icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami

Bab 2 2- Babak Baru di Rumah Lama

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 28/04/2025

ri dengan koper di tangannya. Arian, sepe

elap kelabu. Ada mendung yang menciptakan awan hitam dalam jiwanya. Se

apakah tangi

a bersedih

hari ini ia bisa mencoba hidu

abat tangan karena mungkin tak akan ada lagi pertemuan setelah ini?" Nazhar

tak menyambut uluran tangan itu, hanya menatap Naz

nggam kembali jemari tangan dan memilih untuk menggaruk uj

dah terbiasa. B

dia tahu kalau Arian yang telah ia kenal selama delapan belas tahun dan menj

ia berumur 12 tahun, tidak juga saat ini ketika ia s

a telah menjagaku selama ini.

engar normal, tapi entah kenapa rasa sesak di da

sedih di hadapan lelaki yang bah

berjalan menuju SUV

, ia menoleh

termenung. Tempat di mana ia

asih berdiri di sana,

ah yang telah memberiku tempat berteduh dan berlindung selama 18 ta

ung duduk di belakang sopir pribadi Arian. Pria it

a mau mengantarkan aku ke mana-mana. Senang bisa mengenalmu." Nazharin

terhormat karena pernah melayani And

n kosong. Tak ada siapa pun yang memahami bagaima

engan sebutan Nyonya, Ernando. Ak

semua kenangan yang pernah terjadi. Dan meninggalka

akin menjauh. Kakinya berat untuk melangkah, seperti hatinya yang berat untu

larang Nazhari

rtama kali d

telah kehilangan sesuatu yan

api tetap memberikan rasa akrab yang membawanya kembali ke masa lalu. Aroma kayu basah bercampur dengan tanah yang mengering setelah hujan

ni

denting gelas kristal dari ruang makan seperti di rumah tempatnya tinggal selama ini. Yang ada h

. Debu menumpuk di beberapa sudut, perabotan masih sama seperti yang ia ting

a sendi

men tersebut, suara ketukan di p

hari

enuh rasa ingin tahu y

nya, seakan siap melancarkan interogasi. Ia mengenakan long dress longgar dengan corak bunga-bunga yang sudah pudar warn

njutnya, tanpa menunggu jawaban. "

enak sebelum melangkah mend

yang selalu memiliki kebiasaan untuk

. "Kudengar kau sudah bercerai," ujarnya begitu saja, tanpa basa-basi. "Sungguh me

m tipis. Ia sudah

jalani hidup yang le

ngkungan ini tidak seperti di rumah mewah yang penuh dengan pelayan. Kau harus belanja send

is, tetapi setiap katanya m

. "Aku akan mencobanya

harina akan menyerah. "Baiklah. Kita lihat saja nanti," ujarnya sebelum berb

ahu bahwa kepulangannya tidak akan luput dari perhatian, dan ia tahu bahwa Aun

membuatnya berhenti. Perasaan aneh menjalar d

ela di lantai atas sedikit terbuka, dan di baliknya-d

hanya berdiri di sana, sep

sisi tubuh, menahan dorongan untuk segera menut

sebelum pulang kemari, rumah itu kosong. Tida

yang berdi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
“Warning: Area 21+ Nazharina pikir, perceraiannya dengan Arian adalah akhir dari semua penderitaan. Sepuluh tahun menikah tanpa cinta, tanpa sentuhan, tanpa kehangatan-itu sudah cukup membuatnya ingin menyerah. Jadi, saat gugatan cerai akhirnya dikabulkan, Nazharina merasa bebas. Tapi siapa sangka... Arian tidak pernah benar-benar melepaskannya. Saat Nazharina melanjutkan hidup, diam-diam Arian selalu berada di sana. Memastikan mantan istrinya baik-baik saja, memberikan pekerjaan tanpa sepengetahuan Nazharina, bahkan menempatkan bodyguard untuk menjaganya. Lalu suatu hari, saat Arian merasa sudah siap, ia muncul kembali. Sebagai bos besar tempat Nazharina bekerja. "Apa yang kau lakukan di sini?" Nazharina terpaku melihat pria yang dulu pernah menjadi suaminya berdiri di hadapannya dengan jas mahal dan aura mendominasi. "Aku pemilik hotel ini," jawab Arian santai, namun tatapan matanya menusuk tajam. Sejak saat itu, semuanya berubah. Arian, yang dulu dingin dan acuh tak acuh, kini menjadi pria yang posesif, protektif, dan tak segan menunjukkan ketertarikannya. Dia mengontrol siapa yang boleh mendekati Nazharina, mengawasinya dengan tatapan penuh makna, bahkan terang-terangan menunjukkan kecemburuannya. "Jaga sikapmu, Nazharina. Aku tidak suka melihatmu terlalu dekat dengan pria lain." Nazharina terkejut. "Arian, kau tidak berhak mengatur hidupku lagi!" Arian mendekat, senyumnya tipis tapi matanya gelap. "Benarkah? Tapi kenapa kau masih membiarkan aku menyentuhmu seperti ini?" Nazharina terdiam. Dia tahu, Arian berubah. Tapi yang tidak ia tahu adalah... Apakah perubahan itu benar-benar berarti Arian mencintainya? Atau hanya bentuk lain dari kepemilikan dan obsesi? Dalam kebingungannya, Nazharina harus menghadapi kenyataan bahwa mungkin, perpisahan mereka hanyalah awal dari kisah yang lebih rumit. Karena jika Arian sudah menginginkan sesuatu... Dia tidak akan membiarkan itu pergi begitu saja.”