na yang suram di dalam hati Nadia. Ia tahu, ini bukan sekadar hari biasa. Ada sesuatu yang mengancam-sesuatu ya
auh lebih pucat dari biasanya. Nadia bisa merasakan ketegangan di udara.
i samping Dara. "Sayang, k
kebingungan. "Ibu, kenapa Ayah tidak pernah bilang tentang semu
terlalu muda untuk memahami semua ini. Kadang, orang yang kita cintai tidak selalu benar, meskipun mer
atanya menatap ibunya. "Ap
tidak tahu pasti. Tapi kita harus siap untuk segala ke
tajam pada Dara, ia meraih ponselnya. Tanpa melihat sia
ra denganmu," suara di
Reza?" Nadia bert
tegas. "Dia bergerak. Dan kali ini, dia tidak
mengingatkan dirinya untuk tetap te
urkan Reza. Sekarang saatnya untuk bergerak. Jang
ma terlupakan dalam kehidupannya-tiba-tib
ang menampilkan data pengacara dan penyelidikan yang telah ia lakukan untuk merebut hak as
npa mengetuk. Wajahnya dingin, tanpa senyum.
na berkata, suarany
tanya Reza denga
siapa yang sebenarnya berada di balik semuanya. Dan dia bergerak. Tidak ha
emarahan. "Tidak mungkin! Dia tidak bisa begitu saja
dirimu tak terkalahkan, tapi sekarang kamu sudah dipojokkan. Kita tidak punya bany
annya bergerak cepat, mengeluarkan sebuah file dengan stempel resmi. File itu sudah lama ia sim
di sana tertera file rekaman video yang sudah disunting rapi. Video itu, yang memperlihatk
n. Ada suara di luar yang mengganggu konsentrasinya. Pintu terbuka, dan seorang
temukan?" ta
perlu mengirimkannya kepada yang t
a ingin bermain kotor, kita akan tunjukkan s
enghancurkan mereka. Aku ingin mereka merasakan ap
m hatinya, ia tahu ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan segala kebohongan yang telah ber
u-ragu terdengar. "Ayah...
a. Nadia menatap layar, sebelum a
akukan?" Nadia bertan
mbali padaku. Itu yang t
a. "Yang terbaik untuknya? Kau pikir kau bisa mengen
ertarungan ini baru saja dimulai, dan ia sud
ebih pantas untuknya," kata Nad
ia. Nadia melangkah lebih dekat pada kebenaran yang tersembunyi di balik pengkhianat
/0/23793/coverbig.jpg?v=c36050cef32d3f5aad24a3057bdc75ac&imageMogr2/format/webp)