icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penuh Luka Penderitaan

Bab 4 Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami

Jumlah Kata:988    |    Dirilis Pada: 25/03/2025

. Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami-terutama mengenai dunia yang baru saja ia masuki dan segala permainan yang mengelilinginya. Setelah percakapan dengan Dmitri d

juga tatapan-tatapan tajam dari rekan-rekannya yang seolah menilai dirinya, mencoba mencari tahu apa yang sedang te

melibatkan beberapa petinggi perusahaan, dan ia diminta untuk hadir sebagai asisten yang mencatat segala sesuatu ya

ng penuh kewibawaan. Sekelilingnya, ada beberapa orang yang Valeria kenal sebagai pemain utama dalam perusahaan in

n ia bisa merasakan sorot matanya yang tajam mengarah padanya. Ia tidak bisa menaha

royeksi keuangan perusahaan, ekspansi pasar, dan isu-isu operasional lainnya. Namun, Valeria tahu bahwa ini buk

selesai, ada satu hal yang perlu kita bicarakan," katanya, suaranya tegas dan jelas. Semua ma

ikan," lanjut Dmitri, suara dinginnya menusu

angan itu berpaling ke arahnya. Ia merasa sangat terjebak-seola

etar, berusaha menyembunyikan ketakutannya. Ia tidak tahu apa yang sedang d

sesuatu. "Ini tentang peranmu dalam perusahaan ini," kata Dmitri. "Kamu sudah la

diinginkan Dmitri darinya, tetapi ia tahu bahwa ini adalah kesempatan yang tidak boleh dile

lai mengambil peran yang lebih penting dalam operasi perusahaan kita. Kita akan menem

ang lebih penting? Ia tidak tahu apa yang diinginkan Dmitri darinya, namun ia bisa merasakan tekan

alanya, meskipun hatinya penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab. "Baik, Tuan Dmitri,

ilang begitu saja. Setiap langkah yang ia ambil setelah itu terasa penuh beban.

angkah berat. Namun, sebelum ia sempat melangka

ler

nggilnya. Dmitri berdiri di ujung koridor, matanya penuh dengan sesuatu yang tidak bisa Valeria

dan Valeria hanya bisa menga

terasa lebih pribadi, lebih intim. Di dalamnya, hanya ada satu meja besar dengan beberapa ku

ar, Valeria," kata Dmitri dengan suara r

k pelan. "Saya pa

semakin tajam. "Namun, ingat. Ini bukan tanpa risiko. Jika kamu tidak b

hnya menegang. "Apa

da di sini adalah bagian dari permainan. Dan kamu baru saja masuk ke dalamnya.

leria. Dunia yang telah ia kenal kini tampak begitu berbahaya, dan ia

matanya penuh keteguha

eolah menghargai jawabannya. "Bagus. Jika kamu bertahan, ka

"Kamu sudah mendapatkan peran baru, Valeria. Sek

i terasa semakin gelap. Keputusan yang ia buat malam itu mengikatnya lebih

melangkah ke arah pintu. Apa pun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penuh Luka Penderitaan
Penuh Luka Penderitaan
“Gadis itu menunduk, menyembunyikan raut ketakutannya. Malam ini, ia terpaksa kembali pulang lebih larut untuk membersihkan ruangan CEO baru. Ia harus menurut perintah atasannya demi menghindari ejekan dari rekan-rekannya. Biasanya, tugas ini bukan hal baru bagi Valeria, namun entah kenapa malam ini terasa sangat berbeda. Valeria sedang memoles meja kaca di ruang kantor CEO ketika tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya ke dalam sebuah ruangan tersembunyi. Ruangan itu jauh lebih besar dari yang ia duga, dengan kasur king size di tengahnya. Tubuh kecil Valeria terdorong dengan keras ke atas kasur, diikuti oleh tubuh tinggi dan kekar seorang pria yang menjepitnya dengan tangan besar, menahannya dengan cengkraman yang tak terelakkan. Seseorang yang tak ia kenali, namun sepertinya dia bagian dari dunia yang sangat berbeda-sebuah dunia yang kini menuntutnya untuk menjadi bagian darinya.”
1 Bab 1 tempat ia bekerja2 Bab 2 seseorang yang jauh lebih kuat3 Bab 3 semakin mendekat dan menekan4 Bab 4 Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami5 Bab 5 tanpa ada kesempatan6 Bab 6 tak pernah ia rasakan sebelumnya7 Bab 7 Pembalasan yang Terpendam8 Bab 8 Setiap halaman yang terbuka9 Bab 9 Ketika Dmitri pergi10 Bab 10 Ruangan rapat11 Bab 11 menatap jauh ke horizon yang gelap12 Bab 12 Ia masih harus berhati-hati13 Bab 13 seperti pertempuran14 Bab 14 Setiap orang punya titik lemahnya15 Bab 15 keteguhan hati16 Bab 16 berhenti memikirkan17 Bab 17 Dua minggu berlalu18 Bab 18 melewati meja-meja19 Bab 19 dia tidak punya banyak waktu20 Bab 20 Mereka berhenti21 Bab 21 semakin mempertegas22 Bab 22 dunia yang kini mengelilinginya23 Bab 23 Dia merasa seperti terjebak24 Bab 24 menatap masa depan25 Bab 25 bagaimana menahan godaan26 Bab 26 Tidak ada jalan kembali27 Bab 27 beberapa menit lalu28 Bab 28 masih belum teratur29 Bab 29 Mata yang Mengawasi30 Bab 30 Seberapa lama mereka telah mengawasi31 Bab 31 tidak cukup terang