icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penuh Luka Penderitaan

Bab 5 tanpa ada kesempatan

Jumlah Kata:976    |    Dirilis Pada: 25/03/2025

napas. Valeria merasa seolah-olah dunia di sekitarnya sedang bergerak sangat cepat, dan ia terjebak di dalamnya, tidak tahu apakah ia se

ekutif perusahaan yang lebih senior. Tugas itu tidak hanya sulit, tetapi juga sangat berisiko. Banyak yang memandangnya dengan sinis, m

isi lain, ia juga menyadari bahwa dunia perusahaan ini penuh dengan jebakan, dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Ia ha

nnya, ia merasakan udara yang lebih tegang dari sebelumnya. Dmitri sedang duduk di belakang mejanya, dengan w

, tidak ada kehangatan seperti sebelumnya. "Keputusan yang kamu buat sebelum

uatu yang tak beres. "

buk. "Keputusan untuk menerima peran baru ini tidak hanya akan memengaruhi karirmu, tapi jug

ng menjalar di dalam dirinya. "Ap

pa orang yang melihatmu sebagai ancaman, Valeria. Mereka merasa jika kamu terus maju, kamu

yang harus saya lakukan?" tanyanya dengan suara bergetar. Ia t

alam dunia ini, tidak ada teman sejati, hanya mereka yang ingin mengambil keuntu

mu harus berhati-hati, Valeria. Setiap keputusanmu akan membaw

sekarang?" tanya Valeria, menatapny

bisa melarikan diri. "Bertahan. Belajarlah untuk menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Jangan biarkan dirimu terjatuh hanya

akutan yang tak bisa ia sembunyikan. Kata-kata Dmitri terus berge

siapa yang bisa ia percayai di dalam perusahaan ini. Semua orang seolah-olah memiliki

h, maka ia akan tersingkir, dan dunia ini akan menggilasnya tanpa ampun. Satu-satunya cara unt

hadapi rapat-rapat penting, proyek besar, dan tantangan yang datang silih berganti. Di setiap langkahnya, ia merasakan ketegangan yang semakin

g Valeria seolah-olah ia adalah bagian dari permainan besar yang lebih gelap daripada yang bisa ia bayangkan. Valeria mulai merasa seperti ia

telepon dari Dmitri. Ia tidak tahu apa yang akan dikatakan kal

ya, suaranya s

Valeria. "Ada sesuatu yang perlu kau ketahui. Ada yang sedang menga

idih. "Apa maksud Tuan Dmitr

ati-hati, Valeria. Ada orang yang ingin menjatuhkanmu. Dan kali ini

anyak. Kini, rasa takut dan kecemasan semakin membara di dalam dirinya. Ia tahu bahwa ia tidak hanya melawan mu

elah ia pelajari, kini terasa seperti permainan yang sudah dimulai-permainan yang tak bisa i

akin gelap. Tapi ia juga tahu satu hal: dalam dunia ini, hanya ada dua pilihan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penuh Luka Penderitaan
Penuh Luka Penderitaan
“Gadis itu menunduk, menyembunyikan raut ketakutannya. Malam ini, ia terpaksa kembali pulang lebih larut untuk membersihkan ruangan CEO baru. Ia harus menurut perintah atasannya demi menghindari ejekan dari rekan-rekannya. Biasanya, tugas ini bukan hal baru bagi Valeria, namun entah kenapa malam ini terasa sangat berbeda. Valeria sedang memoles meja kaca di ruang kantor CEO ketika tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya ke dalam sebuah ruangan tersembunyi. Ruangan itu jauh lebih besar dari yang ia duga, dengan kasur king size di tengahnya. Tubuh kecil Valeria terdorong dengan keras ke atas kasur, diikuti oleh tubuh tinggi dan kekar seorang pria yang menjepitnya dengan tangan besar, menahannya dengan cengkraman yang tak terelakkan. Seseorang yang tak ia kenali, namun sepertinya dia bagian dari dunia yang sangat berbeda-sebuah dunia yang kini menuntutnya untuk menjadi bagian darinya.”
1 Bab 1 tempat ia bekerja2 Bab 2 seseorang yang jauh lebih kuat3 Bab 3 semakin mendekat dan menekan4 Bab 4 Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami5 Bab 5 tanpa ada kesempatan6 Bab 6 tak pernah ia rasakan sebelumnya7 Bab 7 Pembalasan yang Terpendam8 Bab 8 Setiap halaman yang terbuka9 Bab 9 Ketika Dmitri pergi10 Bab 10 Ruangan rapat11 Bab 11 menatap jauh ke horizon yang gelap12 Bab 12 Ia masih harus berhati-hati13 Bab 13 seperti pertempuran14 Bab 14 Setiap orang punya titik lemahnya15 Bab 15 keteguhan hati16 Bab 16 berhenti memikirkan17 Bab 17 Dua minggu berlalu18 Bab 18 melewati meja-meja19 Bab 19 dia tidak punya banyak waktu20 Bab 20 Mereka berhenti21 Bab 21 semakin mempertegas22 Bab 22 dunia yang kini mengelilinginya23 Bab 23 Dia merasa seperti terjebak24 Bab 24 menatap masa depan25 Bab 25 bagaimana menahan godaan26 Bab 26 Tidak ada jalan kembali27 Bab 27 beberapa menit lalu28 Bab 28 masih belum teratur29 Bab 29 Mata yang Mengawasi30 Bab 30 Seberapa lama mereka telah mengawasi31 Bab 31 tidak cukup terang