icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Cadangan

Bab 7 Tidak ada rasa bersalah

Jumlah Kata:629    |    Dirilis Pada: 09/04/2025

g kerja apartemennya, ia berdiri membelakangi pintu, menatap layar komputer yang menampilkan laporan keuangan perusahaan milik Reza. Semua aset kin

eh pengurus apartemen

enoleh.

dra, Bu. Kata

nganya. Tapi entah kenapa, dada Nadia mendada

embawa masa lalu yang tidak dikenal Nadia, tapi mata pria itu menyim

tapi berisi. "Saya tidak ingin basa-basi, jadi lan

tatapannya taj

sa lalu yang ia k

uk. "Saya

h tahun lalu, saya dan Karina bertunangan. Kami bahkan sudah merencanakan pernikahan. Sampai suatu ma

terper

saya. Foto, hasil visum, dan bahkan kesaksian beberapa orang. Saya dipenjara dua tahun. Karir saya ha

Nadia

bungkam saya dengan kebohongan, lalu menyelamatkan Karina sebagai p

-foto lama, surat cinta yang koyak, dan satu s

tak bisa melindungimu. Aku hanya g

mulai terguncang. Semua cerita yang selama ini ia percayai, mulai retak

aya hanya ingin melihat mereka jatuh, seperti saya di

ukan hanya pernikahan mereka. Tapi reputasi. Citra palsu

i. Ia telah mencuri kunci cadangan dari saku celana Reza. Anak itu penasaran. Marah. Da

. Menemukan seb

saat muda, surat beasiswa, d

dan kekerasan verbal oleh pasangan bernama Ayendra. Tapi mata Dara cukup taja

ganti nama ini?"

nya. Diam-diam memot

ini... siapa lagi yang A

diri di balkon apartemen,

kata suara di seberang. "

enggam ponse

u mereka buka masa lalu, kita buka lebih dal

n ditutup, waja

Tak terg

Aku tidak akan kehilangan lagi. Bahkan j

gai pergerakan Karina yang tak biasa. Dara mulai bertanya langsung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Cadangan
Istri Cadangan
“Nadia berdiri terpaku di ambang pintu kamar tamu, tubuhnya membeku melihat pemandangan yang menghancurkan dunianya dalam sekejap. Di atas ranjang yang seharusnya hanya milik pernikahannya, Reza-suaminya-berbaring bersama wanita lain. Wanita itu adalah Karina, seseorang yang selama ini tinggal di rumah mereka dengan alasan butuh tempat sementara. Alih-alih merasa bersalah, Karina menatap Nadia dengan senyum penuh kemenangan. "Sekarang kau tahu, Nadia," ucapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Reza memilihku. Kami saling mencintai." Reza, yang seharusnya bersujud meminta maaf, justru mengangguk setuju. "Aku ingin menikahi Karina. Aku harap kau bisa mengerti." Darah Nadia mendidih. Penghinaan ini terlalu besar untuk bisa dibiarkan begitu saja. Ia mengangkat dagunya, menatap mereka dengan mata penuh tekad. "Kalian pikir aku akan menangis dan menyerah begitu saja? Jangan bermimpi." Dengan hati yang membara, Nadia berjanji pada dirinya sendiri-pengkhianatan ini akan dibayar lunas.”