icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami

Bab 3 Pekerjaan Pertama

Jumlah Kata:1219    |    Dirilis Pada: 28/04/2025

git kulitnya, tetapi ia tidak membiarkan keraguan merayap ke dalam hati. Hari ini, ia memulai sesuatu ya

ern yang dipenuhi kaca reflektif. Sebuah plakat elegan dengan huruf berwarna emas terpampang

s dalam, lalu m

ahayaan yang memancarkan kemewahan. Rak-rak pakaian tersusun rapi, menampilkan koleks

rina,

katinya, senyumnya ramah, matanya berbinar penuh antusiasme. Rambut hitamny

s itu mengulurkan tangan dengan ceria. "Aku mende

inoshita terasa seperti angin segar di

mu supervisor?"

el

egitu, ayo k

ian belakang butik, di mana ruangan kantor kecil berada. Sepanjang perjalanan,

kaku, tapi tidak semua orang di sini me

mengulas s

kemeja rapi dengan ekspresi serius, menjelaskan tugas-tugas dasar yang akan Nazharina emban. Melayani pelanggan

u hal yang tid

a berambut panjang bergelombang, mengenakan seragam yang sama, tetapi dengan aura yang berbe

visor. "Tolong bantu Naz

u," jawabnya, tetapi nada sua

u-sesuatu yang samar, seperti ketidaksukaan yang sud

a mengab

uk bekerja, bukan unt

ar-setidaknya samp

elayani pelanggan dengan sopan, menjelaskan koleksi buti

tetap menjaga jarak. Wanita itu lebih sering sibuk dengan pelanggannya s

rnya, it

asuk ke butik. Langkahnya anggun, tas tangan berlogo desainer

k. Ia hanya menatap,

gani pelanggan VIP?" bisiknya pelan,

ina me

maksu

i depan dada. "Kalau be

njawab, pelanggan itu sud

otoritatif. "Aku mencari gaun untuk acara malam i

gan sekelas ini, tetapi ia tidak ingin terlihat ragu. Dengan sop

ali mengangguk. Percakapan mereka berjalan la

nemukan gaun yang ia suka dan berjal

ari keberadaan wanita itu. "Senang bertemu Anda lagi! Aku ingat, tera

langsung tersenyum akrab. "Oh, Shelby! A

u menoleh ke arah gaun di tangan wanita itu. "Oh, pilihan yang bagus. Kau menyukai re

akan sesuatu ya

selesai, komisi dari penjualan

atas nam

n yang baik," katanya, suaranya lembut tetapi menusuk. "Ak

tidak berkata apa-apa. Tapi ia merasa, ke depanny

langkah pergi, suara lembut namu

e menoleh dengan senyum ramah, "aku ing

pula supervisor mereka yang kebetula

. "Bantuannya luar biasa, dan dia memilihkan gaun ini dengan sempurna

a beralih ke layar kasir, di mana nama Shelb

tempatnya, ekspresi waj

ini tahu bagaimana menghargai staf yang memang bekerja keras. Komi

lebih sunyi d

tajam. "Shelby," suaranya datar

ar. Napasnya memburu, jemarinya yang terampil merapikan

ksi kepada kasir untuk memperbaiki transaksi tersebut-membatalka

ini," lanjut supervisor, tatapannya masih terarah pada Shelby

duk, wajahny

zharina dan mengedipkan sebelah mata, seo

tetapi dalam hati ia tahu-i

ah menuju mobil hitam yang telah menunggunya. Begitu pintu terbuka, ia

ia sudah a

ia

ar jendela, matanya masih terarah pad

ra lebih dulu. "Wanita licik itu ketah

tak terbaca. "Bagus," gumamnya. "Aku tidak

yang kini tergeletak di atas pangkuannya. Isinya tebal, lebi

butuh bantuanku lagi," ujarnya santai,

menatap lu

n untuk memberi komisi besar kepada orang lain selain dia." Ia menoleh, menata

rkekeh kecil, teta

, meninggalkan b

tetap dalam perlindungan Arian

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
“Warning: Area 21+ Nazharina pikir, perceraiannya dengan Arian adalah akhir dari semua penderitaan. Sepuluh tahun menikah tanpa cinta, tanpa sentuhan, tanpa kehangatan-itu sudah cukup membuatnya ingin menyerah. Jadi, saat gugatan cerai akhirnya dikabulkan, Nazharina merasa bebas. Tapi siapa sangka... Arian tidak pernah benar-benar melepaskannya. Saat Nazharina melanjutkan hidup, diam-diam Arian selalu berada di sana. Memastikan mantan istrinya baik-baik saja, memberikan pekerjaan tanpa sepengetahuan Nazharina, bahkan menempatkan bodyguard untuk menjaganya. Lalu suatu hari, saat Arian merasa sudah siap, ia muncul kembali. Sebagai bos besar tempat Nazharina bekerja. "Apa yang kau lakukan di sini?" Nazharina terpaku melihat pria yang dulu pernah menjadi suaminya berdiri di hadapannya dengan jas mahal dan aura mendominasi. "Aku pemilik hotel ini," jawab Arian santai, namun tatapan matanya menusuk tajam. Sejak saat itu, semuanya berubah. Arian, yang dulu dingin dan acuh tak acuh, kini menjadi pria yang posesif, protektif, dan tak segan menunjukkan ketertarikannya. Dia mengontrol siapa yang boleh mendekati Nazharina, mengawasinya dengan tatapan penuh makna, bahkan terang-terangan menunjukkan kecemburuannya. "Jaga sikapmu, Nazharina. Aku tidak suka melihatmu terlalu dekat dengan pria lain." Nazharina terkejut. "Arian, kau tidak berhak mengatur hidupku lagi!" Arian mendekat, senyumnya tipis tapi matanya gelap. "Benarkah? Tapi kenapa kau masih membiarkan aku menyentuhmu seperti ini?" Nazharina terdiam. Dia tahu, Arian berubah. Tapi yang tidak ia tahu adalah... Apakah perubahan itu benar-benar berarti Arian mencintainya? Atau hanya bentuk lain dari kepemilikan dan obsesi? Dalam kebingungannya, Nazharina harus menghadapi kenyataan bahwa mungkin, perpisahan mereka hanyalah awal dari kisah yang lebih rumit. Karena jika Arian sudah menginginkan sesuatu... Dia tidak akan membiarkan itu pergi begitu saja.”