clara, me
/0/24387/coverbig.jpg?v=1586ce787c5a25c5e99f610d20133ad0&imageMogr2/format/webp)