icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Cadangan

Bab 6 Gugatan cerai

Jumlah Kata:537    |    Dirilis Pada: 09/04/2025

ptakan irama yang tak tenang. Ia berdiri mematung, mengenakan kemeja putih yang belum s

an aset, penyitaan saham-semuanya datang bertubi-tubi dalam t

ti, para komisaris mempertanyakan skandal rumah tangganya yang telah bocor ke media. Bebe

a, suara ketukan halu

as

dan rambut yang masih basah habis mandi. Ia

menoleh.

hubungan kita." Ia berhenti sejenak. "Kita harus bi

Rin? Nadia menarik seluruh dukungan sahamnya. Ia buat akun perus

? Kau ingin aku pergi? Sekarang? Set

sendiri," Reza balas dingin. "Dan aku... aku

alu. Ia mundur selangkah, seperti dita

kamu menyesal?"

aku mungkin akan kehilangan anakku karena keputusan ini. Kau tahu siapa Nadia? Dia bu

ergetar. "Aku hanya ingin dicintai

uara hujan yang menjadi saksi percakap

ring masuk da

a' muncul

mengangkat

eberang. "Ayah... Ibu menangis se

Dadanya menc

cuma sibu

mau bicara sama siapa-siapa. Ayah boho

ulu selalu tertawa saat ia pulang kerja-kini

ini," jawabnya akhirny

entang Nadia. Atau Karina. Ini tentang Dara-anak

gun, seorang pria paruh baya menyalakan rokoknya sambil membaca berita

kau jatu

sebuah foto lama tergeletak. Terlalu usang, namun masih jelas

na yang menghilang setelah satu malam p

telah

uka yang belum

Karina. Ayendra mulai bergerak. Dan Dara mulai menggali sendi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Cadangan
Istri Cadangan
“Nadia berdiri terpaku di ambang pintu kamar tamu, tubuhnya membeku melihat pemandangan yang menghancurkan dunianya dalam sekejap. Di atas ranjang yang seharusnya hanya milik pernikahannya, Reza-suaminya-berbaring bersama wanita lain. Wanita itu adalah Karina, seseorang yang selama ini tinggal di rumah mereka dengan alasan butuh tempat sementara. Alih-alih merasa bersalah, Karina menatap Nadia dengan senyum penuh kemenangan. "Sekarang kau tahu, Nadia," ucapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Reza memilihku. Kami saling mencintai." Reza, yang seharusnya bersujud meminta maaf, justru mengangguk setuju. "Aku ingin menikahi Karina. Aku harap kau bisa mengerti." Darah Nadia mendidih. Penghinaan ini terlalu besar untuk bisa dibiarkan begitu saja. Ia mengangkat dagunya, menatap mereka dengan mata penuh tekad. "Kalian pikir aku akan menangis dan menyerah begitu saja? Jangan bermimpi." Dengan hati yang membara, Nadia berjanji pada dirinya sendiri-pengkhianatan ini akan dibayar lunas.”