g kerja apartemennya, ia berdiri membelakangi pintu, menatap layar komputer yang menampilkan laporan keuangan perusahaan milik Reza. Semua aset kin
eh pengurus apartemen
enoleh.
dra, Bu. Kata
nganya. Tapi entah kenapa, dada Nadia mendada
embawa masa lalu yang tidak dikenal Nadia, tapi mata pria itu menyim
tapi berisi. "Saya tidak ingin basa-basi, jadi lan
tatapannya taj
sa lalu yang ia k
uk. "Saya
h tahun lalu, saya dan Karina bertunangan. Kami bahkan sudah merencanakan pernikahan. Sampai suatu ma
terper
saya. Foto, hasil visum, dan bahkan kesaksian beberapa orang. Saya dipenjara dua tahun. Karir saya ha
Nadia
bungkam saya dengan kebohongan, lalu menyelamatkan Karina sebagai p
-foto lama, surat cinta yang koyak, dan satu s
tak bisa melindungimu. Aku hanya g
mulai terguncang. Semua cerita yang selama ini ia percayai, mulai retak
aya hanya ingin melihat mereka jatuh, seperti saya di
ukan hanya pernikahan mereka. Tapi reputasi. Citra palsu
i. Ia telah mencuri kunci cadangan dari saku celana Reza. Anak itu penasaran. Marah. Da
. Menemukan seb
saat muda, surat beasiswa, d
dan kekerasan verbal oleh pasangan bernama Ayendra. Tapi mata Dara cukup taja
ganti nama ini?"
nya. Diam-diam memot
ini... siapa lagi yang A
diri di balkon apartemen,
kata suara di seberang. "
enggam ponse
u mereka buka masa lalu, kita buka lebih dal
n ditutup, waja
Tak terg
Aku tidak akan kehilangan lagi. Bahkan j
gai pergerakan Karina yang tak biasa. Dara mulai bertanya langsung
/0/23793/coverbig.jpg?v=c36050cef32d3f5aad24a3057bdc75ac&imageMogr2/format/webp)